28

1.1K 136 14
                                        

" Shani kamu serius sama apa yang kamu bilang ini sama Mamah?."

Shani mengangguk." Aku serius Mah dan aku udah pikirin ini dari kemarin aku mau pisah dari Oniel Mah dan ini bener-bener udah jadi keputusan aku."

" Ya tapi apa alasannya Shani gak mungkin hanya karena masalah kecil kamu sampai minta cerai dari Oniel seperti ini Mamah tau persis betapa besar cinta kamu buat Oniel."

" Iya Mamah benar aku memang sangat mencintai Oniel bahkan sampai sekarang pun perasaan itu masih sama Mah tapi ada sebab lain yang bikin aku akhirnya mengambil keputusan ini."

Tangan Veranda mengusap lembut pipi Shani." Cerita sama Mamah apa alasan kamu mau pisah dari Oniel?."

*Satu Bulan Yang Lalu ( Sebelum Oniel Menghilang )*

Shani tersenyum manis memandangi kotak makanan yang ia bawa Shani sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk membuatkan makanan kesukaan Oniel dan Shani berharap Oniel menyukai makanan yang ia buat.

" Semoga aja kamu suka sama makanan ini Niel."

Shani memicingkan matanya ketika melihat pintu rumah Oniel yang terbuka sedikit dengan langkah pelan Shani pun masuk ke dalam namun saat Shani sudah berada di ruang tamu tidak ada siapa-siapa kemana Oniel dan Chika pikir Shani.

" Apa mungkin Oniel masih di kamar ya tapi ini kok pintunya gak di kunci gini sih."

Shani pun berjalan menuju kamar Oniel namun Shani menghentikan langkahnya ketika melihat Oniel dan Chika Keluar dari kamar.
Shani pun langsung bersembunyi di balik tembok sebelum Oniel dan Chika melihatnya.

" Niel kamu semangat ya hari ini kerjanya."

Oniel tersenyum pada Chika." Iya makasih ya kamu juga hati-hati di rumah kalau ada apa-apa cepet kabarin aku."

" Iya Niel aku pasti kabarin kamu."

Oniel menatap dalam mata Chika lalu menyelipkan rambut Chika ke samping telinganya perlahan Oniel mendekatkan wajahnya pada Chika.

Cup!

" Aku Cinta sama kamu Chika."

Hati Chika menghangat saat Oniel mengucapkan kata-kata Cinta untuknya namun saat Chika ingin membalas kata-kata Cinta Oniel itu lidahnya terasa kaku dan berat untuk mengucapkannya.

" Chik kamu kenapa?."

" Enggak Niel aku Gpp."

" Terus kenapa kamu diem aja lagi ada yang kamu pikirin sekarang?."

" Aku cuma lagi mikir aja Niel seharusnya Shani yang lebih berhak buat dapetin Cinta kamu sepenuhnya tanpa harus terbagi sama aku."

Oniel menangkup kedua pipi Chika." Chik aku kalau boleh aku jujur semenjak kita nikah sampai sekarang cinta aku ke kamu itu jauh lebih besar di bandingkan rasa cinta aku ke Shani."

Chika memegang tangan Oniel yang berada di pipinya." Enggak Niel kamu gak boleh kayak gini Shani lebih berhak atas kamu di bandingkan aku udah banyak kesalahan yang aku lakuin sama Shani jadi aku mau dia bisa dapetin apa yang udah seharusnya jadi milik dia."

" Chik kamu juga Istri aku kamu juga punya hak yang sama seperti Shani jadi aku mohon stop nyalahin diri kamu sendiri semua yang udah terjadi itu bukan salah kamu."

Oniel mencium punggung tangan Chika." Kita di persatukan oleh Takdir Tuhan Chika gak ada yang bisa merubah itu dan aku mau bisa terus sama kamu sampai nanti maut yang memisahkan kita berdua."

Takdir CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang