xix.

229 36 0
                                        

°•°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°•°

Eren berhasil selamat. Namun tetap saja, banyak korban jiwa hanya untuk mengambil  bocah Pendiri itu.

Serta kini, tangan Libertha diborgol dibelakang punggungnya. Ia berada dipenjara Pasukan Pengintai. Percaya tidak percaya, tidak ada siapapun yang mengetahui keberadaannya.

Maksudnya, hanya Pasukan Pengintai yang mengetahui sebuah pengkhianat bernama "Libertha Braun"

Karena setelah penyelamatan Eren, para Polisi Militer yang menjadi saksinya sudah mati. Jadi, Erwin memerintahkan pada prajurit Pengintai agar tidak membeberkan mengenai Libertha.

Tentu saja hal ini tidak dilakukan secara ilegal. Karena ini perintah tersendiri dari sang Jendral tertinggi, Darius Zackley.

Bertha mengadah keatap penjara yang suram, ia menghela napasnya. "Sampai kapan aku begini?" gumamnya.

"Sampai kau jujur." suara lain terdengar diindra pendengarannya. Jantungnya berdegap kencang melihat siapa yang ada dihadapannya.

Pria itu—Levi, menatap tajam Libertha.

"Jadi, bagaimana kau akan menjelaskan semua ini, Alise?"

-----

Saat ini Reiner, Berthold dan Ymir tengah berada di atas dinding Maria.

"Kenapa kau membantu kami?" tanya Reiner. Karena jelas saja, Ymir bisa lolos bila membantu Pasukan Pengintai.

Gadis itu terlentang dan tersenyum kecil. "Karena aku memang bodoh. Anggap saja aku oleh-oleh, kalian tidak bisa pulang dengan tangan kosong kan?"

"Lagipula... Jika bukan karena teman kalian, aku tidak akan terbangun dari mimpi buruk itu. Aku hanya mengembalikan apa yang kurebut." lirihnya.

Berthold dan Reiner menunduk. "Terimakasih Ymir.... Dan maaf." lirih Berthold. Ymir tersenyum.

"Tapi, Berthold... Yang menembak tanganku tadi itu.." Reiner sengaja menggantungkan ucapannya.

"Seorang wanita berambut hitam, iris emas. Dia pelayan Bar Distrik Trost itu. Namun mengapa dia sampai ikut misi penyelamatan Eren?" ucap Ymir.

Jantung Reiner dan Berthold serasa berhenti berdetak.

Ymir menautkan alisnya. "Apa dia.. Mengkhianati kalian?" cicitnya pelan. Suasana sangat hening. Ymir tahu jawabannya dan memutuskan untuk diam.

"Kenapa kau tahu dia pelayan Bar?" lirih Berthold.

"Sejujurnya, aku ini sangat nakal sebelum memasuki Pasukan Pengintai ataupun Kadet. Aku sering mencuri dan membuat onar, aku bertemu wanita itu ketika dia baru saja ingin bekerja, dia membantuku. Lalu kudengar, dia wanita terkenal di Trost." jelas Ymir. Berthold dan Reiner mengadah keatas.

"Ayo.... Pulang." lirih Berthold menatap Reiner, dan pria bersurai pirang itu mengangguk.

Berthold dan Reiner pulang dengan misi yang bisa dikatakan entah bagaimana, setidaknya mereka mendapatkan kembali Titan Rahang. Reiner bersumpah akan membayar utangnya pada Ymir. Sang gadis dengan nama yang memiliki beban sangat berat untuk dipikul.

ᴘᴇᴀᴄᴇ : ʟɪʙᴇʀᴛʜᴀ ᴅʜᴀʟɪꜱᴇ (ᴀᴏᴛ × ᴏᴄ)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang