Haechan dan Mark. Kalau kata orang sekitar, mereka itu bagai Air dan Minyak, enggak bisa nyatu soalnya sangat kontras.
Haechan galak dan Mark kalem.
Haechan banyak bacot dan Mark minim bicara.
Haechan ditakuti dan Mark disenangi.
Walau begitu, kedua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hadian menghela napasnya berat sambil bersandar pada kursinya. Sebenci-bencinya dia sama Papa, tapi pas baca kalimat terakhir Papa bikin hatinya goyah.
Benar kalau Papa sekarang cuman punya dia, Mama dan Kakak semua sudah pergi dengan egoisnya membuangnya sendirian. Mama bersama selingkuhannya dan Kakak yang memberontak kabur dari rumah perkara tak mampu memenuhi ekspektasi Papa. Belum lagi segala konflik keluarganya yang dahulu kerap kali memasuki portal berita, sebab keluarga Adnan termasuk golongan keluarga pejabat yang kerap menjadi buah bibir masyarakat. Meskipun dewasa ini sudah semakin jarang, tetap saja tidak sedikit orang yang mengetahui busuk-busuk keluarganya.
Hadian merasa keluarga itu adalah aib terbesarnya. Ia tak pernah membahas keluarganya sekalipun kepada siapapun, tidak pernah bangga telah menyandang nama Adnan pada nama belakangnya. Tidak pernah mengajak siapapun ke rumahnya secara sukarela, sebab ia tak akan siap untuk memperlihatkan betapa kacau tempat ia dibesarkan itu. Dan siapapun yang mengetahui latar belakangnya, cenderung menjauhinya, memanfaatkannya, atau membuat spekulasi-spekulasi sembarangan mengenai dirinya.
Ia sendiri akan selalu merasa sesak jika kembali ke tempat yang ia ragu, entah pantas atau tidak disebut sebagai 'rumah' itu.
Hadian lalu pandangi layar ponselnya, menatap foto yang ia pasang sebagai lockscreen-nya. Ia berpikir begitu panjang, hingga ia teringat akan sebuah kalimat yang sempat diucapkan oleh lelaki yang menghiasi layar ponselnya tersebut.
'Dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah, saya cinta sama kamu.'
Benar juga, Markie adalah seseorang yang telah menyaksikan segala keruntuhan dan kekacauan hidupnya. Namun lelaki itu selalu berada di sisinya, konsisten terhadap perasaannya walaupun Hadian tak pernah membalasnya dari dulu. Sampai Hadian heran bagaimana bisa orang itu bertahan mencintainya hingga saat ini, di mana Hadian sendiri saja masih kesulitan untuk mencintai dirinya sendiri.
Maka itu, ia akan coba untuk mempercayai seseorang sekali lagi. Ia ingin menunjukkan lebih lagi sisi lain dari dirinya, dengan harapan bahwa Markie tetap yakin untuk mempertahankan hubungan ini dengannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.