Ep XX : Sidang

7.8K 541 36
                                        

A/N: Petunjuk baca; kalau ada tanda (***) artinya pergantian POV/sudut pandang. Jadi di ep kali ini akan menceritakan dari POV Hadian dan Markie bergantian. Have a nice reading!

---------------------------

Sekitar 12 tahun yang lalu ...

"Nanti habis kamu sidang, saya bawain bunga sama makanan kesukaan kamu ... sekalian saya mau ngomong sesuatu."

"Bener, ya? Berarti lo harus datang di hari sidang gue, janji?"

"Iya, janji."

.

.

.

Ini dia harinya, hari penentuan lulus atau tidaknya seorang mahasiswa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini dia harinya, hari penentuan lulus atau tidaknya seorang mahasiswa. Setelah merayakan kelulusan sidang skripsi Markie minggu lalu, kali ini giliran Hadian yang akan menempuh tahap terakhir dari masa perkuliahannya. Hadian berdiri bersandar di depan ruang sidangnya bersama tiga mahasiswa lainnya, menunggu giliran masing-masing dipanggil masuk untuk mempresentasikan hasil penelitian. Tidak ada yang saling mengobrol meskipun mereka saling mengenal, semuanya sibuk sendiri. Ada yang komat-kamit merapalkan berbagai doa, ada yang membaca ulang naskah presentasinya, ada pula yang berusaha mengatur napasnya sebagai upaya mengurangi panik. Hadian adalah opsi terakhir, di sana dia mengusap-usap dada kirinya sambil mengatur napas. Pasalnya, setelah orang di dalam ruang sidang itu keluar, itu lah giliran Hadian.

CKLEK

"Hadian, masuk gih," ujar Surya yang baru keluar dari ruangan dengan ekspresi lesu.

"Anjir, lo kenapa madesu banget?" tanya Hadian memegang lengan si bongsor Surya. Pemuda itu terduduk di lantai dan bersandar lemas pada tembok.

"Pak Tejo sadis banget ... gue ... gue disuruh rombak total pertanyaan kuesioner dan sebar ulang, akh ... gak lulus dah gue nih." Surya mengacak-acak rambutnya kesal, kedua orang lainnya (selain Hadian) langsung menghampiri Surya dan menghibur pemuda itu. Soalnya Hadian sudah keburu migrain mendengar testimoni temannya tentang Dosen Penguji di dalam sana.

Buru-buru Hadian buka ponselnya, mengirimkan pesan kepada sang sahabat sebelum terjun ke medan tempur.

Buru-buru Hadian buka ponselnya, mengirimkan pesan kepada sang sahabat sebelum terjun ke medan tempur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CONTRAST | MarkHyuckCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang