"Apa kamu menyukainya Wooyoung?"
"I-itu menyakitkan.."
"Tidakkah kamu menikmatinya juga?"
Wooyoung mencoba untuk membalikkan badannya, bagian bawahnya benar-benar terasa perih sampai ia tak bisa berdiri dengan baik. Ia mulai memeluk erat leher San.
"Umm, itu memang menyakitkan tapi aku menyukainya."
"Bagaimana jika kita melakukannya sekali lagi?"
"Apa? ti-tidak-"
San menghiraukan ucapan Wooyoung, ia mulai membawa Wooyoung ke shower dan tentu saja ia melakukan apa yang ia katakan pada Wooyoung barusan. Terlebih memang San masih menginginkannya.
-
"Wooyoung, berhentilah marah padaku. Aku minta maaf."
Wooyoung mendengus kesal, ia benar-benar marah pada San sekarang. San mengatakan jika dia hanya akan melakukannya satu kali saja, tapi kenyataannya San malah melakukannya sampai 3 kali.
Jika saja tadi ia tak menangis mungkin San tak akan menghentikan penisnya itu. Bahkan sekarang ia kesulitan untuk berjalan dengan benar, saat ia duduk pun itu terasa perih kembali.
San menghela nafasnya kasar, ia sungguh tak berniat melakukannya lebih dari itu. Wooyoung benar-benar membuatnya terus bernafsu sampai ia hilang kendali dan tanpa sadar terus melakukannya.
"Wooyoung sayang, ayolah maafkan aku. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau jika kamu memaafkanku."
Wooyoung mengerucutkan bibirnya, meskipun ia kesal pada San tapi ia masih ingin bermanja-manja dengannya dan itu bahkan membuatnya semakin kesal. Kenapa San bisa membuat dirinya seperti ini.
San tersenyum tipis, ia mulai mengelus rambut Wooyoung. Wooyoung terus-menerus menenggelamkan wajahnya diperutnya. Sedari tadi Wooyoung tertidur dipangkuannya karena dia kesakitan saat duduk.
"Bagaimana dengan eskrim? bukankah kamu menyukai eskrim?"
"Aku mau eskrim.."
"Yang sedang kamu tiduri itu juga bisa mengeluarkan eskrim, tidakkah kamu ingin mencobanya juga?"
Wooyoung mencubit pinggang San dengan cukup keras, ia tau apa yang dimaksud San. Benar-benar menyebalkan, apa lagi sekarang ia mendengar San yang sedang tertawa. Wooyoung berdecak sebal.
"Baiklah aku akan membelinya dulu keluar, kamu tunggu disini."
"Aku mau ikut."
"Apa kamu yakin bisa berjalan dengan benar nanti?"
"Kamu kan bisa menggendongku!"
"Baiklah."
-
Wooyoung turun dari motor San, selama diperjalanan ia merasa tak nyaman dengan duduknya itu karena ia merasa sakit bagian belakangnya, jika tau begini ia tak akan ikut bersama San. Wooyoung mulai melirik kearah San.
San ikut menatap kearah Wooyoung yang sedang mengerucutkan bibirnya disana. San sediki terkekeh pelan, ia yakin jika Wooyoung sedang kesakitan sekarang. San mengusak pelan rambut Wooyoung.
"Saat pulang nanti kita beli salep untukmu."
"Umm.."
Wooyoung menggandeng tangan San, ia mulai beranjak masuk bersama San tapi saat ia membuka pintunya pergerakannya terhenti karena melihat Yeonjun bersama seorang wanita disana. Wooyoung mulai mengerutkan dahinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEPBROTHER : Sanwoo/Woosan
FanfictionJung Wooyoung mengalami Brother Complex pada saudara tirinya, Choi San. Dimana Wooyoung mulai melakukan segala hal untuk bisa mendapatkan San agar tetap berada di sisinya. - San : top Wooyoung : bottom Homophobic do not interact this story. ⚠ There...
