"Happy Reading"
Cakra menatap ke arah langit, terlihat kilatan yang begitu terang dan akhirnya di susul oleh rintikan hujan yang turun dari langit gelap malam itu. Saat ini Cakra baru saja pulang dari tempat gym yang biasa ia datangi, dengan terburu-buru dia menancapkan gas dan mengambil keputusan untuk mampir ke basecamp Gotreasure yang memang jaraknya lumayan dekat dari lokasinya sekarang.
Kebetulan sebelum pulang, dia sempat mendapatkan kabar kalau anak-anak Gotreasure kini tengah berkumpul. Sekitar sepuluh menit akhirnya Cakra sampai di basecamp, terlihat dari luar seperti bangunan terbengkalai dengan penuh pepohonan yang terlihat semakin rimbun. Namun tentu saja itu hanya kamuflase yang mereka buat agar terlihat seperti rumah kosong, sampai akhirnya memasuki area dalam bangunan itu.
Cakra melangkahkan kakinya ke dalam bangunan terbengkalai tersebut, terlihat di dalam bangunan ada beberapa motor yang ia kenali. Cakra terus masuk dan menuju ke arah bawah tanah dan setelah dia memasuki pintu besi usang.
Ceklek.
"Woi pizza gua!" Teriak Aaron sebagai penyambut selamat datangnya.
Setelah memasuki ruangan ini siapa pun tidak menyangka di dalam rumah terbengkalai ini terutama di bagian bawah tanah terdapat ruangan yang memiliki fasilitas yang sangat mewah, sofa empuk, kulkas 2 pintu yang selalu penuh dengan isiannya, dapur berserta perlengkapannya tv yang sangat besar dan hingga peralatan PS yang sangat lengkap. Basecamp ini merupakan basecamp turun temurun, di generasi ke 10 lebih tepatnya generasi mereka basecamp ini di sulap menjadi tempat yang sangat nyaman.
"Gua kira lo ga bakal mampir" ucap Bima yang kebetulan notice keberadaan Cakra.
"Hujan di luar, jadi gua mampir"
"Lo mau pizza Cak?" Teriak Nolan dari ruangan bersantai, sedangkan Cakra sudah berada di dapur.
"Kalau mau gua beliin lagi" Cakra mengambil sekaleng soda dan menghampiri mereka. Dia menggelengkan kepalanya.
"Gua udah makan" Cakra memutuskan duduk di sebelah Bima sembari meminum minuman nya.
"Jadi gimana soal liburan? Stella udah excited banget buat ikut" Cakra menatap ke arah Shaka yang sedang menatap ke arah tv, mendengar itu dia beralih menatap ke arah Cakra.
"Yakin mau ke rumah nenek nya Nara? Sebenarnya Nara udah ngomong ke orang tua keluarga nya, dia senang-senang aja kalian dateng, tapi..." ucapan Shaka terpotong. Bima menaikan satu alisnya melihat ekspresi Shaka yang mulai berubah.
"Tapi apa?" Dengan cepat Shaka menggelengkan kepalanya.
"Nggak, mereka cuman ngingetin kalo kita harus jaga perilaku kita selama di sana. Mau bagaimanapun, di sana itu kampung orang"
"Ya elah gua kira apaan, muka lo serius banget" ucap Nolan sambil menoyor pelan kepala Shaka, sedangkan yang lain hanya ikut tertawa.
('∩。• ᵕ •。∩')
"JADI? SERIUS? YEYYYYY!!!!"
Stella melompat kegirangan, pagi-pagi Cakra mampir ke rumah Stella hanya untuk langsung mengabarkan hal ini. Bukan tidak ada tujuan, Cakra ke sini berniat membantu Stella untuk segera packing. Karena dia lupa membahas hal ini sepulang dari basecamp, mereka semua sepakat untuk melakukan perjalanan malam ini.
"Kenapa mendadak? Gua belum siap-siap bego!" Rachel keluar dari kamar mandi Stella dengan rambut yang masih acak-acakan. Semalam Stella menelpon Rachel untuk menemaninya tidur di rumah, karena orang tua Stella berangkat keluar kota.
"Lu kan ke rumah Stella bawa peralatan seminggu, jadi gua rasa packing lu buat berangkat juga udah siap. Kalau ribet tinggal aja." Perkataan yang sangat menyebalkan baru saja keluar dari mulut Cakra, ingin sekali dia menonjok bibir tanpa tulang itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Behind A Helmet
Teen FictionStella Nova seorang gadis remaja cantik yang berhasil memikat banyak orang, gadis yang baru saja memasuki umur 17 tahun. Namun kini sudah memiliki banyak teman dan fans, yang ternyata diam-diam menyukai captain dari gotreasure. Geng yang terkenal tu...
