cerita per 1️⃣ [ FOLLOW DULU BESTIE ]
" Ayah Lengkara akan menjadi bintang untuk Ayah. "
Seorang anak perempuan pasti cinta pertamanya itu adalah seorang " Ayah ". Cinta pertama Lengkara itu seorang Ayah. Lengkara hanya hidup bersama ayahnya, hid...
Waow, aku lagi rajin up nih, tapi kalau ga rajin malah numpuk 😭😭 [ kasih tepuk tangan dong 🌝👏👏 ]
Warning ⚠️; jangan plagiat, jangan lupa vote dan komen kawan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menemui dokter, lengkara duduk di depan kamar inap ayahnya sambil termenung memikirkan bagaimana keadaan ayahnya kedepannya. Ia rela menukar nyawanya demi ayahnya.
Di satu sisi seseorang menatap Lengkara dengan penuh perasaan, kenapa Lengkara ada di rumah sakit? Apakah dia sakit? Lelaki itu menghampiri Lengkara.
“ Kar, Lo ngapain di sini? ”
Lengkara menoleh, ia kaget kenapa bagastara ada di rumah sakit. “ Kamu di sini Gas? Ayah ku sakit jadi aku di sini. ”
Bagastara bertanya sambil duduk di sebelah Lengkara. “ Sakit apa? Ini gue habis beli nasi Padang, nih makan. ”
Lengkara menggeleng, “ Ngak usah, buat kamu aja Gas. Ayah ku sakit jantung. Kamu sendiri ngapain di rumah sakit? ”
Bagastara memeluk Lengkara dengan tiba - tiba,“ gua tau lo kuat Kar. ” bisik nya.
“ sekarang Lo makan, gue udah kenyang. Ga ada bantahan. ” Tekan bagastara sembari melepas pelukannya.
Lengkara kaget kenapa bagastara memeluknya? “ Nanti aja Gas, makasih atas pelukannya. ”
“ Kamu belum jawab pertanyaan ku Gas, kamu kenapa ada di sini? ” Tanya Lengkara.
Bagastara terdiam, “ Oh ini gua jenguk temen, biasa kebanyakan tingkah jadi masuk RS.” Lengkara hanya ber oh.
•••
Lengkara pamit kepada ayahnya untuk menemui seseorang, sebelum meninggal kan ayahnya Lengkara sudah menyuapi ayahnya dengan bubur dan memberi obat untuk di minum.
Lengkara menatap rumah yang menjulang tinggi, rumah itu sangat indah dan Lengkara merasa kalau di rumah itu sangat hangat.
Lengkara berjalan ke pos rumah itu, tetapi ia dia stop di larang masuk.
“ Mau ketemu siapa Neng? ” Tanya satpam.
“ Lauzen Pak, saya temannya. ” Jawab Lengkara, satpam itu mengangguk lalu membuka kan gerbang.
Lengkara terperangah menatap rumah yang bagus itu, dia berjalan dan mengetok rumah itu lalu ia masuk dan mendapati Andin yang sedang menonton bersama Lauzen dan juga terdapat Harmes Ayah Zahra.
“ KAMU NGAPAIN ADA DI SINI?! ” Bentak Andin marah, bisa - bisa nya ada penyusup di rumahnya.
“ Aku mau ketemu mama, Mah Ayah sakit tolong jenguk ayah. Bantu Lengkara Mah ... ” Jawab Lengkara lirih.
Andin berjalan ke arah Lengkara, lalu menamparnya. “ SAYA GA PEDULI SIALAN, BIADAB GA TAU DIRI. ANAK GATAU DIRI ANAK BODOH PERGI DARI RUMAH SAYA! ” murka Andin.
Lengkara menangis, pukulan mamanya sungguh sakit Tuhan... Lengkara hanya ingin di peluk dan di dengar.
“ Mah... Ayah sakit jantung mahh.. ” Lirihnya.
“ Saya ga peduli, mau ayah dan kamu mati saya ga peduli malah saya bersyukur kalau kamu mati biadab!. ” Tekan Andin.
“ Cepat kamu pergi dari rumah saya! Jangan menjadi kotoran di sini! ” Bentak Andin.
Lauzen menghampiri Lengkara dengan tatapan jijik. “ Pergi dari rumah gua! Jijik gue lihat Lo ada di sini. Iya ga Mah? ” Andin mengangguk.
Andin dan Lauzen pergi dari situ, tinggal menyisakan Harmes dan Lengkara.
“ Kamu memang menjijikkan, jangan mengatakan kalau saya ada di sini terhadap Zahra. Kalau sampai Zahra tau saya akan bunuh kamu. ” Tekan Harmes.
“ Anda sungguh ayah yang sangat menjijikkan di mata saya, KENAPA ANDA HARUS MEMBUAT SAHABAT SAYA MENDERITA HAH?! ... Jangan buat Zahra sakit Om.. ” Ucap Lengkara sambil menangis.
Kemudian Harmes mengangkat tangannya untuk menampar Lengkara namun dengan cepat Lengkara menepis itu.
“ Om, ga cape ngebuat saya menderita sedari kecil? Om berhasil ngebuat saya seperti ini. Dulu saya pikir om itu baik tapi tidak! Om merebut semuanya dari saya! ”
Harmes memerah, sorot matanya setajam pisau. “ jangan mati dulu Lengkara, dendam saya masih banyak untuk kamu. Saya ingin kamu terbunuh oleh pikiran mu sendiri dengan cara keji. ”
— TBC
Aduhaii ini om2 kok ngeselin sih anjir 😤😤 kan author jadi makin semangat buat naro bumbu2 kejam nya 😻😻