12. Penjelasan

75 23 3
                                        

Sky sudah ada di depan rumah Aileen mencoba menunggu Aileen untuk keluar dari rumahnya, dengan rasa gelisahnya laki-laki itu terus maju mundur sejak tadi. Dan tak lama Aileen turun dari kamarnya, untung saja Aileen mau menghampirinya Sky memberikan senyuman penuh harapan dengan mata yang trus menatap mata sembab Aileen.

" Kamu kuat kan?," ucap sang mamah, Aileen mengangguk lalu tersenyum.

sang mamah mengusap-usap pundak Aileen, " Yasudah mamah tinggal ya," ucapnya Aileen mengguk.

" Makasih tante," ucap Sky dengan sopan.

Sky menghampiri Aileen membantu Aileen dengan memapah badan Aileen untuk duduk.

" Gue bisa sendiri kak," ucap Aileen pelan dengan senyuman tipisnya. Aileen berjalan keluar dari rumahnya dan di ikuti oleh Sky.

" Ada apa lo kesini?," ucap Aileen.

" G-gue... mau ngomong sesuatu," ucap Sky, Aileen menatap Sky lalu tersenyum tipis gadis itu lalu duduk di kursi berwarna putuh.

" Sini duduk," ucap Aileen, Sky pun menurutinya Sky menatap wajah Aileen.

" Gue mau jelasin," ucap Sky.

Aileen mengerutkan dahinya " Jelasin apa?," ucap Aileen.

" Tentang hubungan gue sama Hana," ucap Sky, Aileen tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke depan.

" Buat apa?, itu kan hak lo kak," ucap Aileen tersenyum tipis.

" Maaf," ucap Sky.

" Gak perlu minta maaf, lagian gue bukan siapa-siapa lo kak kita cuman sebatas dekel doang jadi yak terserah lo mau sama siapa aja," ucap Aileen.

Jujur gadis itu menyimpan semua sakitnya dan berusaha untuk tidak papa di hadapan Sky, padahal rasanya sakit mendengarnya. Sky tahu itu karna tatapan Aileen tak seperti biasa.

" Lo habis nangis Ai?," ucap Sky memegang pundak Aileen agar Aileen menatapnya. Jari Sky mengusap lembut pipi Aileen.

" Ngga,"

" Lo mungkin bisa bohongin orang-orang, tapi gue gak bisa lo bohongin Ai," ucap Sky.

" Gue gapapa," ucap Aileen tersenyum tipis.

" Maaf udah bikin lo nangis," ucap Sky, Aileen tertawa pelan lalu menjauhkan tangan Sky pada dirinya.

" Udah gak ada lagi kan yang di omongin?, gue capek kak mau istirahat takutnya besok malah gue drop lagi," ucap Aileen.

" Ada alasannya gue ngelakuin ini Ai, lo percaya kan sama gue?," ucap Sky memegang kedua tangan Aileen, Aileen terdiam membiarkan tangannya di genggam erat oleh Sky.

" Gue harap lo faham apa yang gue maksud," ucap Sky mengelus pelan pungung tangan Aileen.

Aileen melepaskan tangan Sky dari dirinya, lalu berdiri dan merapihkan rambutnya. Aileen tersenyum menatap Sky.

" Mending lo pulang kak, belajar yang bener besok ujian kan, sorry mungkin di hari-hari berikutnya gue gak mau ketemu lo dulu kak ataupun orang lain," ucap Aileen, Sky yang mendengar pun berdiri.

" Kenapa?," ucap Sky.

" Gue butuh sendiri, dan satu lagi karna status lo sekarang cowok orang. Huft—" ucap Aileen berhentik sejenak untuk mengambil nafas dalam-dalam, "—gue harap lo bisa hargain perasaan cewek lo," ucap Aileen tangannya menepuk pelan pundak Sky.

" Ai—"

" Udah malem, lo pulang ya kak," ucap Aileen, Sky mengangguk pelan lalu berjalan menjauh dari Aileen. Aileen yang melihat Sky dari jauh diam-diam meneteskan air matanya dan langsung cepat-cepat menghapusnya karna Sky melihat kedirinya.

" Kak!," ucap Aileen, Sky yang tadi berjalan kini berhenti dan membalikan badannya, Aileen berlari pelan menghampiri Sky lalu memeluknya.

Sky terdiam perlahan tangan Sky mengelus pelan kepala Aileen, badan gadis itu bergetar membuat Sky sadar jika Aileen sedang menangis di pelukannya. Sky memperkuat pelukan mereka mata Sky memejam sambil mengecup ujung kepala Aileen.

" Hey, jangan nangis," ucap Sky melepas pelukannya dan memegang rengkup wajah Aileen.

" Selamat yak," ucap Aileen dengan senyum, Sky mengerutkan dahinya.

" Buat?," ucap Sky.

Aileen tertawa kecil, " Udah balikan lagi sama mantan hehe, semoga langeng," ucap Aileen, Sky menatap lekat mata Aileen yang mulai berair lagi, Sky langsung membawa gadis itu kedalam dekapannya lagi.

" I'm sorry, " ucap Sky.

Aileen melepaskan pelukannya lalu menghapus air matanya.

" Dah sanah balik," ucap Aileen tertawa melihat Sky juga menangis.

" Jangan ngehindar dari gue ya," ucap Sky.

" Gak janji," ucap Aileen.

" Why?,"

" Dah sanah balik gak," ucap Aileen lalu menarik Sky keluar gerbangnya.

" Ngusir banget lo, sabar dong baru juga tadi pelukan," ucap Sky.

Aileen menepak dadak bidang Sky, " Gak jelas deh, cepetan gak enak di liatnya malem-malem," ucap Aileen kesal.

Sky tersenyum melihat Aileen lalu menghampiri motornya dan memakai helmnya.

" Bye, selamat beristirahat sorry sekali lagi," ucap Sky.

" Okey, bye," ucap Aileen.

Sky menyalakan motornya, lalu melajukannya betjalan menjauhi rumah Aileen.

Sky menyalakan motornya, lalu melajukannya betjalan menjauhi rumah Aileen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

kringg kringg kringg

Bel masuk pun berbunyi, semua siswa dan siswi SMA Nusa Abadi memasuki ruangan ujin masing-masing. Buku-buku yang tadi di baca oleh murid-murid di masukan ke dalam tas dan tas di taruh ke depan.

" Lin sumpah gue gak faham Ekonomi gimana dong," ucap Kanvas.

" Bissmillah siapa tau hoki," ucap Aileen tersenyum.

" Bismillah ," ucap Kanvas.

tak lama guru pengawaspun memasuki ruangan ujian Kanvas dan Aileen.

" Tas, Jaket atau pun barang lainnya tolong di taruh di depan," ucapnya.

" Baik bu,"

" Oke kita mulai ujian, sebelumnya saya hanya ingin mengingatkan. Batas meminta token hanya sampai 3x jika lebih kalian saya anggap ujian susulan. Faham?," ucapnya. Berhubung sekolah SMA Nusa Abadi menggunakan sistem ujian lewat ponsel dan aplikasi yang sudah di perintahkan oleh pihak sekolah banyak siswa dan siswi yang curang. Maka dari itu beliau mengingatkan kembalik.

" Baik bu,"

" Baik bu,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia Pernah AdaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang