11. ujian dari Allah

51 9 0
                                        

"saat manusia merencanakan,
Namun Allah lah yang
Menentukan".

"Muhammad darien El Fatih "

"Terkadang kehidupan tidak sesuai
Dengan yang Kita harapkan,
Karena Allah pembuat scenario
Terbaik, bagi kehidupan ".

"Dinda Humairah Arshad "

Okee....

Siapp.......

Bantu vote.....

Sorry kalau typoo......

Happy reading for you all 🙂😀.....

°°°°°°°

Saat Humairah hampir tiba di rumah nya, ia melihat telah ramai warga mendatangi rumahnya, dan yang lebih parah , Humairah melihat bendera berwarna merah telah di pajang di depan rumahnya.

Hati Humairah semakin gelisa, saat seorang pria menghampiri dirinya, dia adalah Harun , paman Humairah.

"Kamu darimana aja Humairah, kamu kenapa bisa basah".

"Ini ada apa om, kok orang pada datang" Humairah terlihat begitu gelisa sambil memegang tangan pamannya dengan kuat.

"Kamu masuk yaa nak, kamu akan tahu", terlihat wajah Harun begitu lesu.

"IYA, APA OM", kini tangis Humairah pecah, pikiran nya sekarang ntah pergi kemana.

Harun menuntun Humairah masuk ke dalam rumahnya.

Humairah melihat seorang sedang berbaring dan sudah di tutupi kain.

"I..itu siapa om",

Harun mengelus punggung Humairah, "kamu yang sabar ya nak".

"Ini gak lucu om, ITU SIAPA..." Humairah memegang dada nya yang begitu sesak.

"Hiksss... Itu siapa om " Isak Humairah sambil melihat pamannya.

"Itu ibu kamu nakk" Harun sebenarnya tak tega , namun mau bagaimana lagi, ini sudah takdir dari sang Khaliq

Dunia seperti runtuh bagi Humairah, seseorang yang sangat ia cintai, ia sayangi, sekarang akan meninggalkan nya untuk selamanya.

"Itu gak ibuu omm...ITU GAK IBU.." Humairah terisak histeris, sambil mendekat kan dirinya kepada jenazah sang ibu.

"Tenang kan dirimu kamu Humairah, ini udah takdir Allah, kita harus ikhlas nakk".

Humairah mencoba menenangkan dirinya.

"Ibu...., setelah Abang pergi, sekarang ibuu..., Siapa yang akan jaga Humairah buk...".

Humairah memeluk jenazah sang ibu, membuat seluruh orang merasa iba terhadap dirinya.

"Ibu bilang , ibu akan sembuh, untuk lihat Humairah sukses....., Tapi kenapa ibu pergiii buk...",.

"Udah nakk, kamu yang sabar yaa, kita do'akan semoga ibu kamu di ampuni segala dosanya ", harun tak tega melihat Humairah yang terlihat sangat prustasi.

" Gak omm.., sekarang dunia Humairah sudah lenyap.., Humairah gak akan bisa bahagia omm". Humairah terus berada di posisi nya, memeluk jenazah sang ibu.

"Humairah istighfar.., ingat setiap bernyawa pasti akan mati.., kalau kamu terus begini, bagaimana ibu kamu mau tenangg.., istighfar nak".

"Astaghfirullah ya Allah..., " Badan Humairah tiba-tiba ambruk.

Penyembuh LukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang