03. sisi lain

26.9K 654 4
                                        

Jangan lupa follow vote and komen ya sebagai apresiasi. Yang mau kenalan lebih dekat yuk! Di ig: @ftmtl_mnwrh

Happy reading

°°°🖤°°°

Kalea membuka matanya, hari ini dia harus bangun pagi untuk sekolah seperti biasanya. Kemarin dia sempat libur lagi karena kejadian yang menimpanya tapi sekarang dia yakin bahwa tubuhnya sudah pulih meskipun belum sepenuhnya.

Kemarin malam dia menelpon dengan pacarnya hampir sampai pagi karena dia memang masih sangat takut dengan kejadian itu.

Kalea merapikan penampilannya sejenak "bagus, sekarang udah rapi" dia berputar didepan cermin.

Mengambil tas nya lalu berjalan keluar rumah tidak lupa dengan menjinjing sebuah tas kecil tempat bekal yang selalu dia bawa saat sekolah.

Kalea biasa berjalan ke sekolah karena keadaan rumahnya yang dekat dengan sekolah membuatnya tidak perlu naik angkutan umum.

Dia menghela nafas panjang saat sudah sampai di depan pintu kelas, semua murid didalam kelas sama sekali tidak mempedulikan nya tapi hanya satu pasang mata yang selalu melihatnya dengan tatapan tajam dari tadi.

Kalea mencoba abai dan memilih duduk terlebih dahulu di kursinya, baru saja dia akan mencari ketenangan tapi seseorang menggebrak mejanya dengan keras.

"Ikut gw!" Dia berbicara dengan nada yang biasa saja tapi terdengar sangat amat menekan.

Kalea mengernyitkan dahinya, dia merasa tidak buat masalah dengan Xian tapi kenapa Xian malah menyuruhnya untuk mengikuti dia.

Tanpa pikir panjang Xian langsung menarik tangan Kalea untuk mengikutinya.

Kalea ingin menolak tapi dia sudah terlanjur mengikuti Xian.

Xian membawa Kalea ke tempat yang biasa dia pakai untuk nongkrong dengan teman-teman nya "masuk" Xian menatap Kalea yang hanya diam di tempat bagaikan patung.

Saat memasuki ruangan itu Kalea bisa menghirup aroma parfum yang biasa Xian pakai "wangi" gumamnya kecil.

"Duduk lo!" Perintah Xian.

Kalea duduk di salah satu sofa yang ada disana "aku buat masalah lagi sama kamu?" Tanya nya pada Xian.

"Buka baju lo!" Perintah Xian.

"Kamu gila ya" Kalea berdiri dari duduknya lalu melihat Xian dengan tatapan tajam.

Tanpa mau berdebat lagi Xian memutar tubuhnya dan memberikan Kalea kemeja untuk dia pakai "pakai kemeja itu dengan cara kebalik karena gw mau lihat punggung lo yang luka" ucapnya.

Kalea speechless dengan ucapan Xian, memang sih Xian selalu mengobati Kalea jika dia merasa luka yang dia buat untuk Kalea tidak sembuh tapi Xian biasa melakukan nya tanpa bicara dan sekarang kenapa tumben sekali dia meminta Kalea dulu bukan semena-mena seperti biasa.

Kalea membuka seragam nya dan memakai kemeja itu dengan keadaan terbalik.

"Udah" ucap Kalea.

Xian membalikkan badannya ke arah Kalea dan melihat Kalea yang sudah memakai kemejanya.

Dia mengambil kotak p3k didalam lemari yang ada disebelah lalu berjalan ke arah Kalea.

Xian melihat punggung Kalea yang masih dalam keadaan memar meski sudah tidak parah, dia menghela nafas nya lalu mulai mengobati luka Kalea.

Kalea tidak meringis atau merasa sakit karena menurutnya ini sudah biasa terjadi di hidupnya, tidak hanya Xian yang selalu memukulnya tapi juga tantenya yang kadang suka datang kerumah untuk memukul Kalea sebab paman Kalea selalu memberi Kalea uang dalam jumlah yang banyak sehingga membuat tantenya kadang kalang kabut.

Selesai mengobati Kalea kini Xian keluar dari sana meninggalkan Kalea.

Kalea memasang seragamnya kembali lalu bersiap-siap untuk keluar.

Setibanya dikelas dia langsung menelungkupkan kepalanya di atas meja, mungkin saat ini sedang jam kosong jadi kelas sepi karena jika jam kosong biasanya murid-murid akan menghabiskan waktu mereka di kantin sekolah atau menonton basket di lapangan.

Kalea memegang perutnya yang mulai terasa lapar dia lalu membuka bekal yang dia bawa, tadi dirumah Kalea tidak sempat sarapan dan hanya minum air putih jadi dia membawa bekal yang semulanya akan dia makan di siang hari eh malah dia pakai untuk sarapan.

Merasa ada yang kurang dengan isi dalam tas kecilnya Kalea merogoh ransel nya ternyata dia lupa membawa air putih, Kalea orang yang susah makan tanpa minum dulu.

"Nih" Xian menyodorkan air putih ke arah Kalea.

"Makasi Xian" Kalea menerima air tersebut.

"Kenapa lo ninggalin gw tadi? Emang gw suruh lo pergi hah?!"

Kalea menundukkan kepalanya "maaf Xian aku kira kamu ke kelas duluan" dia tidak berani menatap Xian.

Xian duduk di kursi yang berada didepan meja Kalea "minum habis itu makan, gw maafpin lo untuk kali ini karena lo masih sakit akibat ulah gw."

Kalea memasang wajah senang lalu mulai makan dengan tenang, inilah sifat Xian yang tidak diketahui orang-orang yaitu saat dia baik pada Kalea dan selalu memperhatikan gadis itu meskipun Kalea sering menerima bully an atau kekerasan dari Xian tapi Xian lah orang yang selalu tau tentang nya.

Entahlah menurut Kalea Xian sangat sulit ditebak dan dia juga bingung menganggap Xian teman atau orang yang dia takuti dan berbagai sebutan lainnya.

Atensi Kalea teralihkan saat melihat luka di tangan Xian "Xian itu tangan kamu diperban kenapa?" Tanya nya.

"Jatuh dari motor" Xian menjawab tanpa ekspresi.

Kalea kembali memakan makannya, apasih yang dia pikirkan tentang Xian mana mungkin seorang Xian akan membantunya dalam keadaan seperti itu yang ada Xian akan membiarkan dia mati agar tidak ada yang membuat masalah dengannya lagi.

Xian menatap Kalea yang sedang sibuk makan "cantik" gumamnya.

"Hah?" Kalea mendongak Xian.

"Apa lo liat-liat" Xian menatap Kalea dengan tajam.

"Tadi kayaknya aku dengar Xian ngomong aku itu ca----"

"Diem atau gw potong lidah lo!" Tekan Xian pada kata-katanya.

Kalea langsung diam, dia membenci orang yang didepannya ini dan selalu berdoa pada tuhan agar tidak mempunyai jodoh yang seperti Xian walaupun Xian agak perhatian padanya tapi Kalea tidak akan melupakan sikap playboy dan kasar Xian.

.
.
.
See you next chapter again syg!

OBSESSED WITH KALEA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang