Jangan lupa follow vote and komen ya sebagai apresiasi dari kalian. Yang mau baca cerita ini maaciw banget ya cinta🖤
Happy reading
°°°🖤°°°
"Masa iya gue harus bersikap kayak Reno, mana bisa njing!" Xian mengumpati dirinya sambil melihat cermin yang sedang berada didepan nya "AKHHHHH" teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya.
Xian melirik jam yang ada ditangannya yang sudah menunjukkan pukul lima sore yang berarti sudah saat nya untuk makan malam.
Dia berjalan ke arah ruang makan sambil memasukkan satu tangannya ke arah saku sedang tangan yang satunya sibuk menyecroll layar handphone nya.
"Ga baik main hp sambil jalan, nanti bisa jatuh gimana? Atau kamu ga sengaja nabrak bunda yang lagi bawa nampan habis itu pecahan kacanya kena ke kamu gimana hah?" Silya mengomeli anak semata wayangnya itu.
"Iya Bundaaaaaaaaa ku astaga, ngomelnya panjang bener kayak jalan tol jakarta" Xian duduk diatas kursi sambil mengambil piring, disana sudah ada papanya yang enteng main handphone sambil sesekali menyesap kopi.
Silya hanya bisa geleng-geleng kepala dengan jawaban Xian "Yaudah sini piring nya biar bunda ambilin nasi sama lauknya ya" Xian mengangguk dengan semangat sambil menyerahkan piringnya ke arah bunda nya.
Setelah menyelesaikan makan sore bersama nya dengan suasana hening karena dalam keluarga Xian kalau makan sambil ngobrol tidak diperbolehkan, mereka tidak menjunjung tinggi tata krama hanya saja mengikuti adab dan sopan santun.
Xian dan kedua orang tuanya beralih keruang keluarga karena Xian lah yang memaksa.
Setelah mereka duduk di sofa dengan santai sejenak, barulah Xian membuka pembicaraan mereka "Bun, ayah, kalau Xian jadi orang yang baik bisa ga sih?" Tanyanya.
"Memang selama ini kamu orangnya tidak baik?" Ledek ayah Xian.
Xian nampak mikir sejenak "tergantung mood sih" ucapnya.
Ayahnya melotot ke arah Xian.
"Bercanda yah" tawanya yang jelas sekali nampak dibuat-buat.
"Memang anak bunda mau jadi orang baik buat siapa?" Memang bunda yang paling pengertian deh.
"Buat seseorang bunda, menurut bunda gimana cara mulainya ya?" Sungguh Xian sangat kebingungan untuk memulai darimana, sebenarnya dia tau tata cara jadi orang baik tapi tidak ada salahnya juga meminta saran.
"Kamu itu harus mengerti orang itu dulu, apa kesukaan nya dan juga hal ya dia benci, baru kamu bisa simpulkan dua hal itu" nasehat bunda Silya.
Xian nampak menganggukkan kepalanya tanda dia sudah tau harus melakukan apa terlebih dahulu saat ini.
Sedangkan Silya dan suaminya hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya yang saat ini sedang senyum-senyum sendiri.
°°°🖤°°°
Xian saat ini sudah lengkap dengan barang bawaan nya yang berupa buket bunga tulip yang dia impor langsung dari Belanda, dia juga membawa coklat, dua hal itu adalah sesuatu yang sangat Kalea suka.
"Selamat pagi cantik" ucapnya saat Kalea baru saja keluar dari gerbang rumahnya dengan keadaan yang sudah rapi berseragam.
Kalea hanya menjawab dengan deheman ringan, ternyata Xian nampak menepati janjinya untuk menjadi orang yang lebih baik.
"Ini buat cintanya Xian" dia memberikan buket bunga tulip dan juga coklat kepada Kalea.
Kalea nampak berbinar-binar dengan apa yang Xian berikan seketika itu dia lupa akan kekesalan nya, bunga tulip adalah favoritnya dan coklat.
"Makasi Xian" Kalea nampak sangat kegirangan.
Xian mengulum senyum melihat wajah Kalea yang benar-benar indah jika sedang senang "sama-sama" ucapnya.
Setelah Kalea menaruh bunga tulip nya dalam wadah bening bening berisikan air, barulah dia berangkat bersama Xian sambil memakan sebatang coklatnya di perjalanan.
Mereka ke sekolah dengan berjalan kaki dikarenakan Xian tidak membawa motor, hal itu sengaja dia lakukan agar dirinya dan Kalea dapat lebih dekat.
"Menurut Kalea, hari ini Xian gimana?" Tanya nya.
"Xian hari ini baik banget kok" Kalea menatap Xian dengan senyum tulusnya.
Xian nampak lega karena Kalea menerima perubahan dirinya dengan sangat baik, jika seperti ini pasti dia akan betah menjadi orang yang manis.
Regan datang dengan motornya menuju ke sekolah tapi tak sengaja dia berpapasan dengan Kalea dan Xian yang nampak tertawa bersama.
"Hi Kalea, hi Xian" dia menghentikan motornya dan membuka helmnya.
"Hi juga Regan" hanya Kalea yang nampak membalas sapaan Regan tapi Xian hanya diam sambil memandangi nya dengan tatapan tajam seolah-olah dalam tatapannya dia mengatai Regan pengganggu.
Regan tersenyum melihat Kalea yang nampak lucu sambil memakan coklat tapi bukan berarti Regan suka Kalea ya karena dia tau Xian pada Kalea itu seperti apa.
Kalea melihat Regan yang memandang nya, batinnya Regan suka coklat makanya melihat terus ke arahnya "Regan mau coklat?" Tawarnya.
"Sabar Xian sabar" berbagai macam umpatan saat ini Xian tahan dalam hatinya.
"Eh...nggak kok Lea, yaudah aku duluan ya" dia buru-buru pergi saat merasakan hawa tak enak dari orang disebelah Kalea.
Xian berjalan memasuki gerbang sambil merangkul pinggang Kalea dengan sangat erat.
Kalea melihat Xian yang terlihat sekali bahwa dia sedang kesal akan sesuatu hanya saja Kalea tidak tau itu "Xian, ini udah sampe sekolah dan aku ga mau kita terlalu deket" dia berjalan terlebih dahulu.
Xian tidak mau kalah dan malah mengejar Kalea "gue... Maksudnya aku belum setuju ya tentang permintaan kamu waktu itu jadi hari ini aku akan jawab kalau aku gak mau rahasian in hubungan kita."
Kalea nampak memelas "aku mohon...Xian" dia menggenggam tangan Xian.
Kesabaran Xian saat ini sudah menjadi setipis tisu akibat Kalea, dia menggenggam tangan Kalea dan mengajaknya pergi dari area gerbang menuju belakang sekolah agar nanti didepan tidak banyak yang menontonnya karena saat ini dia sedang ingin sekali marah kepada Kalea.
Xian ingkar, baru saja dia berubah eh karena beberapa hal malah menjadi marah lagi, cuman karena Regan yang ditawarkan coklat dan disapa dengan senyum Kalea ditambah dengan Kalea yang tidak mau ketahuan pacaran dengannya membuat emosinya naik pitam seketika.
.
.
.
See you next chapter again syg 🖤
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED WITH KALEA (END)
Teen FictionFOLLOW SEBELUM BACA⚠️ . . Xian si cowok brengsek,playboy,suka main kasar, tempramental,orang yang paling di takutin disekolah dan gabisa nahan emosi sendiri. Suka sama Kalea seorang gadis yang tidak terlalu terkenal disekolah dan jarang disukai oleh...
