27

2.7K 158 4
                                        

Setelah kepergian Junhee dan Wooyoung, Nara terus menatap kearah San yang masih memakan sarapannya disana. Ia benar-benar penasaran tentang apa yang terjadi pada mereka berdua karena sepertinya Wooyoung sangat marah pada San.

"Kami baik-baik saja ma, mungkin Wooyoung sedang dalam suasana hati yang buruk."

"Kamu serius? katakan pada mama jika terjadi sesuatu pada kalian."

"Tidak ada ma, mama tak perlu khawatir."






-






"Mingi, pindah tempat duduk denganku sekarang."

"Kau yakin?"

"Ya, cepat."

Mingi menggendikan bahunya tak peduli, ia memang tak ingin duduk bersama Yeosang karena Yeosang selalu saja bersikap kasar padanya, padahal dirinya tak melakukan apapun. Mingi langsung pindah ke tempat duduk asalnya.

Mingi sedikit bingung karena Wooyoung tak datang bersama San, biasanya mereka akan datang bersamaan tapi sekarang Wooyoung datang terlebih dahulu. Dan lagi Wooyoung meminta untuk pindah tempat duduk, itu sangat aneh menurutnya.

"Apa kau bertengkar dengan San?"

"Aku tak ingin mendengar namanya."

Yeosang yang memang sudah datang juga merasa kebingungan dengan sikap Wooyoung sekarang, terlebih Wooyoung seperti tak ingin membahas tentang San. Tapi tentu saja itu juga membuatnya senang juga.

Wooyoung mulai menidurkan kepalanya diatas lipatan tangannya dimeja. Hatinya masih terasa sakit sampai sekarang saat tau San memiliki kekasih, terlebih dia adalah Seonghwa, salah satu orang yang cukup dekat dengannya.

Wooyoung mulai mengerutkan dahinya karena bel masuk sudah akan berbunyi tapi San masih belum juga datang sekarang, itu berhasil membuat Wooyoung sedikit khawatir. Ia jadi berpikir negatif pada San sekarang jika San membolos.

"Kenapa San masih belum datang juga."

Mingi melihat San yang baru saja ia bicarakan itu tiba-tiba masuk kedalam kelas, tapi dia sedikit bingung karena San membawa bekal disana. Tak biasanya San membawa bekal sendiri, terkecuali Wooyoung yang membawanya.

San kembali menghela nafasnya pelan saat melihat Wooyoung pindah tempat duduk menjadi didepannya sekarang dan Mingi duduk bersamanya. Ia sebenarnya tak terlalu mempermasalahkan itu tapi jika seperti ini akan membuat orang-orang kebingungan.

"Tumben sekali kamu membawa bekal."

"Ya, aku mendapatkannya barusan."

"Dari siapa?"

"Kamu pasti sudah bisa menebaknya Gi."

Wooyoung yang mendengar percakapan mereka sedikit mendengus kesal, ia juga tau dari mana bekal itu berasal. Wooyoung bahkan tak menyangka jika Seonghwa akan membuatkan bekal untuk San, ia jadi semakin kesal sekarang.

"Menyebalkan."

"San ayo ke aula, jam pelajaran kosong bikin bosen."

"Tentu."

"Yeosang sama Wooyoung juga ayo ikut."

"Kamu mau ikut Woo?"

Wooyoung sedikit melirik kearah Yeosang, ia sebenarnya takut jika nanti di aula bertemu dengan Seonghwa tetapi ia juga tak ingin jika nanti San berduaan dengan Seonghwa disana.

Meskipun Wooyoung masih sakit hati pada San, tapi ia tak akan membiarkan San menjadi milik Seonghwa seutuhnya. Wooyoung sedikit mengangguk dan langsung berdiri dari duduknya.

STEPBROTHER : Sanwoo/WoosanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang