Fakta baru

2.6K 371 44
                                        

"Apa yang kau maksud? Sudah tiga hari dan dia belum kembali, pergi kemana dia sebenarnya?" Alvex mulai kehilangan kesabarannya sekarang. Sejak pertemuan terakhirnya dengan Biyu tiga hari lalu, ia kembali lagi kemarin dan yang Alvex dapatkan adalah kabar bahwa Biyu tidak ada di tempat. Malam ini Clau mengatakan omong kosong yang sama membuat darah Alvex tiba-tiba mendidih. "Apa kau melakukan hal buruk padanya?"

"Tidak tuanku.." Clau menggeleng, wanita dengan pakaian kurang bahan itu terlihat terluka dengan tuduhan Alvex. "Seorang pria menyewanya selama beberapa hari."

Alvex menaikan alisnya. "Siapa?"

"Tuan anda tahukan bahwa kami sangat menjaga informasi para pelanggan. Saya menyesal karena tidak bisa memberitahu anda."

"Apa pria itu berencana membeli Biyu?" Alvex mengajukan pertanyaan lain. Clau terdiam, sebelumnya ia tidak pernah memiliki pikiran sejauh itu tapi melihat betapa kayanya pria Kusuma itu tidak menutup kemungkinan kalau ia datang menawarkan jumlah besar untuk mengeluarkan Biyu dari tempat ini.

"Sialan apa-apaan kau ini?!" Alvex berteriak murka karena Clau tidak bisa menjawab pertanyaannya. Melihat raut Clau membuat Alvex apa yang wanita serakah itu pikirkan. "Berani sekali kau memberikan Biyu kepada orang lain. Apa dia lebih hebat dariku?"

"Tuan bukan begitu, dia akan segera kembali. Aku akan menjemputnya setelah kesepakatanku dan pria itu selesai."

"Kau pikir aku akan percaya? Terserah saja tapi jika Biyu tidak kembali kesini maka kerjasama kita berhenti. Aku akan menarik semua uangku yang ada padamu."

"Tuan Alvex, tuan sebentar.." Clau berusaha menahan Alvex tapi pria itu dengan mudah menepisnya. Alvex berlalu pergi dengan amarah. Bagaimana bisa Clau membiarkan Biyu bersama orang lain berhari-hari diluar sana.

Sialan.

***

"Cepat pulang sekarang juga." Itu adalah kalimat pertama yang Bible dengar setelah telpon tersambung.

"Kali ini apalagi kak?" Pria itu menghempaskan punggungnya kesandaran kursi. Sejak ada Biyu kakaknya terus melakukan hal-hal menyebalkan sehingga ia memilih untuk bekerja lembur malam ini. "Aku lelah menghadapi keusilan kakak."

Tarisa bahkan berani mengunci Biyu dikamarnya agar Bible pulang cepat kemarin malam. Kakaknya benar-benar gila.

"Aku tidak sedang becanda.."

"Baiklah, lalu kenapa sekarang? Apa yang kakak lakukan padanya?"

"Biyu demam.." Suara Tarisa terdengar panik. "Dia juga mimisan."

Sikap santai Bible sebelumnya hilang begitu saja. Pria itu berdiri dari kursinya. Dadanya berdegup kencang mendengar penuturan sang kakak.

"Aku tidak tau harus melakukan apa."

"Kakak tenang dulu, aku pulang sekarang."

***

"Ami bawa kakakku kekamarnya." Bible tiba dirumah satu jam kemudian. Ami segera mendorong kursi roda Tarisa, sesuai perintah Bible, membawa wanita itu kekamarnya.

Bible mendekat keranjang. Biyu terlihat begitu pucat sekarang. Sepertinya Ami atau Tarisa sudah mengompres Biyu karena dikening pria itu terdapat pengompres.

Uhukk uhukk uhukk

Biyu terbatuk, Bible segera meraihnya karena pria kecil itu tiba-tiba bangun. Bible membantu menahan pundak Biyu, saat itulah ia dapat merasakan suhu tubuh yang begitu tinggi.

"Biyu.."

Biyu membuka matanya sedikit. "Ah tuan Bible sudah pulang.."

"Kita kerumah sakit ya, badanmu semakin panas."

SLUTWhere stories live. Discover now