cerita per 1️⃣ [ FOLLOW DULU BESTIE ]
" Ayah Lengkara akan menjadi bintang untuk Ayah. "
Seorang anak perempuan pasti cinta pertamanya itu adalah seorang " Ayah ". Cinta pertama Lengkara itu seorang Ayah. Lengkara hanya hidup bersama ayahnya, hid...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wanita paruh baya dengan setelan jas itu sedang terdiam di depan sebuah bingkai foto, bingkai yang telah lama ia simpan sejak berada di sini.
Terdapat foto bayi perempuan yang berusia 2 bulan, senyuman bayi itu sangat manis seperti gula.
Ya, Itu Andin. Dia sedang melihat bingkai putrinya.
Tapi, Putri yang mana?
“ Seharusnya kamu tidak hadir, SEHARUSNYA KAMU GA HADIR LENGKARA! jangan membuat aku begitu membencimu... ” Teriak Andin frustasi.
“ Ngak! Ngak dia anakku! Dia putriku!”
Andin berteriak keras sampai suaranya terdengar di luar kamar. “ DIA BUKAN PUTRIKU! PUTRI KU HANYA LAUZEN! Pergi kamu dari pikiranku! ” Teriak Andin sambil membanting bingkai foto yang ia pegang.
TOK TOK
Suara gedoran pintu terdengar di telinga Andin, namun ia enggan untuk membukanya, ia kalut, ia frustasi, dan ia bimbang.
“ Mah! Buka ma. Ini Lauzen ” Teriak Lauzen dari luar.
Andin diam, dia melihat bingkai foto yang sudah pecah. Di sana dia melihat senyuman Lengkara yang sangat tulus.
“ Kamu bukan putriku. ”
Lauzen yang dari luar kamar berusaha untuk membuka pintu kamar mamanya, sebab sejak pulang tadi wajah mamanya tampak murung dan gelisah. Lauzen sudah menanyakan kenapa mamanya murung tapi Andin hanya terdiam membisu.
“ Mah! Mama kenapa? Mama banting bingkai? ” Tanya Lauzen yang sudah berhasil masuk ke dalam pintu kamar mamanya, karena sebelum di buka pintu ini di kunci dari dalam.
Lauzen mengambil bingkai itu, ia menyerngit heran.
“ Mah, ini foto siapa? ” Tanya Lauzen.
Andin menoleh, dia tetap diam. Lauzen yang bingung pun menghampiri mamanya.
“ Mah, ini foto siapa? Kenapa mama banting bingkai foto ini? ” Tanya Lauzen lagi.
“ Foto anak panti, udah kamu ga usah tanya - tanya lagi. Ga sengaja mama simpan dan mama bingkai. ” Jelas Andin, kemudian ia keluar dari kamarnya.
Lauzen membalik foto itu, dan terdapat sebuah ukiran nama.
“ Lengkara. ”
•••
Entah sudah berapa lama pertengkaran antara sahabat, belum usai. Zahra yang terus mendiami Lengkara dan Lengkara yang selalu menghampirinya.
Kenapa bisa, papanya selingkuh dengan mama Lengkara? Kenapa bisa! Zahra benci ini semua. Keadaan yang tak seharusnya terjadi ini sungguh menyiksa dirinya.
Zahra duduk di sofa dengan meminum air soda, ia meneguk air itu dengan penuh amarah.
“ Sayang, masuk dulu yu. Ketemu sama anakku. ” Ucap Papa Zahra yang menggandeng lengan wanita dengan penuh mesrah untuk masuk ke dalam rumah miliknya.
Zahra menoleh dan berdiri, ia bertepuk tangan sambil tertawa. Tertawa kesakitan.
“ Oh ini selingkuhan anda? Udah di publish ya? Sayangnya, aku udah tau duluan pa! ” Kekeh Zahra.
Harmes — papa Zahra Shock, mengetahui bahwa putrinya mengetahui semuanya.
“ Zar, papa bisa jelasin. ” Kata Harmes, menghampiri Putrinya.
Zahra mengangkat sebelah alisnya, “ Jelasin apa? Udah ketauan kok mau ngejelasin, Lawak! ”
Zahra menghampiri Andin, kini mukanya berubah yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi dingin dengan amarah yang tak terbendung.
Ia menamparnya.
“ Ini tamparan buat Lo! Gue ga peduli Lo udah tua atau udah peot kek! Tapi sekali lagi yang harus lo tau Mama Lengkara, Karma itu nyata. ” Tekan Zahra.
Andin memegang pipi sebelah kirinya yang terkena tamparan itu, ia menunjuk ke arah Zahra menggunakan jari telunjuknya.
“ DASAR ANAK GA PUNYA SOPAN SATUN! Tau apa kamu tentang saya hah?! Tau apa kamu! MAS! INI NIH HASIL DIDIKAN LESA YANG GAK BECUS!. ” Hardik Andin keras.
Zahra marah, mamanya di hina seperti itu, ia melayangkan tamparan yang lebih keras lagi.
“ EMANG LO PIKIR GUA GABISA TERIAK HAH?! JANGAN HINA MAMA GUA! YANG LEBIH HINA ITU LO! MAU AJA SIH JADI SELINGKUH BAPAK - BAPAK! NAJIS CUIH. ” Teriak Zahra.
Zahra menoleh ke arah Papanya dengan penuh amarah dan tatapan benci.