Ep 2 : Peduli

13.9K 884 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Padahal saya justru peduli beneran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Padahal saya justru peduli beneran." Markie menghela napasnya sambil bersandar pada kursinya. Keluhannya tersebut rupanya mencuri perhatian sesosok pria yang saat itu datang ke ruangan Markie untuk meminta tanda tangan. Janez namanya, mantan adik tingkatnya pada masa kuliah dulu sekaligus teman satu angkatannya Hadian. Janez kini berada pada posisi Kepala Divisi Analyst di bawah Markie.

"Hadian lagi?" tanya Janez sambil menyusun beberapa lembar kertas yang telah dibubuhi tanda tangan atasannya barusan. Markie hanya mengangguk sebagai jawaban. "Bilang aja langsung kali, Pak."

"Malu saya," ujar Markie sembari mengurut keningnya dan kekehan kecil pun lepas dari mulutnya. "Yang ada saya malah digeplak sama Hadian nanti, hahaha."

"Ada-ada aja dah, Pak." Janez geleng-geleng kepala, heran dengan keputusan Markie yang sudah memendam rasa sukanya pada si lelaki galak divisi sebelah selama bertahun-tahun tanpa membuat kemajuan.

"Nez, jangan bilang-bilang yang lain ya."

"Apa? Kalau Bapak naksir sama Hadian?" Markie lekas membungkam mulut ember Janez, pemuda mancung itu pun tertawa lepas. "Santai aja kali, Pak. Gak ada orang gini."

Oh iya, Markie baru ingat kalau di dalam ruangan ini kan cuman ada mereka berdua. Ia pun langsung melepas Janez dan cengengesan. Panik betul rasanya, soalnya di perusahaan mereka melarang sesama karyawan untuk berpacaran apalagi menikah.

TBC

CONTRAST | MarkHyuckCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang