"Happy Reading"
Entah harus berapa banyak lagi kesabaran Stella untuk menghadapi sahabatnya ini. Pagi-pagi Rachel membuat masalah karna lupa membuat pekerjaan rumah, berakhir meminta jawaban ke Stella. Lalu dia membuat masalah lagi memancing keributan dengan anak sebelah, ya apa lagi kalau bukan masalah yang sama, yaitu mencari korban dia selanjutnya. Dengan penuh tenaga Stella menarik lengan Rachel dan mengajaknya menuju ke lantai dua, dimana kelas X berada.
"Ihhh Stelll nanti aja, gua cape abis ribut sama Doni tadi" Rengekan yang sangat tidak bisa di percaya, mustahil seorang Rachel cape hanya perkara ribut. Itu hanya alasan agar dia tidak perlu cape-cape membantu dirinya mencari peserta anggota band.
"Diem deh lo, ikut gua nanti pulang sekolah gua beliin susu vanila kesukaan lo"
Itu adalah jurus paling ampuh dalam membujuk seorang Rachel, bahkan sekarang tanpa dia suruh Rachel melenggak lenggokkan pinggul nya lebih cepat dari pada Stella.
"Oke, 5 kotak ya!" Tanpa mendengar protesan dari Stella gadis gila itu memasuki kelas X IPA 1. Terlihat anak pintar dan berprestasi semua kumpul, kehadiran mereka berdua berhasil membuat isi kelas yang awalnya sedikit berisik dan penuh dengan kegiatan masing-masing kini menjadi senyap dan mereka semua terfokuskan ke arah mereka berdua.
Dengan gaya centilnya dan sedikit so cool, Rachel masuk dan berdiri di depan kelas.
"Halo selamat siang semuanya!" Sapanya dengan ramah, kini Stella menggidikan bahunya heran. Bisa-bisanya orang yang dia seret kini menjadi paling bersemangat.
"Kehadiran kami di sini mau mencari candidate music band grup, tapi only girl yaa, oke siapa di sini yang mau berpartisipasi?"
Seperti biasa, satu kelas yang berisikan anak pintar hanya akan ada tatapan saling lempar. Berakhir mereka harus keluar dari kelas itu tanpa membawa nama siapa pun.
"Kita coba di kelas IPS, siapa tau ada yang mau"
Ajak Stella dan mereka memutuskan ke kelas IPS terlebih dahulu. Berbeda dengan kelas IPA, terlihat kelas IPS begitu ricuh seperti pasar, terlebih lagi ini jam istirahat. Saat mereka masuk terdengar siulan yang menggoda mereka, huh seperti nya ini tanggung jawab yang sangat berat.
('∩。• ᵕ •。∩')
Setelah mereka mengelilingi kelas dari kelas X hingga kelas XII tidak ada yang ingin berpartisipasi kecuali tiga orang ini, yang mereka ajak menuju ke ruang kesenian. Terdapat dua orang gadis cantik berasal dari kelas X IPA 3 dan 1 gadis lain kelas X IPS 2, ya hanya mereka.
Stella menghela nafas berat, kakinya terasa sangat pegal dan memutuskan untuk duduk terlebih dahulu.
"Oke cuman bertiga, no problem ga si sebenarnya Stell?!"
Ketiga adik kelasnya hanya saling melempar tatapan satu sama lain, bagaimana bisa hanya tiga orang membentuk satu music band?
"Oke gini aja, kalian bisa apa aja tadi?Coba perkenalan ulang" ucap Stella ke arah tiga orang tersebut. Dengan semangat salah satu gadis yang sebenarnya tanpa perkenalan diri Stella sudah mengenal dia, ya dia adalah....
"Halo perkenalkan nama aku Aurora Lovania Anderson, biasa di panggil Rora. Kelebihan aku di dalam bidang music, aku bisa memainkan gitar dan aku juga bisa nyanyi"
Superstar girl dan positif vibes sangat melekat pada Aurora, bukan rahasia publik lagi kalau dia merupakan salah satu gadis yang menyandang gelar primadona paling muda di SMA Wismagama. Stella mengangguk dan menandai skill apa saja yang mereka miliki pada kertas formulir mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Behind A Helmet
Fiksi RemajaStella Nova seorang gadis remaja cantik yang berhasil memikat banyak orang, gadis yang baru saja memasuki umur 17 tahun. Namun kini sudah memiliki banyak teman dan fans, yang ternyata diam-diam menyukai captain dari gotreasure. Geng yang terkenal tu...
