Pagi pun tiba kini alice sedang merasakan kontraksi dia mengalami kontraksi sejak malam dan sekarang baru 3 hari kata dokter waktu itu 5 hari namun siapa sangka bakal lahir secepat ini
Sedangkan xander dia sedang sibuk untuk menyiapkan baju istri serta anak nya
"Ayo sayang kita kerumah sakit" ucap xander lalu membawa alice menuju ke rumah sakit
"Loh al kenapa dengan alice?" tanya alita khawatir
"Kayak nya alice mau melahirkan mah, kalo gitu al pamit" ujar xander dengan terburu buru jujur saja xander khawatir dengan keadaan alice
Sedangkan alita dan rajendra segera memberitahu anak anak xander dan membawa barang barang alice dan juga untuk bayi seperti nya ketinggalan pikir mereka
****
"Cepat! Istri ku akan melahirkan!!" teriak xander membuat dokter yang disana langsung saja bergegas dan memasukan alice kedalam ruang persalinan
"Mas sakit..." lirih alice dengan wajah yang sudah pucat
"Iya sayang sabar ya, sebentar lagi baby akan lahir"
Dokter itu pun mulai memeriksa jalur lahir alice untuk melihat pembukaan nya
"Pembukaan anda sudah 8 jangan dulu mengejan nyonya nanti lubang anda bisa robek" peringat dokter dan diangguki alice
Diluar kini seluruh keluarga fernandes sudah mengumpul di rumah sakit mereka terlihat khawatir takut terjadi apa apa sama alice namun mereka segera menjauhkan pikiran kotor mereka
"Mas semoga alice baik baik saja ya, aku khawatir sama dia" ucap alita kepada rajendra
"Iya sayang mudah mudahan alice serta cucu ku baik baik saja" ujar rajendra menenangkan alita
"Oma tenang saja pasti mommy baik baik saja" kata alvaro
"Ya oma tau kalau mommy kalian itu kuat" ucapnya sambil tersenyum
Didalam ruang persalinan kini alice tengah berjuang untuk melahirkan anak bungsu nya sedangkan xander dia memberi kata kata penyemangat untuk alice
"Aarrgghh" teriak alice karena begitu frustasi dengan bahu bayi yang tidak mau keluar
"Ayo nyonya semangat ini bahu nya udah mulai keluar" mendengar ucapan dokter alice segera mendorong lebih kuat lagi untuk mengeluarkan bahu bayi nya
Dan tak lama terdengar suara tangisan bayi kecil yang sudah lahir lalu dokter segera menggunting tali pusar sang bayi lalu membersihkan nya setelah itu diberikan kepada alice
"Selamat tuan dan nyonya anak anda laki laki sehat tidak ada yang kurang dia juga begitu tampan" jelas dokter sambil tersenyum
"Terimakasih dok"
"Sama sama nyonya karena itu sudah tugas saya"
"Kalo gitu saya permisi tuan, nyonya mari" pamit dokter itu lalu segera pergi keluar
"Dok gimana keadaan cucu dan menantu ku apa mereka baik baik saja?"
"Mereka baik nyonya dan anda boleh masuk sekarang"
"Terimakasih dok"
"Sama sama tuan"
Alita, rajendra, avrian dan alvaro segera masuk kedalam untuk melihat adik serta cucu mereka.
"Akhirnya cucu oma sudah lahir, kamu gemes banget sih" ujar alita terharu
"Baby lucu banget mom" ujar avrian
"Iya sayang baby sangat lucu"
"Kamu sudah menyiapkan nama untuk baby xander?" tanya rajendra
"Sudah pah"
"Siapa namanya mas"
"Ravael Radensa Fernandes"
Flaskback off
Xander terdiam ketika mengingat kejadian dimana dia sudah menantikan kelahiran ravael namun sekarang berbanding terbalik dia seperti membenci anak itu entah kenapa dia merasa sesak ketika melihat ravael menangis
Baru pertama kali melihat wajah ravael wajah itu terlihat kurus padahal sudah dikasih makan yang enak dengan berbagai sayuran walau ravael sempat menolak tapi alita terus membujuknya dan berhasil ravael mau tak mau harus memakan sayuran
"Jika kamu masih belum mau menganggap ravael sebagai anak mu papah tidak akan segan segan untuk menjauhkan mu dari ravael" ancam rajendra membuat xander tak suka
Sebenernya apa yang ada dipikir pak tua itu dia bilang dia benci sama ravael tapi ketika ravael akan dijauhkan darinya tak terima maksud nya gimana ini?
"Apa? Gaterima kamu?" tanya rajendra
"Hm lagian ravael adalah anakku jadi papah jangan coba coba menjauhkan ku dari ravael"
"Anak ya oke kalo itu mau mu papah tidak akan menjauhkan mu dari ravael tapi kita lihat saja nanti ravael bakal memilih siapa" ujar rajendra dengan menyeringai
Tut
Setelah sambungan terputus rajendra segera menghampiri alita dan juga ravael yang sudah tertidur di paha alita
"Mas bawa baby ke kamarnya"
"Iya sayang"
Rajendra membawa ravael menuju ke kamar ravael lalu dibaringkan dikasur king size nya. Lalu setelah itu rajendra pergi keluar dan meninggalkan ravael yang sedang tertidur
****
Tak terasa kini ravael sudah berumur 17 tahun sekarang dia sudah SMA dan di situh pula keluarga nya tidak pernah datang untuk menjemput nya ataupun menjenguknya ravael tentu saja tidak peduli karena dia tidak pernah menganggap mereka ada
Jadi? Untuk apa dipikirkan mending senang senang tanpa harus memikirkan para beban itu. Kini ravael sedang berada disekolah dia sekarang sedang ada di kantin karena sekarang jam istirahat
"Makanan nya enak njir gue suka" ujar teman ravael yang bernama farhan
"Iya anjir enak banget" balas angga
Sekarang mereka sedang memakan nasi goreng dikantin memang enak sih sampai sampai ravael menambah dua piring
"Lo gak kenyang el?" tanya farhan
"Gue masih laper"
"Itu perut isinya apa aja dah" ucap angga
"Nasi" jawab ravael
"Gemes deh" ujar angga sambil mencubit pipi ravael
"Akh sakit lepas" ringis ravael
"Lebih baik kalian diam! El sedang maka jangan diganggu" ujar gevan dingin
"Sorry el" ujar angga
"Hm"
tbc
double up nih
votmen nya jangan lupa
selamat membaca
KAMU SEDANG MEMBACA
Ravael Radensa F
Teen FictionRavael Radensa F, pemuda yang diabaikan oleh keluarganya karena dia sudah dituduh oleh bodyguard ayahnya bahwa ia yang telah membunuh ibunya padahal pelakunya bukan ravael melainkan orang lain Ravael diasingkan oleh keluarganya bahkan dia tidak dia...
