"ternyata takdir ku sudah di tulis
Allah bersandingan dengan nama mu,
Tidak ada scenario terbaik, kecuali scenario yang Allah tulis, seperti halnya, aku dan kamu, tidak pernah terfikir bisa bersama, namun Allah mempersatukan kita atas izinnya"
"Dinda Humairah Arshad"
Alhamdulillah update lagii......
Okeeee....
Bantu vote guys ✌️.......
Spam komen dong........
Makasih udah bacaaa.......
Happy reading for you all 🙂😀.....
Sorry kalau typoo guyss.......
Syukron.........
°°°°°°
Humairah hari ini begitu semangat, karena ia akan pergi ke desa dimana tempat ia lahir, ia juga tidak sabar ingin berjumpa dengan sahabat kecil nya , yaitu putri, pasti putri senang , karena waktu itu, putri menanyakan hal tentang kapan Humairah pulang ke desa, dan pada hari ini Humairah akan pulang ke desa , karena darien sudah libur, urusan kantor darien sudah beri ke seketaris pribadinya.
Darien mengangkat beberapa barang menuju ke dalam mobil, di bantu oleh Humairah.
"Udahh mas aja, kamu masuk ke mobil yaa",
"Humairah kuat mass, Humairah bantu yaaa", senyum Humairah.
"Bandel banget, mas bilang gak usah, jangan nakal yaa zauzati", darien mengelus kepala Humairah, membuat hijab Humairah sedikit berantakan.
"Ihhh mas darien", Humairah mendengus kesal, lantaran darien merusak hijab nya, hampir 1 jam Humairah bergulat dengan hijabnya, namun dengan mudah darien merusaknya, membuat mood Humairah turun.
Humairah masuk ke dalam mobil, dengan wajah cemberut.
"Pasti badmood", ucap darien pelan.
Setelah selesai menaruh semua barang, darien memasuki mobil, ia melihat Humairah terus memasang wajah cemberut nya.
"Kenapa wajah nya cemberut, hmmmm..", darien mendekatkan wajahnya kepada Humairah.
Humairah membulatkan matanya, melihat wajah darien hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.
"Ng-nggak ada, wajah Humairah bagus kok", Humairah memalingkan wajahnya dari darien.
Aduh mas , jangan dekat Humairah gak kuat, batin Humairah, sambil memejamkan matanya ketakutan.
Darien hanya terkekeh, lalu menjalankan mobilnya, sebelum darien menjemput herwinn, darien lebih dulu berpamitan ke rumah bunda dan ibu, rencananya darien akan di desa selama 1 Minggu.
Setelah berpamitan sama bunda dan ibu, kini darien dan Humairah pergi menjemput Herwin.
"Kita jemput Herwin dulu yaaa", Humairah hanya mengangguk.
Kini mereka sudah tiba di rumah Herwin, ternyata Herwin sudah lama menunggu darien, buktinya saat mobil darien tiba, wajah Herwin memasang raut kesal.
Herwin membuka pintu mobil, ia langsung merebahkan tubuhnya di kursi mobil.
"Are you okay, mas sad boy..", tanya darien, membuat Herwin memutar bola mata malasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Penyembuh Luka
Teen FictionTERKADANG, cinta akan jadi dusta apabila di dasari oleh nafsu, namun cinta karena Allah, akan mendatangkan berkah. Seorang pemuda bernama Muhammad darien El Fatih, yang sedang mengejar Ridha Allah, terluka akan sebuah cinta, hingga luka dari keluarg...
