16. Menagih Janji

1K 71 2
                                    

⚠️Warning 18+ area

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️Warning 18+ area

➶ Sanji mencengkram bahu Pria di atasnya dengan kuat, kepalanya mengadah ke atas dan mulutnya terbuka mendesahkan nama Ares berkali kali.

Kakinya yang berusaha menutup langsung ditahan, malah Zoro semakin membuatnya terbuka lebih lebar.

"Ahk haa haa..."

Dua jari panjang itu keluar masuk dibagian belakang nya sedari tadi, membuat gerakan menggunting dan sesekali Zoro menekuknya didalam buat Sanji berteriak karena terasa sangat penuh.

Zoro tersenyum menikmati pemandangan erotis ini, ia pun mencoba masuk lebih dalam.

"AH!"

Zoro lantas tersenyum dan mengecup pipi kanan Sanji.

"Kau menyukainya cantik?"

Sanji tak menjawab, Zoro benar benar menyentuh titik nikmatnya berkali kali, lalu menekan nya lama buat Sanji menahan nafasnya.

Dada nya naik karena merasa putihnya akan keluar.

Dan dorongan terakhir, Zoro menyentak nya dengan kuat buat Sanji mendesah panjang lalu kemudian disusul putihnya keluar.

Sanji memegang kepalanya karena pusing.

"Berantakan sekali." Zoro lantas tersenyum.

Sanji sibuk menarik nafasnya, matanya sayu penuh hasrat melihat Zoro membuka bajunya.

Tangan Zoro kembali menahan kaki Sanji saat ingin menutup.

"Kenapa kau terus menutupnya."

"Malu." Cicit Sanji pelan.

Zoro terkekeh. "Ini bukan pertama kali kita melakukan ini kan."

Sanji menutup wajahnya dengan telapak tangan, bibirnya bergetar karena disana Zoro menggesekkan miliknya di tepat didepan bagian belakangnya.

Besar dan keras, Sanji ingin menangis.

"Ares, tunggu" Ucap Sanji ragu ragu.

Zoro menarik pergelangan tangan Sanji yang menutupi wajahnya lalu menahan di sisi masing masing kepala.

"Tahan."

Sanji tersentak saat benda tumpul itu perlahan memasukinya, Zoro berpindah untuk mencengkram kedua pingganganya.

"Pe-pelan pelan!"

"AH Ares.."

"Ck! .. tenang Sanji."

Zoro lebih angkat pantat Sanji, "AAaaa..."

Sanji memejamkan matanya rapat seolah sedang merasakan milik Zoro yang berusaha terus masuk, Sanji pun mengeratkan miliknya dan desisan keluar dari Zoro.

"Sanji Ah! jangan tegang."

"Sakit Ares." Air mata Sanji pun meleleh membasahi pipinya.

"Lakukan seperti biasa kita lakukan."

DEMIGOD °zosan ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang