17. Impostor

437 63 23
                                        

Binar pernah bertemu dengan Natha beberapa hari lalu. Pertemuan random di tempat yang tidak terduga.

Waktu itu, Binar sedang ingin berbaik hati. Tanpa paksaan apa pun, ia menawarkan diri untuk menemani Mama belanja bulanan. Mama yang merasa hal ini merupakan momen langka, memutuskan untuk berkendara lebih jauh dari yang biasanya. Mendatangi super market yang bukan langganan, hanya demi terjebak macet bersama anak semata wayangnya; demi waktu-waktu yang telah banyak hilang.

"Udah?" Mama menoleh ke Binar yang sejak tadi hanya mengekori. Alis Binar yang terangkat membuat beliau kembali bertanya, "Kamu masih ada yang pengen dibeli, nggak? Dari tadi cuma diem doang ngikutin Mama."

"Oh." Binar mengernyit. Berdasarkan tanggal yang tertera di kalender, red days-nya akan datang beberapa hari lagi. "Bentar, ya, Ma. Masih ada yang mau aku ambil."

"Mama mau milih daging dulu. Nanti kamu ke sana aja, ya!"

Perempuan itu berjalan ke arah yang berlawanan dengan kasir setelah mengangkat jempol; sebagai respons dari ucapan Mama. Menyusuri lorong-lorong, menuju rak yang tadi sempat terekam di otaknya. Tidak membutuhkan waktu lama sebab Binar selalu menggunakan merk yang sama. Drama tersesat itu baru muncul lantaran tempat daging yang Mama maksud belum pernah Binar lewati sebelumnya. Penuh kebingungan, ia sempat berputar-putar. Lalu terpaksa mengambil beberapa cemilan karena tidak sengaja bolak-balik di rak makanan.

"Kalau untuk masak sop kayaknya lebih bagus daging yang ini, sih, Tante. Nah, yang ini, nih. Yang lemaknya banyak."

Binar menghentikan langkah. Punggung tegap yang kini tersaji tepat di hadapannya—berdiri di samping Mama yang menunduk, mengikuti arah tunjuk orang itu—membuat alarm tubuhnya berbunyi bising. Suara itu ... kalau Binar tidak salah ingat ....

"Oh, Kayin." Mama tersenyum begitu menyadari sosok Binar tengah berjalan pelan ke arah mereka. "Sini, bantuin Mama milih. Minggu ini kamu mau dimasakin apa?"

"Natha, ya?" Binar tidak mungkin tidak salah fokus hingga mengabaikan pertanyaan Mama. Salah satu teman tedekat Aziel itu tengah tersenyum lebar ke arahnya. Seolah-olah baru saja menemukan jackpot tak terduga di tengah kesialan hidup yang tak berkesudahan. "Bener nggak, sih?" gumam perempuan itu kikuk.

"Iye. Gue Natha. Lo nggak salah inget."

"Kalian saling kenal?"

Natha yang menganggukkan kepala—kelewat semangat. Dari gesturnya, sepertinya laki-laki itu sudah berhasil mengakrabkan diri dengan Mama yang tidak sengaja ia temui sejak beberapa menit lalu. "Saya temennya Aziel, Tante. Sering ketemu Binar juga di kampus."

"Ohhhhh, temennya Iel." Sekarang Mama ikut-ikutan tersenyum lebar. Mungkin sedang berpikir, Duh, dunia ini sempit sekali, ya! "Temennya Iel ini jago sekali milih daging, loh, Kayin. Mama baru aja dibantuin, nih!"

Binar meringis. Seingatnya, Mama sudah terbiasa memilah-milah bahan makanan; sudah ekspert. Kepura-puraan ini kemungkinan besar muncul karena Mama sedang ingin berbasa-basi dengan orang random yang berdiri di sampingnya. Turns out, laki-laki muda itu malah memiliki pengetahuan yang membuat Mama takjub karena jarang dimiliki manusia seumuran mereka; Binar dan Natha.

Obrolan tentang daging itu masih berlanjut hingga ke kasir. Mereka memutuskan untuk mengantre bersama. Membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan bahan makanan. Bumbu-bumbu dapur. Juga tentang bagaimana nikmatnya hidup jika mau sedikit repot memasak, alih-alih menghabiskan seporsi junkfood yang mahal dan tidak sehat. Sesekali menyerempet soal Aziel, atau Binar, atau drama perkampusan yang sering kali membuat Mama tertawa.

Sampai akhirnya, tiba giliran untuk Natha menarik Binar ke dalam obrolan.

"Nyokap lo seru, ya."

Respons apa lagi yang bisa Binar berikan selain tersenyum tipis? Perempuan itu tidak terlalu setuju. Mama hanya seru di waktu-waktu tertentu. Lebih sering menunjukkan sikap menyebalkan yang tak jarang membuat Binar menyusun rencana kabur dari rumah jika hati nuraninya sedang terkikis. Terlebih setelah Papa tidak ada.

[END] Ruined by YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang