COMPLETED
[Kisah tentang Dewa kehancuran yang jatuh hati pada seorang anak Raja yang memiliki dendam dan ketamakan akan dunia.]
👑 zosan area
zoro x sanji
disclaimer
• semua karakter hanya milik oda sensei
• pict mengambil dari pin
• b×b warning 18...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➶ Sanji terbangun, kepalanya terasa berat sekali, ia melirik keatas langit langit kamarnya melihat cahaya matahari yang sudah masuk terang menerangi kamarnya.
Sanji masih memproses situasi yang sedang ia alami kini, seluruh tubuhnya pun mati rasa.
Selimut yang menutupi tubuh polosnya hanya sampai pinggang, membuat bercak bercak merah peninggalan Ares terpampang jelas.
"Sudah bangun tuan putri."
Sanji pun menoleh kesumber suara, ia melihat sosok pria yang tengah duduk si sofa kamarnya, Sanji berkedip beberapa kali sebelum ia menyadari bawah itu Law.
"Apa yang kau.. Ah!" Sanji memaksakan bangun, dan langsung mendapat sengatan listrik yang terasa di bagian bawahnya.
Sanji lantas terkejut, ia baru sadar yang ia lakukan semalam dengan Ares, ia merasakan sesuatu mengalir dari bagian bawahnya.
"Ares?" Sanji melebarkan matanya.
Sanji lekas menarik selimutnya untuk menutup seluruh tubuhnya, ia juga membelakangi Law yang sedari tadi melihatnya.
"Kau akan memberitau kakakku?"
"Tidak."
"Sejak kapan kau disitu?"
"Sejak sebelum para pelayan datang kekamarmu."
Sanji langsung tersadar, di jam sekarang para pelayan pasti sudah selesai membersihkan semuanya.
"Lalu?" tanya nya panik.
"Aku memberitahu mereka, kalau kau ingin aku yang membersihankan kamarmu, kau takkan menyuruh mereka membersihkan ranjang yang baru saja di buat bercinta kan."
"Berhati hatilah sedikit tuan putri, bagaimana jika mereka memaksa masuk dan melihatmu seperti itu."
"Berhenti memanggilku tuan putri."
Sanji pun mengeratkan giginya, pipinya memerah karena mendengar ucapan Law.
"Bagaimana bisa kau tau."
"Kau membohongiku kemarin tentang kau yang tidak tau mengapa tidak boleh keluar istana."
Sanji tersentak.
"Ya kelihatan sekali kau tengah berbohong."
"Lalu apa hubungan nya kau disini." Sanji pun berbalik menatap Law dengan tajam.
"Bisa dikatakan aku merasakan sesuatu yang aneh dikamarmu tadi malam dikarenakan kau seperti sedang menyembunyikan hal besar."
"Hah?! kau mengintip?" Muka Sanji langsung memerah.
"Salah sendiri berisik sekali, siapapun pasti ingin tau jika mendengar suara aneh malam malam." Law membuang mukanya ke samping, jika Sanji tak sedang kesakitan ia ingin sekali memukul wajah Law sekarang.