28- Menjalani Hari Baru

6.2K 615 24
                                        

Lisa terbangun saat mendengar suara tangisan yang cukup keras dari sang anak. Ia langsung bangkit dan berniat menuju box bayi yang berada tidak jauh dari ranjangnya. Namun, rupanya Jennie sudah lebih dulu menggendong Given dan sedang berusaha untuk menenangkannya.

Jennie berdiri di dekat pintu balkon sembari mengayun-ayunkan Given dalam gendongannya. Namun, tangisan bayi itu masih belum juga berhenti.

"Sayang, apa yang terjadi?" Lisa mendekati sang istri dan anaknya.

Given memang sudah dibawa pulang ke rumah sejak satu minggu yang lalu. Namun, selang OGT yang terpasang pada mulut Given masih belum bisa dilepas karena bayi itu membutuhkannya untuk masuknya asupan makanan ke dalam tubuhnya.

Selang OGT (Orogastic Tube) adalah selang yang dipasang melalui mulut bayi hingga sampai ke dalam lambungnya, yang berguna sebagai jalan masuknya makanan. Bisa juga berfungsi untuk mengeluarkan gas dalam perut bayi prematur.

"Given lapar dan aku mencoba menyusuinya, tapi kenapa Given tidak mau menghisap putingku, hon? Apa dia sakit?" Jennie tampak cemas karena anaknya tidak berhenti menangis sejak tadi.

"Sayang, Given belum bisa menghisap seperti bayi yang lain. Itu akan membuatnya kelelahan. Dia hanya bisa mencerna makanannya lewat selang ini. Bukankah dokter sudah memberitahunya pada kita?" kata Lisa dengan lembut.

"Tapi sampai kapan, hon? Sampai kapan Given harus memakai selang seperti ini? Kapan dia bisa makan dengan normal seperti bayi lain? Aku juga ingin dia menyusu padaku" mata Jennie berkaca-kaca.

Lisa langsung membawa Jennie ke dalam dekapannya. Emosi Jennie memang sedang tidak stabil akhir-akhir ini. Ia bisa tiba-tiba menangis ataupun marah-marah tanpa sebab. Terkadang, saat Given menangis, bukannya menenangkan, Jennie juga justru ikut menangis dan pergi begitu saja.

Lisa tidak menyalahkan istrinya. Dia tahu bahwa Jennie sedang mengalami baby blues. Bukan hal mudah bagi ibu yang baru saja melahirkan apalagi memiliki seorang anak yang prematur dan memerlukan perhatian khusus. Sangat wajar jika Jennie merasa shock dan tidak cukup siap dalam menghadapi situasinya yang baru sebagai seorang ibu.

"Given akan segera sembuh dan menyusu padamu, sayang. Untuk sekarang, biarkan Given berjuang dengan caranya. Kita cukup ikuti prosedur yang dokter berikan" Lisa berusaha menenangkan Jennie yang menangis dalam pelukannya.

Given pun masih belum berhenti menangis sejak tadi. Tangisannya semakin keras karena rasa lapar yang ia rasakan.

"Berikan Given padaku, kau istirahat saja ya, baby?" Lisa mengambil alih Given dari gendongan Jennie.

"Kembalilah berbaring, jangan menangis lagi. Nanti kepalamu bisa sakit" Lisa mengusap kepala Jennie, kemudian mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang.

Setelah memastikan Jennie tenang, Lisa pun pergi menuju kulkas di kamar mereka yang secara khusus berisi ASI untuk Given. Lisa mengambil salah satu pouch, kemudian memanaskannya sebentar. Setelah dirasa hangat, Lisa mulai memberikan ASI tersebut melalui selang yang terpasang dengan perlahan.

Selama proses masuknya ASI ke tubuh Given, Lisa juga menepuk-nepuk pantat Given agar anaknya kembali tidur dan berhenti menangis. Sekitar 10 menit berlalu, Lisa selesai memberikan ASI kepada Given. Bayi tampan itu pun juga sudah kembali terlelap tidur.

Sebelum mengembalikan Given ke box bayinya, Lisa terlebih dulu membersihkan selang OGT-nya dengan air agar menghindari terjadinya sumbatan pada selang. Tak lupa, ia juga mengganti plester yang terpasang di dekat mulut Given agar selangnya tidak terlepas saat Given bergerak dalam tidurnya.

"Selamat tidur, pangeran kecil" Lisa baru saja meletakkan anaknya ke dalam box bayi.

Given sempat bergerak gusar karena merasakan perpindahan tempat. Lisa buru-buru mengusap keningnya agar Given kembali tenang dan tidak terbangun dalam tidurnya. Usai memastikan Given tidur dengan nyenyak, barulah Lisa beranjak dari sana untuk kembali ke ranjang.

Healer [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang