Netflix

329 14 5
                                        

"Happy Reading"

Setelah hari itu Stella dan Cakra semakin dekat, seperti saat ini. Stella menatap layar handphone nya yang terhubung video call dengan Cakra, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Namun kedua insan ini masih saja saling menatap tanpa bicara, sudah terhitung hampir tiga jam mereka melakukan slepp call sambil Facetime untuk pertama kali.

Sebelum di hari itu Cakra pulang, Cakra meminjam handphone Stella dan menyimpan nomor nya dengan tulisan "Ma Dhega" awal nya Stella menolak dan jujur saja dia sedikit bingung, kenapa harus nama belakang Cakra dan kenapa juga harus ada kata ma di sana. Namun Cakra berisi keras untuk menyimpan nomornya dengan nama itu di handphone Stella.

"Gua ngantuk Cak" Jika mata Stella adalah sebuah lampu sudah di pastikan kekuatan nya saat ini hanya tersisa 5 watt. Dari sebrang sana Cakra mengangguk lalu bangkit dari posisi tidur nya, laki-laki itu nampak mengusak kebelakang rambutnya.

"Oke, good night Stella. Besok pagi gua jemput" ucapnya lalu tanpa menunggu jawaban Stella dia langsung memutuskan sambungan telponnya sepihak.

Tapi tunggu? Jemput? Mata Stella yang awalnya ngantuk berat kini terbuka lebar dan bahkan melotot. Dia tidak salah dengar bukan? kalau Cakra bilang ingin jemputnya besok pagi?

Stella mengacak-acak rambutnya dengan sedikit frustasi, bagaimana bisa laki-laki itu mengambil keputusan tanpa persetujuannya. Saat ini Stella memang merasa senang, namun di sisi lain dia khawatir dengan hubungan antara Cakra dan Anggel. Sejauh ini dia tidak berani mempertanyakan hal tersebut.

Stella menghempaskan tubuhnya di atas kasur dan kembali menarik selimut, dia menatap ke atas langit-langit kamarnya yang bertaburan bintang dari lampu hias dan beberapa planet miniatur yang bergantungan.

"Gua bingung Cak"

('∩。• ᵕ •。∩')

Stella menundukkan kepalanya sambil berjalan, saat ini dia dan Cakra sudah berada di sekolah. Laki-laki itu benar-benar menjemputnya bahkan 06.20 Cakra sudah duduk di depan pintu rumahnya dan tentu saja ayah Stella memintanya untuk sarapan bersama.

Stella mempercepat langkahnya saat melewati lapangan. Saat ini keadaan sekolah sudah cukup ramai dan sudah tidak perlu di tanya dari awal pertama kali mereka masuk area sekolah mereka sudah menjadi pusat perhatian, bahkan mereka terang-terangan membicarakan mereka berdua yang melintas di hadapan mereka.

Berbeda dengan Stella yang merasa malu dan mencoba menghindar, Cakra malah berusaha mendekat ke arah Stella dan berusaha terus berada di sisi Stella. Stella menatap Cakra dari samping, dengan nada pelan Stella berkata.

"Cak, gua bisa ke kelas sendiri" Laki-laki itu berisi keras untuk mengantarnya ke kelas, sedangkan Stella merasa kurang nyaman dengan menjadi pusat perhatian seperti ini.

Cakra menggelengkan kepalanya lalu menggenggam tangan Stella dan menuntunnya ke kelas Stella.

"Gua di suruh ayah lo buat antar ke kelas"

"Ya tapikan ayah ga liat Cakra" Dengan melas dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. Bukannya terlepas malah lebih erat bahkan Cakra melangkahkan kaki nya masuk ke kelas Stella.

"Cak! Malu" Akhirnya laki-laki itu melepaskan tangannya, namun tepat berada di tempat duduk Stella. Rachel menatap Cakra dan Stella secara bergantian. Sedikit meloding apa yang telah terjadi sekarang, gadis itu bangkit dari duduknya dan meletakkan tangannya di pinggangnya.

"Lo berdua hutang penjelasan ke gua"

('∩。• ᵕ •。∩')

Rachel menyuap nasi yang ada di hadapannya, hampir sepuluh menit menunggu penjelasan dari sahabatnya dan Cakra. Saat ini mereka memutuskan untuk berada di kantin dan menemani Rachel sarapan, awalnya Rachel minta mereka menjelaskan di kelas tetapi Stella ngotot kalo dia bisa menjelaskan nya sendiri. Namun bukan Rachel namanya kalau tidak keras kepala.

Love Behind A HelmetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang