Jangan lupa follow vote and komen sebagai apresiasi kalian.
Tandai yang typo!
Happy reading
°°°🖤°°°
Kemarin adalah hari yang paling Kalea ingat, hari dimana dia mendengar semua fakta menyedihkan tentang sosok Xian yang suka main cewek dan fakta itu dia dengar langsung dari mantan pacar Xian.
Pagi sekali Kalea sudah berangkat lebih dulu kesekolah, dia ingin menghindari Xian sementara waktu ini, mungkin satu hari kalau saja Xian tidak memaksa nya.
Saat tiba di gerbang sekolah Kalea terkejut, dia melihat Xian dan seorang perempuan sedang berpelukan.
Kalea ingin memutar balik tubuhnya namun dia harus masuk ke kelas, dengan terpaksa dia mencoba lewat. Ntah kenapa hatinya terasa sedikit sakit padahal rasanya pada Xian tidak begitu besar.
Kalea pura-pura tidak melihat dua insan yang sibuk berpelukan tersebut namun Xian menyadari Kalea melewatinya.
Dengan langkah cepat Xian mencoba menggapai tangan Kalea namun tanpa diduga Kalea malah berlari. Reina tersenyum penuh arti, misinya berhasil.
Xian mengejar Kalea sampai dia berhenti didepan ruang kelas mereka, dia menghentikan langkah Kalea "berhenti Lea, apa yang kamu lihat itu ga seperti pikiran kam--"
"Buat apa ngejelasin? Xian kan dari dulu suka main cewek jadi Kalea cukup ngeri aja sama sikap Xian" dia melangkah masuk kedalam kelas.
Xian mengacak rambutnya, dia ikut masuk kedalam kelas, didalam kelas hanya ada satu orang dan petugas kebersihan diluar.
Xian mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Kalea, tukang bersih tersebut adalah mata-mata bundanya, sewaktu berangkat sekolah tadi Xian melihat bundanya yang nampak antusias berharap Xian disekolah akan rajin belajar apalagi sampai berangkat pagi tanpa bunda nya ketahui bahwa Xian berangkat pagi untuk melabrak Reina yang dia ketahui sering datang pagi.
Tanpa mau berbohong akhirnya saat ini terpaksa Xian hanya duduk diam dimeja tanpa mau menghampiri Kalea, petugas kebersihan selalu melihatnya dari jendela.
Jika dia menghampiri Kalea nanti dia pasti akan emosi jika Kalea melawannya, dia tidak mau membuat masalah lebih banyak. Bunda dan ayahnya saat ini sedang mewaspadai dirinya, ada noda darah dalam baju Xian kemarin malam.
Kalea menunduk kan kepalanya, dia merasa memang tidak penting dimata Xian karena buktinya Xian tidak membujuk nya atau meminta maaf malahan Xian saat ini seolah-olah menganggap nya hal yang tidak penting.
Kalea mencoret bukunya, untuk apa dia berharap pada orang yang sama sekali tidak terlihat serius padanya. Mungkin Xian nampak serius namun Kalea masih saja ragu.
°°°🖤°°°
Xian berhasil tidak membuat masalah, dia sudah tidak tahan ingin menemui Kalea saat ini juga, dengan secepat kilat dia berjalan kearah parkiran untuk mengambil motornya dan berlalu ke rumah Kalea.
Xian telat pulang akibat ada salah satu guru yang memanggil nya tadi saat dia akan menghampiri Kalea yang lebih dulu keluar kelas.
Dia memarkirkan motornya dihalaman rumah Kalea. Dengan langkah buru-buru dia mengetuk pintu Kalea.
"Kalea"
"Kalea"
"Kalea ini Xian, tolong buka pintunya"
Kalea mendengar suara Xian dari luar namun dia hanya pura-pura diam saja, dia saat ini sedang duduk di sofa ruang tamu rumahnya.
Sesaat sudah tidak ada suara terdengar dan tidak ada lagi suara ketokan pintu.
Kalea berdiri sambil memegang gelas berisikan air, dia akan membawanya ke kamar, pikirnya saat ini Xian sudah pulang.
Brukkkk
Suara seseorang jatuh didepan pintu, pintu rumah Kalea didobrak oleh Xian. Kalea yang kaget sampai menjatuhkan gelas yang dia bawa kelantai.
Xian berlari kearah Kalea, dia memegang pundak Kalea "dengerin aku ya, maafin Xian... Tadi Reina yang duluan meluk" Xian benar-benar takut Kalea akan meninggalkan nya.
Kalea mencoba melepaskan tangan Xian yang ada di pundak nya "maaf kamu gaperlu jelasin apa-apa."
"Gak!" Xian menggelengkan kepalanya "kamu harus tau kalau yang kamu lihat hanya salah paham, kita itu kekasih kalau kamu lupa Lea...."
Kalea emosi melihat Xian, sifat Xian yang disekolah tadi membuatnya merasa sama sekali tidak penting dimata Xian.
"LEPAS XIAN!" bentak Kalea.
Xian melepaskan Kalea detik itu juga "lo bentak gue?" Nada suara Xian berubah datar.
"Kenapa kalau gue bentak lo?" Sakit ditambah emosi yang menggebu-gebu membuat Kalea nekat seolah-olah dia melupakan bahwa Xian adalah orang yang tidak akan bisa dia lawan bagaimanapun caranya.
"Perbaiki kata-kata lo sama gue Kalea!" Xian tidak membentak Kalea tapi kata-kata nya seolah-olah sangat menekan.
"Gue gak mau" Kalea berjalan melewati Xian namun dengan sigap Xian menahan tangan Kalea.
"Gue minta maaf, anggap aja omongan lo tadi gak gue denger sama sekali, kita saling maafin ya?" Lembut Xian.
Kalea menyentak tangan Xian "GUE BILANG GAK YA GAK! ngerti gak sih? GUE CAPEK KAYAK GINI...LO MAKSA TAU GAK?" Kalea memberanikan diri berbicara sambil menatap Xian.
Xian tanpa sadar menampar pipi Kalea "lo gak tau seberapa gengsi gue, tapi demi lo gue rela minta maaf dan hilangin gengsi gue, dimana rasa terimakasih lo HAH?"
Kalea menoleh kesamping, tamparan Xian membuat mulut nya sedikit berdarah. Diam adalah satu hal yang dia lakukan saat dirinya sudah benar-benar marah pada seseorang.
Xian diam "maafin Xian Kalea" dia mencoba mendekati Kalea namun Kalea malah menolaknya dengan cara mundur perlahan.
"Fuck!" Xian menarik rambut Kalea lalu menyeret Kalea menuju sofa, dia menjatuhkan tubuh Kalea "gausah lawan gue anjing!"
Kalea terduduk diam di sofa, rambutnya terasa sakit karena ditarik Xian, air mata jatuh ke pipinya.
"SEKARANG BILANG KALAU KAMU GAK AKAN PERNAH LAWAN XIAN LAGI!" perintah Xian, nadanya mulai membentak.
Kalea menggeleng, dia masih tetap keras kepala bahkan mulutnya masih enggan terbuka.
"KALEA!"
Kalea tetap diam, dia menangis sejadi-jadinya namun tangisannya sama sekali tidak mengeluarkan suara.
"BANGSAT!" Xian hendak melayangkan pukulannya pada Kalea namun dia hentikan.
Kalea mendongak "kenapa gak jadi pukul?" Dia tertawa sumbang "PUKUL AJA! MASIH PUNYA RASA KASIHAN HAH?" Kalea berdiri, Xian tidak lagi menjambak rambutnya.
Xian terdiam, tangannya masih diam di udara.
Kalea berlari keluar rumah, dia memanfaatkan kesempatan.
.
.
.
Maaf gaje sekali ini.
See you next chapter again syg 🖤
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED WITH KALEA (END)
Fiksi RemajaFOLLOW SEBELUM BACA⚠️ . . Xian si cowok brengsek,playboy,suka main kasar, tempramental,orang yang paling di takutin disekolah dan gabisa nahan emosi sendiri. Suka sama Kalea seorang gadis yang tidak terlalu terkenal disekolah dan jarang disukai oleh...
