Ep 23 : Lembur

8.3K 574 53
                                        

Lembur.

Akhir-akhir ini Janez jadi sering mengalaminya, pekerjaannya selalu menumpuk seakan tiada ujungnya. Entahlah, padahal ia rasa manajemen waktunya sudah cukup baik, tapi waktu delapan jam nyatanya tidak pernah cukup baginya belakangan ini.

Sudah hampir seminggu penuh ia tak pernah pulang di bawah jam sembilan malam, belum lagi perjalanan pulang yang memakan waktu hampir satu jam sendiri. Mana sempat lagi Janez pergi ke gym favoritnya, sepulangnya dari kantor, tubuh terasa seperti sudah remuk dan ingin langsung tidur saja.

"Nez, lembur lagi?" ujar seseorang menepuk pundak Janez yang masih berkutat pada layar komputernya. Itu Markie, sang atasan yang sudah bersiap pulang dengan jaket hitam terkancing rapat, helm ditenteng di tangan, plus ransel As*s hitamnya. Tidak usah pertanyakan selera fashion Markie, Hadian saja sudah menyerah.

"Iya, Pak. Belum kelar ini, nanggung." Janez mengucek kedua matanya yang terasa perih akibat terlalu lama menatap layar komputer.

"Lanjut besok saja, jangan dipaksakan."

"Gak bisa, Pak. Kalau gue tunda, nanti gak kelar-kelar. Balik duluan aja gak apa-apa, Pak."

"Besok saya bantu, taro aja berkasnya di ruangan saya ya Nez."

Janez mengangguk saja biar cepat, ia lalu dorong Markie agar segera pergi dan tidak menunggunya. Lagipula mana mungkin dia yang bawahan menyerahkan pekerjaannya ke sang atasan, meskipun Markie memang serius dengan ucapannya. Atasannya itu agak istimewa, kalau Janez serahkan tanggung jawabnya pada Markie, pasti akan benar-benar ia lakukan. Tapi Janez kan punya etika dan hati nurani, ia tidak mau melihat Markie kerja lembur sampai tipes lagi.

Maka kini tinggal lah Janez sendiri di mejanya. Satu gelas kafein yang sudah beberapa kali ia isi ulang menjadi satu-satunya teman Janez malam itu, obat sakti untuk menahan kantuk menyerang kedua matanya. Namun sayang, belum ada obat sakti yang dapat menahan rasa pegal di pundaknya. Baru saja Janez meregangkan tubuhnya sebentar, layar ponselnya menyala menunjukkan sebuah notifikasi pesan masuk.

Janez dibuat kaget setengah mati begitu Jaeden tiba-tiba muncul sambil melompat di ujung sana, memang berniat mengagetkan si pemuda berhidung mancung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Janez dibuat kaget setengah mati begitu Jaeden tiba-tiba muncul sambil melompat di ujung sana, memang berniat mengagetkan si pemuda berhidung mancung. Melihat reaksi Janez bikin tawa Jaeden meledak, ia seka air mata yang turut keluar sembari duduk di kursi kosong depan Janez.

"Perasaan udah jam 8, kok lu belom pulang?" tanya Janez sambil memijat pundaknya sendiri.

"Gue udah pulang tadi, tapi balik lagi karna hp gue ketinggalan."

"Ck ck ck, kebiasaan pikunnya." Janez geleng-geleng sebelum melanjutkan pekerjaannya.

"Lu masih lama?" tanya Jaeden lagi yang kemudian dijawab dengan anggukan kepala oleh Janez. Jawaban Janez bikin dia cemberut. "Kapan ya terakhir kali kita balik bareng? Bulan lalu kali, ya?"

"Hahaha, iya kali."

Percakapan keduanya berakhir dan seiring berjalannya waktu, Janez mulai merasa aneh sebab Jaeden tidak kunjung pulang. Lelaki itu duduk di hadapannya sambil menopang dagu pakai tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mencoret-coret kertas kosong yang ia temukan di atas meja Janez.

CONTRAST | MarkHyuckCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang