"Happy Reading"
Cakra memberhentikan motornya di depan gerbang rumah Stella, dia langsung merogoh kantong jaketnya dan menelpon Shaka. Syukurnya dalam perjalanan tadi mereka tidak di kejar lagi oleh anak-anak Phoenix.
Sambungan telepon terhubung, terdengar suara riuh di dalam mobil.
"Shaka mereka berantem!" Teriak seseorang yang tentu saja di kenali oleh Cakra, sang pemilik suara itu adalah Rachel. Stella mendengar suara Rachel menjadi panik, dia tidak bisa tenang dengan keadaan sahabatnya yang masih dalam posisi tidak aman.
"Shaka gua Cakra, kalian dimana?" ucap Cakra yang menatap ke arah Stella sembari menenangkan Stella.
"Gotreasure sama Phoenix berantem, gua di suruh bawa anak-anak Victorious Secret pulang. Lo dimana Cak?"
Cakra mengusap lengan Stella dengan berusaha meyakinkannya, kalau saat ini teman-temannya sudah aman dengan Shaka.
"Gua di rumah Stella, tadi Stella masih di villa pas kalian udah pada keluar. Gua bawa dia sendirian dan kita sempet di kejar anak Phoenix. Gua takut anak-anak Phoenix nyusul sampai ke rumah Stella, terlebih lagi Bryan tau lokasi rumah Stella" ucap Cakra, dia menatap sekitar dan mencabut kunci motornya.
"Kita masuk dulu" ucap Cakra ke Stella yang di balas anggukan cepat dari Stella. Mereka bergegas masuk ke dalam sembari berbicara dengan Shaka.
Stella mengunci rapat pintu rumahnya dan menyalakan lampu yang memang belum nyala. Syukurnya kedua orang tuanya saat ini akan pulang larut, jadi ia mempersilahkan Cakra singgah di rumahnya terlebih dahulu.
"Gua minta lo temenin Stella. Gua juga takut dia kenapa-kenapa Cak"
Cakra berdehem sembari duduk di sofa berwarna hitam di ruang tamunya Stella. Stella duduk di samping Cakra dengan tatapan yang sulit di artikan, saat ini dia benar-benar khawatir dengan sahabatnya.
"Oke, lo jaga mereka. Langsung antar pulang, hati-hati di jalan Shak"
Setelah berkata seperti itu Cakra langsung memutuskan sambungan telpon, lalu meletakkan handphone nya di atas meja. Cakra mengusap perutnya yang terasa perih.
Dan sialnya Stella baru menyadari hal itu, apa yang dia lakukan selama di perjalanan itu menyakiti perut Cakra. Stella menatap Cakra khawatir.
"Perut lo gapapa Cak? Sorry gua ga sengaja meluk lo kenceng tadi" Tangan Stella terulur untuk berusaha menyentuh perut Cakra namun tangannya tersebut di tahan Cakra.
"Gua gapapa, cuma perih sedikit" Tentu saja itu bohong, saat ini perut Cakra sangat sakit.
"Cakra!! Lo kasakitan, maafin gua" Stella menyentuh punggung tangan Cakra sembari menatap mata Cakra dengan penuh ke khawatiran. Saat ini Cakra tidak bisa membohongi hal itu, dia benar-benar tidak bisa membohongi dirinya sendiri.
"Obat gua Stell, di jok motor" Cakra meringkuk kesakitan di atas sofa. Stella berdiri dan langsung bergegas mengambil kunci motor Cakra, dia berlari ke depan rumah dan langsung mengambil obat milik Cakra yang berada di dalam pouch kecil lalu dia kembali ke dalam rumah.
Dengan perasaan penuh kecemasan dia berlari kembali ke dapur untuk mengambil sebotol air mineral lalu menemui Cakra yang sudah dalam keadaan pucat pasi. Dengan sigap Stella memberikan obat itu kepada Cakra.
Sekuat tenaga Cakra berusaha mengambil obatnya tersebut. Kali ini bukan hanya satu dosis sekali makan dia langsung melahap dua dosis obat dalam sekali telan yang membuat Stella tercengang.
"Bahaya Cakra!" Cakra menggelengkan kepalanya dan berusaha mengatur pernafasannya. Dia berharap perih pada lukanya saat ini cepat sembuh.
"Sakit Stell" Mendengar hal tersebut membuat mata Stella berkaca-kaca. Air mata yang di bendungnya sedari tadi pun akhirnya jatuh membasahi pipi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Behind A Helmet
Teen FictionStella Nova seorang gadis remaja cantik yang berhasil memikat banyak orang, gadis yang baru saja memasuki umur 17 tahun. Namun kini sudah memiliki banyak teman dan fans, yang ternyata diam-diam menyukai captain dari gotreasure. Geng yang terkenal tu...
