"Dih, kangen siapa?"
"Yang lagi zeline hubungi siapa?"
"Elvano."
"Elvano tuh siapa?"
"Ya, gue. Orang ganteng."
"Berarti orang yang zeline kangenin itu ya kamu. Kenapa harus nanya lagi?"
"Ah, gak percaya."
"Yaudah kalo gak percaya." Gadis itu mencebik, membuat Elvano memekau.
"Iya dah gue percaya."
Zeline pun tertawa kecil.
Beberapa detik selanjutnya, keheningan mulai menyapa keduanya. Di depan layar Elvano hanya bisa memandang wajah Zeline dengan berbagai tatapan yang sulit diartikan.
Sadar bahwa dirinya sudah lama menatap Zeline secara intens di depan kamera, Elvano gelapan dan mulai mengalihkan pandangan ke arah lain.
Saat itu lah, Zeline terdengar bersuara.
"Ujan ...." Dia memanggil.
"Hm?" Lalu Elvano pun menyahut seraya balik ke arah kamera.
"Sebentar lagi sekolah udah mulai masuk loh. Kamu seneng ngga?"
"Biasa aja." Elvano menjawab dengan ringan.
"Ih yang benerrrr, pasti kamu seneng banget kan? Uang jajan ngalir terus tiap hari, ketemu temen-temen, gak suntuk, beli jajan banyak di kantin, terus—"
"Itu mah elo kali," selang Elvano.
Zeline nyengir. "Haha tau aja."
"Tapi pastinya kamu juga seneng kan? Bisa ketemu cewek-cewek. Maksudnya temen-temen kamu yang cewek gitu ...."
"Hmmm, btw temen cewek di kelas kamu pada cantik-cantik ngga sih?"
Sungguh, Elvano sudah lama mangap karena mendengar ucapan dan pertanyaan Zeline yang tiba-tiba dan serandom itu.
"Napa sih lo?" celetuk Elvano.
"Zeline seriusan nanya, Ujan ...."
Alisnya semakin bertaut keheranan. "Biasa aja." Tapi pada akhirnya Elvano hanya menjawab dengan seadanya.
"Yang bener nih?"
"Ya."
"Zeline takutnya pada cantik-cantik gitu temen-temen di sana ... soalnya Zeline orangnya gampang insecure."
"Lagian lo ga pernah dideket mereka, ngapain insecure?"
Zaline heboh. "Berarti bener pada cantik-cantik dong ya di sana kalo kamu ngomong gitu."
"Ya ... ngga gitu maksud gue."
"Lagian ngapain sih lo tiba-tiba random begini? Aneh banget."
Mendadak Zeline senyam-senyum sendiri. "Mau tau ga sih?" Gadis itu mengulum bibirnya semangat, hingga akhirnya ia berkata. "Nanti Zeline mau pindah ke sekolah kamu loh!"
"Hah?!"
*****
Entah angin dan petir dari mana, mendadak Elvano full senyum kali ini, senyumnya sangat lebar sekali.
Pada saat ia keluar rumah dan menancap pol gas motor kesayangannya, di situ lah senyumnya triple lebar dan lebar.
Bayangkan oleh kalian, orang yang biasa memasang muka batu seperti emot wa, mendadak senyum sangat-sangat lebar ke depan publik. Sangat aneh bukan?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dear Cousin (End!)
Teen Fiction#Update diusahakan sesering mungkin. Jangan coba-coba mampir ke sini, kalo cuma mau plagiat dan jadi siders doang! ⚠bocil hus hus. Elvano Fauzan, ialah salah satu anggota stracks yang memiliki aura sangar dan kejam apabila berada dengan teman-teman...
