Devan membawa Sahila kesebuah tempat yang dimana terdapat banyak sekali pedagang yang menjual beraneka macam jajanan,tak cuma itu ada banyak orang juga yang berlalu lalang di sana,Sahila memandang Devan yang berdiri tegap di samping nya,menatap cowok itu dengan tatapan bertanya,untuk apa laki laki itu mengajak nya ke tempat ramai seperti ini?
"Kenapa kita kesini Dev?"
"Gak suka?"tanya Devan balik.
Bukan tidak suka,Sahila berpikir bukan nya besok Devan akan pergi olimpiade? seharusnya sekarang cowok itu memilih untuk belajar,memanfaatkan waktu nya semaksimal mungkin bukan malah pergi ke tempat seperti ini.
"Kenapa kamu gak belajar buat besok aja Dev,kamu kan perlu persiapan"
"Santai aja,gue udah belajar ko.lagian kalo gue terus terusan mikirin angka bisa bisa kepala gue pecah,gue butuh hiburan,otak gue perlu refreshing"jawab Devan panjang lebar.
Diam selama beberapa detik akhirnya cowok itu memutuskan untuk mengajak Sahila menghampiri salah satu pedagang yang jualan nya terlihat sepi,tak seperti pedagang lain yang memiliki banyak pelanggan.
"Yang ini berapa pak?"tanya Devan pada seorang bapak tua yang menjual permen lollipop dengan berbagai ukuran,namun Devan mengambil lollipop dengan ukuran paling besar.
"Dua puluh ribu aja dek"jawab bapak itu terlihat senang karena ada yang membeli.
"Murah banget pak,saya beli dua deh,jadi empat puluh ya pak"Devan mengeluarkan satu lembar uang dengan nominal paling besar di dompet nya lalu memberikan nya kepada bapak itu.
"Kembalian nya ambil aja pak"ujar Devan sambil tersenyum,bapak itu tampak terkejut namun tak lama ikut tersenyum senang.
"Semoga rezeki adek nya lancar terus ya dek"ujar bapak itu.
"Amin pak"Devan segera pergi membawa Sahila yang hanya terus diam di belakang nya.
Cowok itu menyodorkan permen lollipop besar yang baru saja dia beli kearah gadis itu."buat Lo"
Sahila menerima nya,sungguh dia masih merasa terharu,ternyata Devan cowok yang sangat baik.dibalik sifat nya yang cuek ternyata Devan mempunyai hati yang lembut,Sahila senang melihat itu.
"Makasih"
Cowok itu hanya mengangguk,sambil terus memakan permen nya dua orang remaja itu terus berjalan memperhatikan tempat sekitar yang cukup ramai,Sahila merasa untuk pertama kali nya dia pergi ke pasar malam berdua dengan cowok seperti ini,biasanya ia suka pergi sendiri.
"Abis ini mau kemana? Ke rumah hantu gimana?"usul Devan namun Sahila langsung menggeleng.
Devan tertawa."takut kan Lo,sama gue juga"
"Yeuuu,aku kira kamu pemberani"ucap Sahila,Devan yang mendengar itu merasa tertantang gadis itu dengan tidak langsung menyebutnya pengecut.
"Berani ko sebenernya tapi kalo berdua sama lo,kalo sendiri gue gamau bisa bisa nanti gue gak muncul keluar"
Sahila mengangkat sebelah alisnya."kenapa tuh".
"Bisa pingsan gue di dalam"lanjut Devan,mereka berdua pun tertawa.
"Loh kalian"ujar seseorang.
Devan dan Sahila seketika menghentikan tawa nya,mereka berdua menatap kearah dua orang yang sedang berdiri di depan nya,raut wajah Sahila yang semula terlihat ceria seketika pudar tergantikan dengan wajah datar saat matanya tak sengaja bertemu dengan mata teduh nan tajam milik seseorang.
"Kalian pacaran ya?"tanya salsa menunjuk Sahila dan Devan.
Dua orang remaja itu menggeleng."engga mbak"jawab Sahila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvendra
Teen FictionCerita ini menceritakan sosok laki laki bernama alvendra Eksa Rahadian,laki laki tampan pemilik wajah datar yang di paksa untuk menikahi gadis lugu bernama Sahila julvina. Pernikahan yang sebelum nya tak pernah terlintas di otak Alvendra maupun Sahi...
