25. bersamamu, perlahan sembuh

49 6 0
                                        

"aku mungkin iri dengan
Mereka yang punya kebahagiaan
Dengan keluarga, namun
Semenjak ada kamu, sekarang
Aku punya kembali kebahagiaan dengan cara ku sendiri, yaitu hidup dengan mu. "

"Dinda Humairah Arshad "

Okeeee......

Sorry baru update......

Bantu vote guys ✌️.....

Spam+komen.........

Happy reading for you all 🙂😀....

Sorry kalau typoo guyss........

°°°°°°°

Humairah yang melihat darien menahan tangis nyaa, membuat hati Humairah terisak , Humairah tidak tahu luka yang di sembunyikan darien selama ini, darien cukup tahan dalam memendam masalahnya, ia terlihat bahagia tetapi hatinya rapuh.

"Mass ayy",

"Iyaa, mas jahat kan", terlihat wajah darien menahan luka yang amat dalam, darien masih bisa memaksakan senyumnya, yaa senyum di balik luka nya.

"Ng-nggak mass, mas gak jahat kok mass", Humairah menggenggam erat tangan darien, ia sangat terpukul mendengar cerita darien tadi, selama ini darien sangat pandai dalam menyembunyikan lukanya.

"Apa kamu juga benci saya Humairah", mata lesu itu, membuat Humairah tidak tega melihat darien sekarang.

"Gak akan mass, Humairah gak akan pernah benci mas, walaupun dunia harus memaksa Humairah membenci mass, Humairah akan lawan, karena bagi Humairah mas adalah harta yang paling berharga setelah keluarga Humairah, jadi Humairah gak mau kehilangan harta Humairah lagi",

Darien mengukir senyumnya, dalam hati kecilnya ia bersyukur masih di beri pendamping hidup yang menerima dirinya apa adanya.

"Yakinn kamu gak akan ninggalin saya?",

"Iyaa mass, mas meragukan Humairah ", Humairah merasa sedikit jengkel dengan perkataan darien, karena darien seolah meragukan dirinya.

"Bukan sayang, mas gak ragu kok, mas pasti percaya sama istri mass", darien membawa Humairah ke dalam pelukan nya.

Humairah menghirup aroma parfum milik darien, bau parfum darien membuat Humairah betah di peluk lama oleh darien.

"Kalau saya yg pergi nanti , gimana??",

Humairah seketika melepas pelukannya dari darien, ia terlihat sangat kecewa dengan perkataan darien.

"Ja-jadi mas, mau ninggalin Humairah",

"Heee bukan gitu maksudnya", darien merangkul pundak Humairah, mencoba menenangkan gadis itu.

"Terus , mengapa mas ngomong seperti itu",

"Kalau nanti mas harus pergi karena di panggil Allah, bagaimana??", Sontak perkataan darien membuat Humairah kembali menatap darien kecewa.

"Ng-nggak mas, Humairah gak mau harus di tinggalin lagi , Humairah gak mau berpisah sama org yg Humairah sayang, Humairah udah trauma mas berpisah karena maut",

Penyembuh LukaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang