Jangan lupa follow vote and komen ya sebagai apresiasi. Yuk yang mau kenalan lebih dekat di ig: @ftmtl_mnwrh
Happy reading
°°°🖤°°°
Xian memasuki kelas dengan tergesa-gesa, sejak dirumah pikirannya terus tidak tenang akan Kalea yang memutuskan untuk berhenti sekolah dan dia harus bisa mencegatnya.
Saat sampai diambang pintu kelas dia meneliti seluruh isi kelas tapi tetap tidak menemukan Kalea sampai akhirnya dia memutuskan untuk bertanya "yang lihat Kalea siapa?" Tanyanya.
Seluruh atensi orang yang semulanya ribut langsung mengarahkan pandangan ke arah dia, padahal suara Xian biasa saja tapi mampu membuat seisi kelas mendengar nya meskipun dalam keadaan sedang ribut-ribut nya.
"Kalea ada diruang kepala sekolah katanya ada hal yang mau di urus" ucap salah satu siswa.
Tanpa mengucapkan kata terima kasih atau basa-basi lainnya, Xian segera berlari dari kelas menuju ruang kepala sekolah.
Sesampainya disana dia bisa melihat Kalea yang baru saja keluar dari ruangan tersebut dengan membawa beberapa berkas ditangannya.
Xian segera menghampiri Kalea lalu mencekal tangan Kalea yang hendak berlari menjauh darinya.
Xian membawa Kalea menuju tempat biasa dia nongkrong meskipun dengan paksaan tentunya, kini didalam ruangan itu hanya ada mereka berdua karena Xian sudah menyuruh dua temannya tidak kesini dulu sementara.
"Apaansih" Kalea menyentak kan tangannya dari genggaman Xian yang membuat pergelangan tangannya sangat sakit.
Xian diam tanpa berkata apapun tapi dia malah mendorong Kalea sampai mentok ditembok dengan satu tangannya memegang dagu Kalea dan satu lagi dia tumpukan ditembok "gausah berhenti sekolah" tekannya.
Kalea menatap Xian tajam lalu mencoba mendorong dada Xian tapi nihilnya semua cara itu tak berhasil "ini surat pemberhentian udah aku tanda tangani jadi kamu ga berhak dan ga punya hak untuk ngelarang" dia mengangkat tangannya yang memegang surat tersebut dan memperlihatkan nya pada Xian.
Xian memundurkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya "surat itu ga akan bisa lo jadiin jaminan" Xian merebut surat itu dari Kalea dan merobeknya didepan mata Kalea.
"Xian lo apa-apaan sih" Kalea berjongkok hendak mengambil surat itu tapi Xian terlebih dahulu menahan tangannya dan kembali mendorongnya ke tembok.
"Lo ngapain sih" saking kesalnya kini dia bahkan berbicara dengan sebutan lo pada Xian.
"Lo ga mikirin tentang masa depan yang udah lo rancang kalau misalnya lo bakalan berhenti sekolah? Gimana lo mau bisa balas hinaan orang-orang tentang lo kalau lo berhenti sekolah lo bahkan gabakalan bisa jadi orang sukses nantinya" ucapnya serius sambil memandang Kalea.
"Gue bisa kerja sampai gue mati dan mungkin kesuksesan ga memihak pada gue" kekehnya hambar.
"Sekarang lo mau nyerah gitu aja HAH? SECEPAT ITU LO NYERAH DAN GUE PERINGATIN SAMA LO GA USAH NGOMONG GUE-LO SAMA GUE" tekannya.
"Lo yang buat gue nyerah bangsat! DAN KENAPA KALAU GUE NGOMONG GITU KE LO? TERSINGGUNG? ATAU MAR---"
Ucapan Kalea terpotong saat Xian dengan cepat mencium bibir pink Kalea. Dia melepaskan tangannya dari tangan Kalea lalu dia pakai satu tangannya untuk menahan tengkuk leher Kalea agar diam dan satu lagi memegang pinggang Kalea.
Kalea tidak tau harus berbuat apa untuk menjauh dari Xian sampai akhirnya dia memutuskan untuk menggigit bibir Xian.
Xian melepaskan tautan ciuman mereka lalu tersenyum melihat wajah merah Kalea yang mungkin saat ini sudah dipenuhi dengan amarah yang menggebu-gebu.
Plak
Satu tamparan mendarat mulus dipipi Xian "gausa sentuh aku karena aku sekarang bukan orang yang pantas untuk kamu bully" dia menatap Xian tajam.
Xian memegang pipinya lalu senyum tercetak di wajah tampannya "oke kalau ini mau lo gapapa karena gue juga bakalan main kasar sama lo" Xian dengan cepat mendorong tubuh Kalea dengan kasar sampai jatuh kelantai bahkan sikutnya berdarah.
Dia mengukung badan Kalea dengan dengan satu tangan nya dan satunya lagi dia pakai untuk merogoh sesuatu di kantong seragamnya "lo bakalan gue biarin berhenti sekolah tapi mati, atau tetap sekolah disini dan lo gue biarin tetap hidup" seringainya.
Kalea menelan ludah nya kasar jujur saat ini dia sangat takut pada tatapan Xian pada dirinya yang nampak menyeramkan apalagi saat pisau tersebut menyentuh lehernya, ralat bukan pisau tapi sejenis silet yang bisa dilipat.
"Gue kasih lo kesempatan Kalea sampai..." Dia menggerakkan tangannya memutar pisau tersebut di leher putih Kalea "pisau ini menemukan sasaran empuk untuk ditancapkan."
"Kamu gila Xian" bahkan saat keadaan seperti ini Kalea bisa-bisanya Kalea tetap berbicara seperti itu pada Xian.
"Gue memang gila dan kegilaan gue bermula saat gue nemuin lo" Xian sengaja menekan ujung pisau dileher Kalea agar sang empu semakin ketakutan.
Xian memang laki-laki gila yang penuh dengan sifat dominan dan memerintah tapi Kalea tidak bisa menolak untuk kali ini karena dia masih sayang nyawanya, dia bertahan demi Reno untuk kali ini.
"Jawab Kalea gausah ngelamun" Xian semakin menekan ujung pisau ke leher Kalea.
"Iya aku ga akan berhenti sekolah" dia mendorong tangan Xian langsung dari lehernya tapi rasanya Xian seperti memilik tenaga lebih besar berkali-kali lipat dari Kalea sampai Kalea sering kesusahan jika mendorong Xian.
Xian melepaskan pisau tersebut dari leher Kalea lalu menaruhnya kembali ke saku celana nya, dengan perlahan dia berdiri setelah itu dia juga mengulurkan tangannya ke arah Kalea.
Kalea menerima uluran tangan Xian dan duduk di sofa seperti yang Xian suruh sedangkan Xian nampak nya sedang keluar mencari sesuatu.
Selang beberapa menit Xian kembali dengan kotak obat p3k "sini gue obatin tangan lo" dia menyentuh tangan Kalea perlahan lalu mulai mengobati nya.
Kalea hanya diam karena saat ini dia sangat malas berbicara pada orang didepannya.
"Gue janji ga akan sakitin lo lagi dan bully lo seperti dulu-dulu sampai lo bisa lulus disekolah ini dengan peringkat terbaik" senyum tulus Xian sambil menatap Kalea dalam.
Kalea tidak merespon dan enggan juga untuk tersentuh dengan ucapan Xian karena menurut dirinya Xian sudah sangat keterlaluan selama ini padanya jadi untuk apa dia rendah hati. Dan darimana datangnya kata-kata manis dari mulut Xian dan dimana juga hilangnya gengsi yang dia miliki, apa mungkin dia lupa bahwa selama ini dialah orang yang mematahkan semangat Kalea dengan bilang Kalea bodoh lah atau hal-hal keji lainnya.
.
.
.
See you next chapter again syg 🖤
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED WITH KALEA (END)
Ficção AdolescenteFOLLOW SEBELUM BACA⚠️ . . Xian si cowok brengsek,playboy,suka main kasar, tempramental,orang yang paling di takutin disekolah dan gabisa nahan emosi sendiri. Suka sama Kalea seorang gadis yang tidak terlalu terkenal disekolah dan jarang disukai oleh...
