xxii.

214 19 7
                                        

°•°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°•°

Situasi kini cukup aneh. Malam ini begitu tenang, mereka berjalan pelan dengan penerangan samar dan tidak terlihat satu Titan pun. Titan hanya terlihat saat mereka baru keluar gerbang tadi siang, selanjutnya tidak ada. Jantung semakin berdegup kencang, memikirkan jika mungkin ada Titan tertidur didekat mereka.

Menjelang pagi, mereka tiba di dinding Maria. Namun keadaan memang sangat aneh, tidak ada tanda kehidupan. Baik Titan Zirah maupun Kolosal juga tidak terlihat. Erwin berdiri diatas dinding, menelusuri seluruh wilayah dari atas. Tidak lama, Armin melapor kepada Erwin.

"Hormat Komandan! Saya melihat bekas minuman, itu seperti teh."

Bertha yang mendengar itu tertarik dengan ucapan Armin dan melihat tempat minum itu, ia mencium wanginya. "Ini adalah kopi."

"Kopi?" Erwin bertanya.

"Itu minuman ringan, seperti teh."

Berdasarkan analisis Armin, minuman itu mungkin sudah berkisar 10 menit yang lalu diminum. Berarti, musuh sudah mengetahui pergerakan mereka sejak mereka mulai mendekat.

Erwin mulai berpikir, "Jika begitu, berarti musuh tidak hanya Titan Kolosal dan Zirah. Apakah ada Titan yang bisa memberi informasi?"

Pikiran Bertha langsung menuju Titan Pengangkut, Titan milik Pieck.

"Itu Titan Pengangkut. Titan itu mengangkut keperluan perang dan lincah, biasanya jika ada dia berarti....
juga ada Zeke." Bertha menatap Erwin, Levi, Hange dan Armin. "Dia Titan Binatang. Kemampuan melemparnya sangat mengerikan, kita harus waspada."

"Maka saat ini kita harus mencari persembunyian mereka." ujar Erwin.

"Arlert, kuserahkan tugas mencari ini padamu." Erwin memerintahkan Armin, anak itu cukup terkejut namun ia cepat mengerti.

Beberapa menit mereka masih buntu ingin mencari dimana, namun Armin mulai mengeluarkan teorinya. "Jika aku adalah musuh, maka pasti akan mencari tempat persembunyian, dimana aku bisa melihat segalanya."

Armin menjeda ucapannya, "dinding! Periksa seluruh dinding! Temukan bagian  batu yang terasa kosong!"

Libertha kagum dengan jalan pikir anak itu, dia benar-benar seorang jenius. Para pasukan mengikuti perintah Armin, lalu salah seorang prajurit menemukan batu yang terasa kosong. Saat ia melapor, Reiner langsung keluar.

Dengan cepat, Levi yang melihat Reiner keluar dari salah satu batu dinding itu langsung mengarahkan pedangnya dan menusuk tengkuk Reiner. Namun, Reiner berhasil selamat dan merubah dirinya menjadi Titan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 21, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ᴘᴇᴀᴄᴇ : ʟɪʙᴇʀᴛʜᴀ ᴅʜᴀʟɪꜱᴇ (ᴀᴏᴛ × ᴏᴄ)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang