Truth or Dare

373 19 0
                                        

"Happy Reading"

Setelah kelas XI IPA 2 selesai mengerjakan ulangan harian bahasa, Stella dan Rachel memutuskan untuk menuju ke ruangan OSIS. Ada beberapa pekerjaan yang belum mereka selesaikan terutama mendekorasi ruangan itu.

"Nih pegang" Stella memberikan box yang berisikan beberapa hiasan pita. Dia mengambil tangga lipat dan mendekatkannya pada tembok.

"Stell nungguin yang cowo aja, bahaya lo naik sendiri" Rachel mengkhawatirkan Stella yang nekat naik tangga sendiri untuk mendekorasi jendela luar ruangan OSIS.

"Lama! Gua udah suruh mereka, mereka pada sibuk. Lagi sepi juga jadi biar gua aja" Dengan keras kepalanya Stella melanjutkan langkahnya naik ke atas tangga. Namun saat di anak tangga ke 5 tangga itulah terasa goyang dan tangga itu tidak bisa menahan tubuhnya.

"STELLA AWAS!" Teriakan Rachel terdengar begitu melengking dalam persekian detik rasanya Stella merasa tubuh nya seperti mati suri.

Namun ajaibnya tubuhnya di tahan oleh seseorang yang posisinya saat ini menggendong dan memeluknya dengan erat. Dengan rasa sangat shock Stella tidak menatap siapa yang menangkap tubuhnya, dia memeluk orang itu dengan erat.

Degupan jantung orang itu terdengar berpacu jelas seirama dengan degupan jantungnya, Stella memberanikan diri untuk menatap ke arah orang itu. Tatapannya terlihat khawatir.

"Cak... Cakra..."

Cakra berusaha menahan tubuh Stella dengan sekuat tenaga. Jujur kakinya juga terasa lemas terlebih lagi melihat Stella yang jatuh dari tangga yang lumayan tinggi.

"Lo gapapa?"

Stella segera mengalihkan pandangannya dan berusaha turun dari tubuh Cakra dan dengan hati-hati Cakra menurunkan tubuhnya. Stella merasa canggung dan tidak berani menatap Cakra saat ini. Rachel menghampiri Stella dengan perasaan tidak kalah khawatir.

"Untung ada lo Cak, makasih ya udah bantuin. Ni anak bandel banget sumpah ya lo!"

Rachel terlihat emosi dengan apa yang di lakukan Stella tadi benar-benar bodoh. Coba saja tidak ada Cakra yang menahan tubuhnya, apa kabar dengan sahabatnya ini.

"Maafin gua..." Stella hanya bisa memelas. Dia tau ini kesalahannya. Cakra hanya berdehem dan meninggalkan mereka begitu saja.

Rachel menangkup kedua pipi Stella dan memplototi mata Stella. 

"Awas lo ngulangin lagi! Gua jual lo lama-lama Stell!"

Stella hanya bisa mengangguk pasrah, jujur Rachel kalau lagi mode serius itu sangat menyeramkan jadi dia tidak mau membuat Rachel semakin marah dengannya dan memutuskan menyudahi kegiatannya.

('∩。• ᵕ •。∩')

Pada Minggu pagi Stella, Rachel, anggota osis dan segala jenis ekskul lainnya sudah berkumpul di sekolah. Mereka di kumpulkan dengan tujuan untuk persiapan perlombaan satu minggu yang akan mendatang. Sekolah mereka akan merayakan Anniversary nya dan di lengkapi dengan Pensi, dimana akan ada lomba ekstrakurikuler cabang olahraga yang akan di adakan.

Saat ini Stella mau pun Rachel mereka sama-sama sibuk dalam mendata hingga membantu mendekor sekolah mereka, hingga tidak terasa sudah menjelang tengah hari.

"Chel istirahat dulu yu"

Rachel mengangguk dan mengikuti Stella, mereka memilih gabung dengan anak music band untuk membahas lagu apa saja yang akan mereka bawakan di acara puncak nanti.

"Aku udah list banyak lagu sama Nara, nih aku kirimin pesan ke kakak"

Stella dan Rachel serempak membuka layar handphonenya untuk mengecek pesan yang di kirimkan Rora.

Love Behind A HelmetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang