Itu Dion,cowok itu berdiri di samping meja kantin yang di tempati oleh salsa dan dua teman nya,cowok itu tersenyum kearah salsa lalu tatapan nya mengarah pada Sahila yang duduk di samping kekasihnya itu.
Sahila segera menundukkan kepala,kembali melahap makanan di depan nya dengan tidak nafsu,begitu juga Kheris. gadis itu merasa bahwa nafsu makan nya mendadak hilang seketika.
"Boleh ko duduk aja"ucap salsa mempersilahkan.
Dion duduk berhadapan dengan salsa dan di samping nya ada Kheris juga,gadis itu sedikit menggeser duduknya nya karena tak terlalu dekat dengan Dion.
"Sal,pulang sekolah kita jalan yok"ajak Dion memulai pembicaraan.
"Boleh"ujar salsa dengan senang,lalu tatapan gadis itu menoleh kearah Samuel yang sekarang sedang menatap nya balik,cowok itu menatap tajam kearah nya seolah tak mengijinkan untuk pergi namun salsa memilih tak peduli dan kembali pokus ke depan.
"Ekhem,gue duluan ya"Kheris berdiri dan pamit pergi entah kemana.
Salsa hendak melarang Kheris untuk pergi namun terlambat gadis bule itu sudah berlari keluar dari area kantin.ia merasa sedikit heran,kenapa setiap Dion bersama nya Kherisa selalu memilih untuk menghindar dan pergi.
Kini tinggal lah mereka bertiga,salsa dan Dion sibuk berbincang sampai lupa bahwa disana ada Sahila yang menjadi penyimak diantara obrolan mereka,lebih tepat nya di jadikan obat nyamuk.
Sahila merasa tidak tahan terlalu lama diam di situasi seperti ini,ia pun memilih untuk pamit hendak menyusul Kheris namun siapa sangka seseorang datang dan mengambil duduk di depan nya.
Gadis itu seketika mengurung kan niat,melihat seseorang yang tak ia duga datang menghampiri nya.
"Mau kemana Lo?"tanya Al ketika berhasil duduk berhadapan dengan Sahila.
Salsa dan Dion diam sesaat melirik ke samping,disana ada Alvendra yang sedang asik meneguk sebotol air putih milik Sahila hingga tersisa setengah.
"Dasar bego mau aja di jadiin obat nyamuk"celetuk Al setelah menutup botol minuman nya.
Sahila diam,cengo.untuk pertama kali nya Al mau meminum air bekas dirinya.
Samuel dan Raihan yang asik berbincang dan Dafa yang baru saja kembali setelah memesan makanan memfokuskan pandangan kearah meja di samping nya,yang di tempati oleh Al.
"Ngapain tuh anak disana?"tanya Dafa pada dua teman nya.
"Mau silaturahmi sama mantan kali"sahut Raihan mengambil makanan pesanan nya.
"Lahh si bule kemana?"Dafa bertanya ketika dirinya tak melihat keberadaan Kherisa.
"Minggat,karena gatahan liat ke uwu an dua human di sebelah nya"jawab Raihan sembari mengaduk aduk satu porsi mie ayam nya.
"Bucin nya gatau tempat"kata Samuel tiba tiba.
"Iri mah bilang atuh,Lo juga balikan sana sama si Nadhira"
"Ogah"tolak Samuel mentah mentah.
Salsa memandang alvendra selama dua detik sementara yang di tatap hanya menampilkan ekspresi menyebalkan nya,membuat salsa bergidik.
"Maaf kak aku harus pergi bentar lagi bel masuk"ujar Sahila pamit undur diri dari sana.
"Sialan tu anak,sekarang malah gue yang di jadiin obat nyamuk"dumel Al.
Keluar dari kantin Sahila menghela nafas lega,entah kenapa ketika ia berada di dalam sana nafas nya terasa sesak,ia merasa begitu kesulitan untuk bernafas apalagi harus berhadapan dengan alvendra,cowok itu selalu saja membuat nya deg degan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvendra
Roman pour AdolescentsCerita ini menceritakan sosok laki laki bernama alvendra Eksa Rahadian,laki laki tampan pemilik wajah datar yang di paksa untuk menikahi gadis lugu bernama Sahila julvina. Pernikahan yang sebelum nya tak pernah terlintas di otak Alvendra maupun Sahi...
