••••
Pria besar menggeleng, kemudian dia teringat sesuatu, "Ah! Kita belum berkenalan.." Ucapnya, kemudian di ikuti pria kecil yang juga menampilkan wajah cengo yang terkesan adorable bagi si besar.
"Oh iya! Perkenalkan namaku Aldrich Granville, anak ke-3 dari 3 bersaudara! Masih berumur 14 tahun, hehe.." Ucap Aldrich sambil cengengesan, sambil menggosok rambutnya.
Ya, ternyata pria kecil imut dan manis itu adalah Aldrich, pria manis yang tiba-tiba saja berpindah tempat ke sini. Tepatnya di hutan antah berantah yang memiliki pohon dunia! Yang sangat melegenda itu!
Aww~ Aldrich merasa dirinya sangat beruntung, apalagi dia juga bertemu dengan penyihir cahaya yang juga melegenda dan dikatakan hanya cerita saja.
Balik lagi kesaat ini, pria besar itu tersenyum tampan sambil memandang Aldrich.
"Senang bertemu dengan mu Aldrich, namaku Lucas Calgary, kamu bisa memanggilku Lucas, umurku sebenarnya sudah lebih dari beberapa abad, tapi jangan memanggilku kakek." Ujar Lucas memperkenalkan diri dan mengedipkan satu mata nya, menampilkan senyum tampan nya lagi terhadap Aldrich.
Lucas Calgary, penyihir cahaya generasi ke-4, pria yang sudah memiliki umur lebih dari satu abad itu adalah pria periang dan ceria.
A little information, Lucas sendiri sudah tidak memiliki keluarga sejak ia masih bayi, hidup sebatang kara hingga berumur 14 tahun, pada saat ia berumur segitu, dia bertemu dengan penyihir dari segala penyihir.
Yup, seorang penyihir cahaya yang sangat langka yang membawanya memulai kehidupan baru yang lebih layak, penyihir itu adalah wanita anggun, cantik dan baik.
Buktinya, dia membawa Lucas kecil ke rumahnya, merawatnya seperti anaknya sendiri. Membuat Lucas merasakan perasaan baru, yaitu kasih sayang seorang ibu setelah sekian lama hidup susah di dalam kegelapan.
Puluhan tahun kemudian, Lucas ternyata dipilih untuk menjaga pohon dunia, pohon yang bisa mengabulkan permintaan orang yang menemukan nya.
Pada saat itu terjadi, penyihir cahaya yang sudah Lucas anggap sebagai ibunya sendiri meninggal karna penyakit yang tidak diketahui, sebelum dia meninggal sang penyihir melimpahkan seluruh sihir cahayanya ke Lucas.
Setelah itu, Lucas pergi ke tempat dimana pohon dunia berada. Hutan Olmerts, hutan itulah yang ditujukan Lucas. Dan berakhir menjaga pohon dunia itu sampai beberapa ratus tahun kemudian, tanpa teman manusia.
Kembali ke saat ini, Aldrich tertawa pelan sambil mengusap sudut matanya yang mengeluarkan sedikit air.
"Haha.... Halo kakek Lucas~" Ujar Aldrich sambil menaik turunkan alisnya, mengejek yang lebih tua.
Lucas hanya mencebik main-main, tidak marah juga tidak kesal dengan ejekan yang dilontarkan Aldrich. Suasana diantara keduanya tampak hidup dan harmonis, dengan Aldrich yang terus tertawa dan mengejek Lucas dengan panggilan 'kakek'.
Sedangkan Lucas hanya tersenyum tampan sambil mengangkat alis dan menatap teduh wajah Aldrich.
"Wajahmu mirip dengan ibu ku.." Ujar Lucas tiba-tiba membuat Aldrich meredakan tawanya, lalu menatap Lucas dengan ekspresi bingung.
"Hah... Apa? Wajahku mirip dengan ibumu?" Tanya nya dan mengayunkan kakinya yang tak menapak, alias melayang, bukan. Mereka tidak terbang, mereka duduk di dahan pohon besar yang bahkan bisa di jadikan tempat tidur dan perabotan lainnya pikir Aldrich.
Lucas tersenyum tampan sambil menyandar pada batang pohon, memainkan ranting kayu yang patah.
"Uhum, kamu memiliki wajah yang sama dengan nya, mungkin karna kamu belum dewasa makanya belum terlalu terlihat." Jawab Lucas santai, meluruskan kaki kirinya dan menekuk kaki kanan nya, meletakkan tangannya di kaki kanan sambil memejamkan mata sejenak.
Aldrich diam, menatap hamparan pohon dan meresapi hembusan angin, yang seolah-olah sedang menyapanya. Tak tau harus merespon bagaimana jadi Aldrich hanya berdehem pelan.
Lucas membuka matanya, menatap Aldrich yang sedang melihat ke depan, diam-diam Lucas tersenyum tipis saat Aldrich tersenyum melihat kupu-kupu berterbangan di dekat nya.
"Bagaimana?" Tanya Lucas tiba-tiba, Aldrich menoleh ke samping melihat Lucas yang sedang menatap nya.
"Apanya?" Aldrich bertanya balik dengan bingung.
"Pemandangan hutan ini.." Jelas Lucas kemudian tersenyum tipis.
"Indah! Sooooo beautiful!" Jawab Aldrich tersenyum cerah, mengalahkan matahari yang bersinar di atas sana.
Lucas tersenyum tampan, dengan nada bangga dia berucap, "Hmph! Tentu saja, hutan ini di berkahi oleh sihir ku." Ucapnya sombong sambil menggosok hidung nya, Aldrich hanya tertawa mendengar nada Lucas yang terkesan bangga.
Lucas terkekeh pelan, menatap kupu-kupu yang sedari tadi mengelilingi Aldrich.
"Lihat, kupu-kupu nya menyukai mu.." Sambil mencoba menyentuh kupu-kupu disekitar Aldrich namun dengan cepat kupu-kupu itu terbang, hinggap di hidung mungil Aldrich.
"Hahaha! Sepertinya kupu-kupu ini hanya menyukai ku~" Ejek Aldrich pada Lucas yang sudah cemberut karna ditolak seekor kupu-kupu.
Lucas mengedikkan bahu, berdiri dari duduknya sambil menatap Aldrich yang terus bermain dengan kupu-kupu.
"Ya, sepertinya... Aku juga.." Lucas mengecilkan suaranya di kalimat terakhir, sehingga Aldrich tidak mendengar kalimat terakhir nya.
_____________________________________________
𝐓𝐛𝐜
Target vote: 150, bisa ngak ya?
Don't forget to vote, coment, and share this my story~
16 Juli-2023
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐨𝐯𝐞 𝐓𝐨 𝐀𝐧𝐨𝐭𝐡𝐞𝐫 𝐖𝐨𝐫𝐥𝐝
FantasíaBefore: [𝘽𝙇] 𝐁𝐞𝐜𝐨𝐦𝐞 𝐉𝐞𝐚 𝐈𝐧 𝐓𝐡𝐞 𝐖𝐢𝐳𝐚𝐫𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐖𝐨𝐫𝐥𝐝 Kevin Alexandra hanya ingin menyelamatkan seorang anak, namun ia malah berakhir terjebak di tengah perebutan kekuasaan dan cinta di Kekaisaran Nyctophillic. Dia adalah Kev...
