Ep XX : Donat Gula

7.1K 442 45
                                        

14 tahun yang lalu ....

Kuliah pada pukul satu siang hari ini dibatalkan secara mendadak, maka itu Markie dan Hadian memutuskan menghabiskan waktu di kosan Markie sampai tiba saatnya untuk kelas berikutnya di jam empat sore nanti. Tadinya ada Janez juga, tapi pemuda mancung itu lebih pilih pulang ke rumahnya untuk tidur, dia habis begadang semalaman mengerjakan tugas. Markie berikan Hadian kunci kosannya, menyuruhnya pergi duluan sebab dirinya harus mengembalikan buku ke perpustakaan terlebih dahulu.

 Markie berikan Hadian kunci kosannya, menyuruhnya pergi duluan sebab dirinya harus mengembalikan buku ke perpustakaan terlebih dahulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak sampai lima belas menit setelah bertukar pesan, Markie muncul di depan pintu dengan satu plastik berisikan donat gula. Mereka pun duduk lesehan di atas karpet, satu buah meja lipat berada di hadapan keduanya. Mereka menonton tv sambil menyantap donat gula tersebut. Hadian lalu mengeluarkan kartu remi dari lacinya Markie, mereka berencana bermain game 'tepok nyamuk' sebagai pengisi waktu luang.

Supaya tidak bosan, Hadian membuat peraturan di mana yang kalah harus mengabulkan permintaan pemenang. Apabila dia tidak sanggup memenuhi keinginan pemenang, maka dia harus memakai lipstick merah mentereng saat kelas mereka sore nanti.

"Yakin? Kamu kan kalah mulu dari saya," ledek Markie sembari melakukan pemanasan tangan agar Hadian merasa terintimidasi.

"Siap-siap aja lo gue suruh ke kampus pake gincu merah pas gue menang nanti," balas Hadian tak mau kalah.

(Tau game tepok nyamuk gak gais? Pokoknya kalau angka yang disebut sama kayak kartu yg keluar, langsung ditepok. Nah, yang kartunya habis duluan dia yang menang. Kalo masih ga paham, coba nonton konten NCT DREAM di bawah ini, game-nya mk-hc-rj)

Permainan berlangsung dengan sengit, bisa didengar teriakan frustrasi Hadian yang menggelegar sampai ke tetangga kosan Markie. Beruntung siang itu sedang tidak banyak orang di kosan, kalau sebaliknya kan pintu kamar Markie pasti sudah digedor sejak awal. Hadian berteriak bukannya tanpa alasan, dia sudah kalah tiga kali sejauh ini, Markie saja sampai sudah kehabisan ide harus memberi hukuman apa lagi.

Ia telah meminta Hadian untuk menyapu kamar kosnya, menyentil dahinya, dan juga memintanya memanggil Markie dengan sebutan 'Tuan' satu hari ini.

"Sialan, gue gak akan kalah lagi!" sahut Hadian lantang, ia lekas membagikan kartu lagi dan bermain dari awal.

"Lah, masih mau main? Capek ah."

"GAK, pokoknya Tuan Markie harus main terus sampe gue menang."

Markie tertawa setiap kali Hadian memanggilnya 'Tuan', ia pun tak punya pilihan selain meladeni pemuda ambisius itu. Maka kali ini pun Markie tidak akan mengalah, ia yakin Hadian sudah menyiapkan rencana buruk untuknya jika dia lengah sekali saja. Pemuda itu pasti mengincar kelemahan Markie supaya ia memilih menyerah saja dan berakhir harus memakai lipstick merah ke kampus. Tapi mungkin benar kalau Markie sudah lelah setelah sekian babak yang sengit, ia banyak terkecoh dan sepertinya kali ini kemenangan berpihak pada Hadian.

CONTRAST | MarkHyuckCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang