COMPLETED
[Kisah tentang Dewa kehancuran yang jatuh hati pada seorang anak Raja yang memiliki dendam dan ketamakan akan dunia.]
👑 zosan area
zoro x sanji
disclaimer
• semua karakter hanya milik oda sensei
• pict mengambil dari pin
• b×b warning 18...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➶ Kini Sanji tidur berada di dekapan Dewa Ares, selimut yang menutupi setengah badan nya ia tarik sampai kedada.
Seperti kelihatannya, mereka baru saja melakukan permainan ranjang.
Sanji baru pertama kali melakukan hal ini, apalagi bersama dengan seorang Dewa, pengalaman pertama yang menakjubkan.
Zoro juga kewalahan karena Sanji terus memberontak, Sanji banyak mencakar bahkan menendang wajah Zoro tak tanggung tanggung.
Padahal Zoro sudah bermain sangat lembut dan pelan, sudah diberikan ketenangan tapi Sanji tetap memprotes.
"Masih sakit?" tanya Zoro, Sanji pun mengangguk pelan.
"Tak kusangka kau baru pertama kali melakukan hubungan intim di usia 21 tahun."
"Apakah itu aneh?"
"Tidak juga, aku hanya tak sangka saja."
"Ares," Sanji mendongak menatap Zoro. "Apa kau pernah mempunyai anak dengan manusia?"
"Kenapa? kau ingin aku menghamilimu?"
Sanji berdecak sebal "jawab saja."
Zoro pun nempak berpikir sejenak. "Hm... 13 kurasa."
"Hah? kau punya 13 anak?"
"Iya kurasa itu yang masih hidup." Sanji pun mengerutkan alisnya.
"Ayah macam apa kau ini, brengsek sekali."
"Semua Dewa melakukan itu, jika kau tidak tau." Protesnya.
Keduanya pun diam beberapa saat, menikmati hangatnya kulit mereka yang bertemu, dan detak jantung yang bergema disetiap kulit, sebelum Sanji memulai kembali percakapan.
"Ares." Yang di panggil hanya menyauti pelan. "Ada yang ingin kutanyakan."
"Apa itu?" Zoro mengusap punggung polos Sanji dengan lembut.
"Itu-" Sanji nampak ragu dan bingung juga memulai dari mana. "Boleh aku cerita sedikit?"
"Tentu." Zoro lebih mengeratkan pelukan nya.
"Begini, aku awalnya tak percaya tentang keberadaan Dewa, kupikir itu semua cuman mitos yang diceritakan orang tua, tapi setelah aku melihatmu, aku sedikit percaya."
"Lalu aku juga sering bermimpi aneh sejak kecil, aku tak pernah memberitau siapapun tentang ini, dan mimpi itu semakin menakutkan semenjak aku bertemu denganmu."
"Kurasa kau mungkin tau tentang itu."
"Mimpi apa itu?" tanya Zoro.
"Aku seperti dibawa ketempat serba putih, aku tak melihat hal lain kecuali itu, lalu ada suara, suara seorang wanita yang sama terus saat aku bermimpi di tempat itu."