![]()

Terimakasih sudah voment dichapter sebelumnya
Ini aku mau minta maaf dulu ya kakak kakak pembaca yang budiman, maaf kalo aku mungkin ngga bisa up cepet ato tiap hari, ini cerita itu ongoing bgt, nulisnya jg ongoing, jd kalo mau nulis harus nyari sela waktu sama kesibukan rl, trs aku jg harus nulis book sebelah yg juga ongoing bgt, semua serba dadakan kayak tahu bulat yang digoreng dimobil limaratusan, ngga punya draf sama sekali
Jd mohon pengertiannya kalo updatenya lama
Tapi tetep aku usahain secepat yg aku bisa, kalo aku bisa up rutin tandanya lagi ngga begitu sibuk kalo lama yaa yang sabar aja ya kak, kita up nya gantian sama book sebelah juga ya kak
Maaf kalau ada typo
HAPPY READING
.
.
.
"Dia kenapa?" Hwang ahjumma dan pelayan yang lain hanya diam takut menjawab pertanyaan Jeno "ahjumma aku tanya, dia kenapa?"
Mata Jeno terus terfokus pada tubuh istrinya yang terduduk disamping tempat tidur, seperti orang yang ketakutan akan sesuatu, tubuh itu juga terlihat gemetar. Tak bisa dipungkiri jika Jeno khawatir terjadi sesuatu
"Ahjumma! Jawab aku! Dia kenapa!"
"Maaf tuan Lee, Nana agassi takut pada hujan.."
"Kenapa? Ada masalah apa dia dengan hujan?"
"Hanya.."
JDERRRR..
Pintu kamar yang tidak tertutup membuat suara petir yang menggelegar terdengar sampai kedalam kamar, Nana seketika berteriak dan mulai meracau dengan suara yang lebih keras tubuhnya juga semakin gemetar
"Agassii, ahjumma disini. Tidak apa apa" wanita tua itu memeluk tubuh gemetar Nana "pergi ke kamar tuan Lee, ambilkan headphone milik agassi, jangan lupa tutup pintunya"
Apa yang dilakukan Jeno? Dia hanya mematung seperti biasanya saat mendengar suara isakan tangis Nana, tubuhnya secara otomatis langsung membeku ditempat ketika suara tangis itu menyentuh gendang telinganya
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Me? (NoMinGS) END
FanfictionMenikah diusia yang terbilang muda bukanlah salah satu tujuan hidup Jeno, dia masih ingin bersenang senang menikmati masa muda indahnya tapi tanpa dia duga, orangtuanya menyodorkan permintaan agar Jeno menikahi putri dari rekan bisnisnya tanpa punya...
