COMPLETED
[Kisah tentang Dewa kehancuran yang jatuh hati pada seorang anak Raja yang memiliki dendam dan ketamakan akan dunia.]
👑 zosan area
zoro x sanji
disclaimer
• semua karakter hanya milik oda sensei
• pict mengambil dari pin
• b×b warning 18...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➶ Sanji merebahkan dirinya di atas ranjang, tak luntur lunturnya senyuman yang terpatri ayu di wajahnya.
"Suasana hatimu sedang baik sepertinya."
Sanji menoleh kesumber suara, ia melihat Ares duduk dipagar balkon kamarnya.
Sanji terfokus pada tiga pedang yang dipinggang Ares, bentuk yang sama yang terukir di pergelangan tangan nya.
Sanji baru pertama kali melihatnya.
"Ares?"
Yang dipanggil langsung tersenyum licik, Sanji yang melihat itu langsung paham, ia panik wajahnya langsung memerah.
"A a a apakah kau.."
"Aku menagih janjiku cantik." Zoro langsung berjalan kedalam, menutup pintu balkon dan mendekati Sanji, Sanji kelabakan dan mencoba mundur.
"Ini masih siang Ares!"
"Memangnya kenapa kalau siang?" Sanji menahan nafasnya ketika Zoro menarik pinggangnya mendekat.
"Hmm?" Zoro kembali menyunggingkan senyum nya menggoda Sanji.
Zoro menarik dagu Sanji mencoba untuk menciumnya namun Sanji malah mendorongnya.
"Kau bilang takkan menolakku kan." Cengkraman di pinggangnya terasa tambah kuat.
"I-iya ta-tapi ada sesuatu yang harus kulakukan."
Zoro mendongak ke atas seolah sedang mengontrol emosinya, terdengar dari deru nafasnya yang kasar membuat Sanji ikut takut mendengarnya.
"Aku ingin sekarang Sanji." Ucap Zoro pelan.
"Jika kau menolakku berarti kau melanggar janjimu kan."
"Iya itu benar, tapi bukan seperti itu." Zoro mulai tampak lelah mendengarkan semua alasan Sanji.
"Aku sudah berjanji untuk melayanimu kan, maka aku akan melakukan itu, tapi.... sekarang aku meminta lagi padamu, bagaimana jika kita melakukan nya malam nanti."
"Setelah makan malam, setelah kegiatanku selesai."
"Lagipula jika kita melakukan nya sekarang, itu juga akan percuma bukan, sebentar lagi jam makan siang kerajaan pelayan pasti akan mencariku."
"Sore nanti juga akan ada latihan pedang."
"Jadi akan lebih baik-" Sanji mencoba melepaskan lengan Zoro di pinggangnya.
"Kalau kita melakukan nya nanti malam."
Zoro menatap Sanji dengan tajam, "Kau tidak sedang mencari alasan kan."
"Mana mungkin, ini untuk keuntungan kita berdua bukan, aku akan tenang karena pelayan takkan mencariku, dan kau..." Sanji menggenggam tangan Zoro.
"kau bisa melakukan nya dengan tenang juga, aku janji nanti malam."