"Happy Reading"
Stella menghitung kembali lembaran formulir yang menumpuk di hadapannnya, dengan di bantu Rachel kedua gadis itu nampak sangat serius menghitung lembaran formulir peserta yang mengikuti camping tahun ini.
"Totalnya 78 lembar di gua Stell" Rachel meletakkan lembaran formulir yang sudah tersusun rapih di atas meja milik Stella.
Saat ini keadaan kelas sangat sepi bahkan sekolah mereka sudah mulai kosong, karena sebenarnya bel tanda pulang sudah berbunyi sekitar lima belas menit lalu. Namun mereka berdua masih saja setia berkutik menghitung lembaran formulir tersebut.
"Di gua 71, kemarin pas kumpul bukannya total yang mau ikut 150? Tinggal satu lagi, siapa yang belum kumpulin formulir?"
Stella kembali menghitung lembaran formulir itu, dia berfikir mungkin saat menghitung dia melewatkan satu lembar formulir sehingga jumlahnya tidak sesuai.
Di sisi lain Rachel menepuk jidatnya dan menyengir tanpa dosa.
"Hehe punya gua Stell, gua lupa kumpulin" Stella mendengar hal itu langsung melempar tatapan maut kearah Rachel, dia hampir menghitung formulir itu tiga kali dan ternyata sumber masalahnya ada pada Rachel? Ini sangat keterlaluan.
"Lo ya Chelll! Gua udah panik kirain formulirnya hilang satu!"
Rachel tetap tersenyum dan berusaha merayu Stella dengan menunjukkan senyuman termanisnya supaya Stella tidak jadi marah padanya.
"Hehe gua bener-bener lupa, kan dari tadi pagi gua sibuk ngurusin formulir sama ngitungin duit buat camping nanti"
Stellla hanya menghembuskan nafasnya lelah. Mau bagaimana pun rasa kesalnya sekarang Rachel juga benar, sahabatnya itu sangat sibuk sedari pagi. Bukan hanya Rachel sebenarnya mereka berdua benar-benar sibuk, namun cuma berbeda tugas saja.
Jika Rachel sibuk dengan formulir dan pembayaran camping, Stella sibuk membuat surat izin resmi ke pihak sekolah untuk mengadakan camping. Walaupun Stella sudah mendapatkan izin lewat mulut ke mulut, tetap saja wajib adanya surat izin resmi. Selain itu dia juga membantu anggota osis lain untuk mempersiapkan keberangkatan mereka besok.
Camping yang mereka adakan hanya camping biasa, tujuannya hanya untuk berlibur bersama namun berada di bawah pengawasan pihak sekolah dan di laksanakan oleh pihak osis.
Rachel menyelipkan lembaran formulirnya di antara formulir lain, sembari tersenyum ia menggabungkan semua tumpukan formulir tersebut.
"Nah sudah pas 150 kanjeng ratu. Oh iya duitnya gua lupa juga"
Rachel merogoh saku almamater miliknya dan mengeluarkan uang yang berwarna merah muda dengan total tiga lembar. Namun belum sempat ia meletakkan uang tersebut sebuah tangan kekar sudah meletakkan uang dengan total yang sama dihadapan Stella.
"Udah simpan aja duitnya buat beli jajan di perjalanan, biar gua bayar"
Stella dan Rachel serempak menatap kearah laki-laki yang berada di hadapan mereka, siapa lagi kalau bukan bank berjalan milik Gotreasure, yups Nolan Pradipta.
Rachel menatap Nolan tidak senang, ia kekeh ingin membayar sendiri namun Nolan tak kalah keras kepala dari Rachel. Ia menahan tangan Rachel dan bahkan laki-laki itu memasukan tangan Rachel yang menggenggam uang masuk ke dalam almet milik Rachel.
"Udah nurut aja napa si"
"Tapi gua bisa sen..."
"Apa si ribut-ribut" ucapan Rachel terpotong karena suara dingin milik seorang Cakra Dhega terdengar sangat jelas bahkan laki-laki itu sekarang berada di samping Stella, memeluk pinggang gadis mungilnya dan kini mendaratkan satu kecupan manis di puncak kepala Stella.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Behind A Helmet
Teen FictionStella Nova seorang gadis remaja cantik yang berhasil memikat banyak orang, gadis yang baru saja memasuki umur 17 tahun. Namun kini sudah memiliki banyak teman dan fans, yang ternyata diam-diam menyukai captain dari gotreasure. Geng yang terkenal tu...
