Jangan lupa vote!!
.
.
.Sudah dua minggu sejak insiden di kamar itu berlalu, wang yibo melarang xiao zhan untuk keluar dari rumah maupun kamarnya karna pemuda manis itu mengancam akan pergi jauh meninggalkan kediamannya membuat wang yibo geram. Bahkan tidak jarang zhan mencoba kabur melalui jendela kamar membuat yibo menghancurkan jendela itu kemudian menemboknya agar zhan tidak pergi. Hal itu membuat zhan kesal dan marah, tidak jarang pemuda manis itu menolak untuk makan membuat pelayannya yanzi khawatir dengan kesehatan anak majikannya.
"Ayo tuan muda, anda harus makan" ujar yanzi menyuapi zhan yang menatapnya datar.
"Kalau anda sakit nanti akan panjang urusannya tuan muda" ucap yanzi tidak menyerah.
"BIARKAN SAJA AKU MATI!! sangat menjijikan setelah di setubuhi oleh yibo sialan itu!!" Seru zhan menghempaskan piring yang di pegang yanzi.Brakkkk
Pintu kamar terbuka dengan kencang membuat zhan terkejut begitupun yanzi, didepan pintu nampak sosok wang yibo yang menatap zhan sengit. Dengan langkah lebar ia mendekat kemudian mengusir yanzi dari sana.
"Kau keluar dari sini sekarang!!" Seru yibo.
"Tapi tu_" ucapan yanzi terhenti melihat mata memerah dari tuan wang, dengan terpaksa wanita itu keluar menatap anak majikannya kasian.Setelah kepergian yanzi mata wang yibo kembali menatap zhan dengan tatapan sengit, sementara zhan hanya melengos tanpa takut.
"Kenapa kau tidak mau makan hah!!" Seru wang yibo kesal.
"Apa masalahmu kalau aku tidak makan! Urus saja hidupmu dan cepat temukan xiao lusi agar aku bisa terbabas dari pria gila sepertimu" ujar zhan santai."Sekalipun lusi kembali kau tidak akan pernah aku ceraikan!! Jadi tidak usah membuang tenaga" seru yibo.
"Betapa menjijikannya dirimu wang yibo!! Apa satu lubang tidak puas untuk panis mu yang menjijikan itu hah!! Bebaskan aku dari sini sekarang juga" seru zhan bangun dari ranjang menghampiri yibo.Yibo menatap lekat pemuda manis di depannya, nafasnya naik turun menahan gejolak amarah yang siap meledak kapanpun.
"Apa yang akan kau lakukan kalau aku melepaskanmu hah!" Ujar yibo mencengkram bahu zhan.
"AKU AKAN MENCARI LUSI DAN MANCARI PRIA YANG LEBIH BAIK DA_"Bibir zhan di bungkam oleh yibo dengan ciuman rakus, zhan memberontak tetapi pinggang ditahan oleh yibo, dan tangannya di genggam kuat oleh pria di depannya. Wang yibo membawa tubuh zhan kerajang kemudian memborgol kedua tangan itu.
"Kau tidak bisa melakukan itu!! Kau hanya milikku zhan milik Wang yibo seorang" seru yibo.
"Jika tidak ingin makan maka ya sudah tidak usah makan selamanya" seru yibo keluar dari kamar meninggalkkan zhan yang terborgol di ranjang.Wang yibo mengunci kamar itu kemudian pergi begitu saja, tetapi sebelum pergi ia mengancam pelayan yanzi agar tidak berbuat macam macam dibelakangnya.
Zhan yang berada di kamar menatap kosong tangannya yang terborgol, ia tidak tau harus berbuat apa sekarang, kamar itu bahkan tidak memiliki lubang sedikitpun untuk dirinya kabur. Dan juga dirinya di kunci dari luar, perutnya perih menahan lapar dari kemarin.Di kehidupan ini bahkan zhan merasa sangat menderita dari kehidupannya sebelumnya.
"Cara satu satunya hanya memotong kedua tangan ini, tapi tetap saja tidak bisa keluar. Wang yibo sialan!" Seru zhan menendang nendang selimut.Ditempat lain wang yibo masuk keruangan kerjanya, rasa penyesalan itu selalau menghampirinya. Pria itu mengambil pisau mengores tangannya mengikuti garis telapak tangannya, entah berapa banyak garis yang berada di tangannya.
'Aku menyakitinya' batin yibo menatap darah yang mengalir dari luka yang di buat tadi.Pria itu kembali mengingat kejadian 10 tahun yang lalu saat ibunya masih ada.
"Yibo, berjanjilah pada ibu kalau kau akan menikahi anak dari tuan xiao, ibu tidak ingin memiliki hutang budi" ujar ibu yibo yang terbaring lemah.Wang yibo menggenggam erat tangan ibunya, mengiyakan permintaan ibunya dengan hati yang senang karna memang hatinya sudah berlabu pada salah satu anak tuan xiao.
"Yibo berjanji bu" ujar yibo seraya menanggis menatap kondisi mamanya.
"Jangan pernah menjadi pria yang lemah nak! Berjanjilah kamu akan menjaganya. Ibu yakin anak tuan xiao sangat baik maka dari itu jangan menyakitinya" ujar ibu yibo.Wang yibo tau mengapa ibunya berkata seperti itu karna saat dimana ibunya mengalami sebuah kecelakaan dan tuan xiao orang pertama yang datang menyelamatkannya.
"Yibo janji bu, apapun yang ibu mau akan yibo turuti" ujar yibo.
"Ibu tau kamu anak yang pintar nak, berjanji lah kamu akan menjaga dan menikahi putri tuan xiao yang bernama xiao lusi. Jangan pernah menyakitinya" ujar ibu yibo tersenyum di bibir pucatnya.Duarrr
Bagai di sambar petir di siang bolong, bibir yibo bergetar dengan dada yang sesak seakan tak mampu bernafas lagi. Ibu nya memintanya menikahi orang yang bukan di cintainya, xiao lusi? Wang yibo tidak pernah mencintai wanita itu sedikitpun.
"Ingatlah nak kamu sudah berjanji pada ibu, sekarang ibu bisa pergi dengan tenang tanpa memikirkan hutang budi ini" ujar ibu yibo lega, wang yibo masih mambatu tak mampu berbicara lagi.Wang yibo bangun meninggalkan kamar ibunya kemudian masuk kedalam kamarnya, tubuhnya merosot kelantai terduduk dengan lemas. Air mata yibo mengalir dengan tatapan kosong, dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya bahwa dirinya mencintai anak tuan xiao yang lain dan bukan xiao lusi, ia sudah kepalang berjanji dengan ibunya dan tidak ingin mengecewakan ibu tercintanya.
Lamunan wang yibo di buyarkan oleh kedatangan sosok pria paruh baya yang tak lain adalah paman nya.
"APA YANG KAU LAKUKAN WANG YIBO" seru paman yibo marah. Pria paruh bayah itu mendekati ponakannya kemudian merampas pisau yang ternoda darah itu dengan kasar.Wang yibo menatap wajah pamannya, orang yang selalu menyayanginya setelah kepergian kedua orang tuanya.
"Paman" lirih yibo.
"Sampai kapan kamu terus membohongi perasaanmu yibo!! Ibumu di sana tidak akan tenang melihatmu seperti sekarang, ia akan merasa bersalah jika kamu seperti ini" seru paman yibo.
"Aku mencintai zhan paman" lirih yibo memeluk tubuh pamannya sembari menanggis.
"Jika kau mencintainya kejar dia nak" ujar paman yibo mengelus punggung kokoh wang yibo. Hati nya begitu sakit melihat ponakannya yang sudah di anggap anak sendiri menyiksa dirinya selama ini.
"Aku tidak bisa mengingkari janji pada ibu paman, dan zhan terus berusaha lari menjauh dariku. Aku takut aku tidak bisa kehilangannya paman, aku memang selalu menghina dan menjauhinya tetapi hatiku juga sakit paman" lirih yibo.Paman yibo melepaskan pelukannya dari wang yibo kemudian memegang pundak pria muda di depannya.
"Mama mu tidak akan mempermasalahkan itu nak, kejar orang yang benar benar kau cintai sebelum dia benar benar pergi bersama orang lain! Paman akan berbicara dengan tuan xiao dan memberitahunya semuanya. Sejak paman pertama kali melihatmu bertemu dengan xiao zhan, paman tau kamu sudah menyimpan perasaan padanya" ujar paman yibo.Flashback*
Enam tahun yang lalu seorang anak kecil terjatuh dan yibo kecil membantu anak manis itu dan mengobati luka di lututnya. Wajah anak itu sangat manis dan cantik membuat jantung yibo berdegup kencang, yibo kecil langsung tertarik dan menyukai anak manis itu. Dengan penuh tekat yibo kecil berjanji dalam hatinya akan menikahi dan menjadikan anak manis itu satu satunya miliknya, tapi seolah takdir mempermainkannya setiap yibo kecil mendekati anak manis itu. Zhan kecil selalu menjauh, yibo kecil ingin menangkapnya tetapi jarak itu semakin jauh.
