Kim Soekjin telah menyelesaikan pekerjaanya, ia kemudian bergegas kembali menuju apartemennya untuk menemui Jisoo. Setibanya disana, ia disambut oleh Irrene.
"Biarkan dia beristirahat terlebih dahulu, kau bisa berbicara dengannya setelah dia bangun. Dia sudah menceritakan semua padaku, dia sepertinya lelah karena tak berhenti menangis sejak dia tiba disini. Dan kau, sebaiknya jangan terlalu menekannya nanti." Sambil membenahi coat yang dibawa Seokjin, Irrene menjelaskan sedetail mungkin tentang kondisi Jisoo saat ini.
"Baiklah, dan terimakasih Irrene, aku beruntung ada kau disini, jika tidak, mungkin kepalaku akan pecah dibuatnya"
"Hmm.. sekarang mandilah, aku sudah menyiapkan makan malam, nanti kita akan makan bersama dengan Jisoo, ingat jangan terlalu keras padanya"
"Iyaa.."
Setelah Soekjin selesai dengan kegiatan membersihkan dirinya, ia langsung menuju ke ruang tamu apartementnya. Disana sudah menunggu calon istrinya Irrene yang tengah membaca tabloid.
"Irrene-ah apa sebaiknya tak kau bangunkan saja? Karena ini sudah masuk waktu makan malam"
"Baiklah, lagipula memang dia harus mengisi perutnya, karena sejak tadi ia tidak ingin makan apa apa"
Saat Irrene hendak beranjak menuju kamar tempat Jisoo istirahat..tiba tiba Jisoo menginterupsi Irrene.
"Tak perlu eonni, aku sudah disini"
"Ahh kau sudah bangun? Ayo sekarang kita langsung makan saja". Kim Soekjin menyahut dan tanpa berlama lama Seokjin dengan wajah datarnya yang seolah tak terjadi apa apa langsung menuju meja makan diikuti oleh Jisoo dan Irrene. Ditengah santap makan malam mereka, Seokjin menerima panggilan telpon lalu ia mengangkatnya.
"Ya Taehyung-ah.. sekarang?? Kurasa aku tidak bisa, saat ini aku sedang makan malam bersama". Seketika Jisoo membeku menghentikan kegiatannya. Soekjin yang memperhatikan gelagat Jisoo langsung menegaskan percakapannya dengan Taehyung disebrang sana.
"Ya..tentu saja bersama Jisoo dan ada Irrene juga disini, apa kau akan bergabung dengan kami?". Mata Jisoo membelalak, raut kepanikan juga tampak pada wajah Irrene, sementara Soekjin hanya terkekeh dengan ponsel yang masih menempel ditelinganya.
"Aah baiklah Taehyung-ah,sampai bertemu besok". Keadaan hening, Irrene memelototi Seokjin, sedangkan Jisoo hanya memainkan makanannya sedari tadi.
"Apa? Tanya Seokjin lirih pada Irrene.
"Jisoo-ya, apa kau tidak bisa makan dengan benar? Kau masih berhutang penjelasan padaku, selesaikan makanmu lalu kita akan bicara setelah ini"
"Jisoo-ya, besok maukah kau menemaniku? Aku ingin membeli beberapa keperluan untuk pernikahan ku nanti"
"Baik Oenni,,"
Irrene menghembuskan nafas lega dan mengumpati Seokjin dengan wajah kesal penuh kekhawatiran. Padahal sebelumnya Irrene sudah berpesan agar jangan terlalu mengintimidasi Jisoo.
Makan malam pun selesai, kini mereka beralih keruang tamu keluarga, dan duduk disofa sambil menikmati minuman hangat yang telah disediakan Irrene.
Irrene sendiri memutuskan untuk menginap di appartemen Seokjin, karena ia khawatir akan terjadi perdebatan sengit yang mengakibatkan Jisoo kabur lagi.
"Jisoo-ya, apa kau sudah tidak menganggapku oppamu?" Suara Seokjin melembut. Sementara Jisoo hanya tertunduk diam sambil memainkan jam tangannya.
"Aku sangat bahagia ketika mendengar kau ada disini, meskipun aku terkejut dan khawatir dengan kejadian yang tak terduga yang menimpamu hari ini. Andai saja kau memberitaku kepulanganmu maka kupastikan kau tak akan mengalami kejadian seperti tadi, tetapi sudahlah, yang terpenting saat ini kau sudah bersama kami."
KAMU SEDANG MEMBACA
HATE TO LOVE || VSOO
RomansaKepulangan jisoo ke Seoul setelah 15 th lamanya disambut dengan kekacauan yang membuat ia berusaha untuk kembali ke LA. Kukira "Jangan membenci seseorang secara berlebihan, nanti akan berubah menjadi cinta" hanyalah sebatas ungkapan. Nyatanya...
