bagian 39

1.7K 249 40
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.....

Terlihat Yomi ragu-ragu bahkan untuk sekedar melihat wajah xiao zhan.

Setelah dirinya sadar bahwa yg tak sengaja di tabraknya adalah xiao zhan, yomi sedikit gugup. Bukannya dia takut, hanya saja, dia sangat malu dengan keadaan wajahnya.

Tangan yomi menarik anak rambutnya, keinginannya untuk menutup bekas luka di wajahnya yang membuatnya kehilangan kepercayaan dirinya.

Xiao zhan menarik satu alisnya ke atas, "apa itu terlihat buruk hingga kau ingin menutupinya?"

"Ap-apa?" Yomi mendongak, dia melihat wajah datar xiao zhan yg dingin.

Xiao zhan menyilangkan kedua tangannya di dada, "jadi kau kehilangan satu mata mu?"

Alis yomi berkerut, "tunggu, apa kau juga ikut andil oleh semua yg aku dapatkan?" Xiao zhan menanyakan hilangnya mata yomi bahkan dengan santainya.

Xiao zhan menggeleng, "tidak, tapi sayang sekali"

"Apa maksud mu?" Semakin tak mengerti, apa zhan pura-pura peduli padanya? Bahkan tidak mungkin dia tidak tahu apa yg di lakukan kekasihnya wang yibo padanya.

Xiao zhan mengangkat bahunya, "ku kira sayang sekali jika mereka hanya mengambil satu mata mu"

Prak

Alat pel yg di pegang yomi di tangan kirinya terjatuh ke lantai, apa? Apa pria di hadapannya ini juga sama sikopatnya dengan wang yibo?

Xiao zhan melirik sekilas alat pel di lantai itu sebelum kembali memfokuskan perhatiannya pada yomi di hadapannya.

Sepertinya kebangkrutan keluarganya cukup buruk, bahkan dia harus menjadi budak kecil di restoran ini.

"Kau.. kau sama bajingannya seperti wang yibo" meski dengan bibir bergetar yomi tetap mengatakannya. "Apa masih kurang kalian membuat keluarga ku bangkrut, juga mengambil satu mata ku? Kalian benar-benar bajingan" rutuk yomi.

Tapi xiao zhan hanya terkekeh, "bajingan ya?" Zhan tertawa kering, "ah, seandainya waktu bisa di ulang, maka aku akan meminta mereka menarik dua bola mata mu, juga mengambil dua tangan dan kaki mu"

Star among the Sun 🌠Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang