"Happy Reading"
Minggu ini adalah hari dimana dimulainya pensi, semua anak SMA Wismagama sibuk dengan persiapan dan bahkan perlombaan yang di adakan antar sekolah sudah di mulai.
Hari ini merupakan jadwal mainnya tim basket nanti malam. Semua orang antusias, terutama Aurora Lovania Anderson. Dia berlari menuju ke lantai tiga untuk menuju kelas XI IPA 2, kelas Stella dan Rachel berada.
Tentunya saat dia melangkahkan kakinya di lantai itu, ia menjadi pusat perhatian banyak orang. Sesampainya di depan kelas dia hanya melihat Rachel di kelas, dia melambaikan tangannya ke arah Rachel dan syukurlah kakak kelasnya itu melihat keberadaannya.
Rachel melangkahkan kakinya untuk menghampiri Rora.
"Kenapa Ra? Mau latihan?"
Rora menggelengkan kepalanya lalu menggenggam tangan Rachel.
"Nanti malam temenin Rora nonton basket ya kak" Rachel menatap bingung Rora, kena angin apa anak ini tiba-tiba mengajaknya menonton Basket bersama.
"Tumben? Anggel mana?"
Ekspresi Rora berubah menjadi murung, dia menatap Rachel sambil memelas.
"Hari ini Anggel ga bisa, dia harus ikut dinner bareng orang tuanya. Kakak temenin aku ya, kalau bisa ajak ka Stella" Rachel berfikir sejenak. Lagi pula dia kosong kegiatan.
"Kayanya Stella bakal duluan, kan dia ketua panitia. Tapi kalau gua ga ikut jadi anggota panitia, yaudah nanti kita ketemuan ya."
Rora tersenyum gembira, yups akhirnya dia bisa menonton Basket tanpa harus sendiri. Karena dia sangat menyukai pertandingan basket.
"Oke kak see you!"
('∩。• ᵕ •。∩')
Rora menggenggam erat tangan Rachel, di depannya terlihat gerombolan orang yang mendesak masuk ke lapangan basket sekolah mereka. Karena bukan hanya dari sekolah mereka yang menonton, melainkan sekolah lawan dan bahkan pertandingan ini di buka untuk umum.
"Kak ayo cepetan" Tubuh Rora yang kecil akan sangat mudah baginya untuk menerobos gerombolan orang-orang yang berada di depannya.
Sedangkan Rachel, hampir berkali-kali dia kehilangan Rora. Dengan sekuat tenaga Rachel berusaha berpegangan pada Rora, akhirnya mereka bisa melewati segerombolan itu dan mencari tempat duduk. Tempat duduk yang strategis untuk menonton.
Rachel segera mengusap keringat yang ada di keningnya lalu menatap Rora sedikit kesal.
"Huftt, lo bisa pelan dikit ga si? Gua kejepit tau ga"
"Hehehe maaf ka, kan buru-buru biar kebagian tempat duduk" Cengiran tanpa merasa bersalah itu membuat Rachel menatap Rora sinis, sedangkan Rora hanya melemparkan senyum manisnya.
Tidak lama kemudian permainan di mulai. Terlihat kedua belah tim memasuki lapangan, namun Rachel dan Rora sama-sama terfokus ke seseorang, namun berbeda.
"Kak Aaron?!"
"Nolan?!"
Mereka serempak menyebut nama orang yang menjadi pusat perhatian mereka. Lalu dengan kompak lagi mereka saling bertatapan.
"Lo tau di tim basket ada Nolan?" Tanya Rachel dengan nada tidak santai.
"Ga tau kak, aku aja ga tau kalau Kak Aaron bakal main dan dia kapten basket!" Histeris Rora, dia sungguh tidak tau kalau kedua orang itu ada di tim basket.
Pritttt...
Peluit dari wasit terdengar sangat jelas yang artinya permainan di mulai. Rora segera mengemasi barangnya dan baru saja dia bangkit dari duduknya, lengannya di tahan oleh Rachel yang membuatnya mengurungkan niat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Behind A Helmet
Teen FictionStella Nova seorang gadis remaja cantik yang berhasil memikat banyak orang, gadis yang baru saja memasuki umur 17 tahun. Namun kini sudah memiliki banyak teman dan fans, yang ternyata diam-diam menyukai captain dari gotreasure. Geng yang terkenal tu...
