22

255 31 2
                                        

Nayeon menatap datar pemandangan di depannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayeon menatap datar pemandangan di depannya

"Ah mulut pria itu minta di jahit" Ucapnya dan melipat kedua tangannya terlihat pria dan wanita didalam sana yang masih berpelukan

Tepukan di bahu Nayeon membuat Nayeon menatap pria yang menepuknya

"Bukankah mereka terlihat serasi?" Tanya pria itu

"Tidak juga, pria bodoh itu tidak serasi dengan siapapun" Pria yang di samping Nayeon terkekeh dan mengacak rambut Nayeon

"Katakan saja kau cemburu"

"Cih aku tidak cemburu"

"Kau cemburu Nay"

"Tidak" Ucap Nayeon dengan memberikan tanda silang dengan kedua tangannya

"Baiklah baiklah kau tidak cemburu"

"Aku memang tidak cemburu"

"Iya bunny"

"Ngomong ngomong mau sampai kapan kita mengawasi mereka?"

"Hoam, aku sudah bosan melihat mereka, aku pergi dulu ya" Nayeon menepuk pundak pria itu dan melangkah pergi

"Kau mau kemana?"

"Tidur" Nayeon melambaikan tangannya kepada pria itu saat dia menaiki bus.

*****

Sehun melepaskan pelukannya dan menggeser duduknya menjauh dari Irene

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sehun melepaskan pelukannya dan menggeser duduknya menjauh dari Irene

"Terima kasih Sehun"

"Hm, tenangkan dirimu"

"Sehun itu berarti kita bisa seperti dulu lagi?"

KELINCI NAKALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang