••••
Kevin Alexandra, atau biasa dipanggil Kevin. Kevin merupakan anak polos nan pemberani, mempunyai pipi tembam, garis mata berbentuk kucing, hidung kecil yang mancung, kulit putih susu, pupil mata dark blue, rambut hitam seperti langit malam, dan bibir tipis berwarna peach.
Kevin adalah bungsu yang disayang dan selalu dimanja, namun hal itu tak membuat dirinya tamak dan sombong.
Hari itu......
Disebuah rumah sederhana lebih tepatnya di dapur, terlihat seorang wanita menggunakan celemek sambil memegang spatula, memasak lauk pauk yang akan dimakan untuk siang hari.
"Evin! Sayang!!" Panggil wanita tersebut setengah berteriak
Empu yang merasa namanya di panggil lantas berlari turun menemui sang bunda yang berada di dapur.
"Ada apa bun?" Tanya Kevin dengan kepala dimiringkan.
"Tolong belikan bunda garam sama santan kelapa ya, ini uang nya." Ujar sang bunda sambil mengeluarkan uang lalu memberikan nya pada Kevin.
Kevin iya-iya saja dan menerima uang yang di beri oleh bunda nya.
"Kak Milla sama kak Elen kemana bun?" Tanya Kevin heran.
Sebab biasanya kak Milla atau kak Elen yang akan membeli atau membantu sang bunda jika menyangkut hal-hal di dapur, Kevin tidak pernah di perbolehkan memasuki dapur karna takut si bungsu tersayang keluarga Alexandra terluka.
Apalagi melihat tubuh mungil miliknya, sungguh membuat para anggota keluarga itu benar-benar overprotektiv.
Bunda Kevin yang mendengar pertanyaan sang putra berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Ah, kedua kakak mu sedang pergi ke sekolah. Katanya ada urusan yang mendesak mereka." Jawab sang bunda lembut
Kevin mengangguk-an kepala nya polos, dan berucap 'ooh'.
"Yaudah Kevin pergi dulu ya bun."
"Iyaa. Hati-hati, liat kanan-kiri dulu." Tutur sang mama khawatir
"Siiip!"
Setelah berucap seperti itu, kevin lantas melenggang pergi ke supermarket terdekat. Jika ingin pergi ke supermarket maka harus menyebrangi jalan besar yang banyak mobil dan kendaraan lain yang lewat terlebih dahulu.
Kevin sampai dengan selamat ke tujuan, sesampainya ia membeli garam dan santan kelapa. Kan gak mungkin beli mainan. Setelah selesai membayar, Kevin pergi sambil membawa barang yang dibeli.
Saat mau menyebrangi jalan, Kevin tak sengaja melihat seorang anak kecil yang sedang berlari ketengah jalan ingin mengambil bola tanpa ada pengawasan dari orang dewasa.
Saat anak itu sudah mendapatkan bola miliknya, tak terlalu jauh dari tempat anak kecil itu berdiri muncul truk yang oleng sedang melaju menuju arah sang anak kecil.
Spontan tubuh Kevin berlari menuju anak kecil tadi, barang belanja an ia tinggalkan entah kemana. Kevin mendorong tubuh anak itu ke belakang agar aman, namun karna dia buru-buru Kevin terpeleset dan terduduk ke aspal dengan keras.
Orang-orang yang melihat Kevin terpeleset berteriak histeris, Mobil truk sedari tadi sudah membunyikan klakson tanda agar orang didepan truk tersebut agar segera pergi.
Tiiin.....!
Brakk...!
Aakkhh...!!
Dugh...
Kevin yang tak sempat melarikan diri, tertabrak truk dan terlempar sejauh 12 meter. Kevin merasa seluruh tubuh nya terasa remuk, pandangan nya mulai memburam namun samar-samar dia mendengar orang-orang berbicara, ketakutan dan tangisan(?), entahlah kepala Kevin rasanya ingin meledak.
Satu yang dia ingat adalah seseorang memeluk tubuhnya dan menangis histeris, mengucapkan kata-kata yang samar di telinga Kevin. Kevin memaksa matanya agar terbuka, dan ketika terbuka seseorang yang sedang memeluk nya sekarang adalah kakaknya -Camilla- menangis sambil mengenggam erat tangan mungil milik Kevin, sedangkan -Helen- terlihat sangat ketakutan sambil menelpon.
"Evin sayang, bertahan lah...." Kata Milla dengan suara bergetar di iringi air mata yang keluar.
"Ka...kak..." Ucap Kevin terbata-bata
"Iya sayang, kakak disini. Bertahan sebentar lagi ya..." Mohon sang kakak sambil memeluk tubuh Kevin yang sudah dibanjiri darah.
"Kak..Mil--la...kak..El--en.... Evin ngan-tuk... Evin pengen t-tidur.... Evin tidur..dulu yah...." Setelah mengucapkan itu Kevin menutup matanya.
Helen yang mendengar kata yang dilontarkan sang adik menutup mulut dengan air mata yang tak henti-henti nya keluar.
"Ga! Evin gak boleh tidur! Evin! Evin!!" Panggil Elen histeris.
"Evin...!"
"Hiks... Huwaa! Kak Milla Evin pergi! Evin! Hiks Evin!" Tak kuat rasanya Elen menahan isak tangisnya, begitu pula dengan Milla yang menangis dalam diam.
Sungguh hati mereka sakit melihat orang yang dicintai dan disayangi oleh mereka pergi lebih dulu dengan cara yang mengenaskan.
Ya, Kevin meghembuskan nafas terakhir nya ketika selesai berbicara, meninggalkan seluruh orang yang dicintai dan disayangi nya.
--__--__--
𝘓𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 ?
Don't forget to vote, coment, and share this my story~
25 mar-2023
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐨𝐯𝐞 𝐓𝐨 𝐀𝐧𝐨𝐭𝐡𝐞𝐫 𝐖𝐨𝐫𝐥𝐝
FantasíaBefore: [𝘽𝙇] 𝐁𝐞𝐜𝐨𝐦𝐞 𝐉𝐞𝐚 𝐈𝐧 𝐓𝐡𝐞 𝐖𝐢𝐳𝐚𝐫𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐖𝐨𝐫𝐥𝐝 Kevin Alexandra hanya ingin menyelamatkan seorang anak, namun ia malah berakhir terjebak di tengah perebutan kekuasaan dan cinta di Kekaisaran Nyctophillic. Dia adalah Kev...
