Hai?
Warning ⚠️: jangan plagiat, jangan lupa votmen kawan 🖤🤭

Malam terasa gelap dan dingin, bulan sudah menampakkan wujudnya dan bintang sudah mulai terlihat dari sarangnya. Lengkara tidak tau kenapa cobaan hidupnya seperti ini? angan - angan untuk bahagia dengan kelurga yang harmonis saja itu suatu hal yang amat mustahil baginya.
Entah ini semua kesalahannya atau kesalahan Mamanya, di benak Lengkara ini salah dirinya karena sudah terlahir, lahir nya tak di harapkan oleh surga Ibu.
“ Ini semua salahku, aku terlahir dan tak di inginkan oleh Mamaku sendiri. Tuhan, bercanda mu sungguh membuatku tersenyum seperti melihat ribuan ombak yang naik ke atas permukaan dan di naugi oleh burung di atasnya. ” Lengkara terdiam setelah mengucapkan kata-kata itu, memang kita tahu hari esok akan terjadi apa dan kedepannya bagaimana, kan?
Doni sedang membuat kan teh untuk putri tercinta, teh dengan seduhan hangat dan tercipta nya rasa kasih sayang yang amat mendalam.
Walaupun hanya sekedar Teh hangat, tetapi rasanya sudah pasti sehangat kasih sayang ayahnya. Doni mengetuk pintu putrinya, namun tidak ada jawaban lantas Doni masuk kedalam dan mengecek putrinya takut terjadi sesuatu.
“ Nak... ”
Lengkara menoleh ke sumber suara, “ Iya Yah, ayah butuh sesuatu? ” Tanyanya, Doni menggeleng.
“ Ayah ngak butuh apa - apa, oh ya ini Ayah buatin kamu Teh hangat, ” ucap Doni sambil memberikan Teh hangat kepada Lengkara.
Lengkara meminum teh hangat buatan ayahnya dengan nikmat. Dan dia kembali melamun.
“ Kenapa melamun? Cerita sama Ayah, kamu kenapa? ” Tanya Doni khawatir. Lengkara menggeleng.
Lengkara enggan untuk bercerita tentang masalahnya, karena ia tidak mau membuat ayahnya khawatir dan kepikiran terus, ia lebih baik diam dan memendam semuanya sendirian.
Doni menghela nafas, “ Yasudah, Sekarang kamu lanjutin belajar nya ya Nak, ayah mau tidur dulu. ” sebelum pergi Doni memegang dadanya yang amat terasa nyeri ia kesakitan Sampai terjatuh.
Lengkara panik dia berusaha membantu ayahnya bangun, “ Ayah! Ayah kenapa?! Ayah bangun! ” Jerit Lengkara, ayahnya sudah tak sadarkan diri.
Lengkara buru - buru mengambil ponsel nya untuk menelpon seseorang.
“ Ma, bantu Lengkara ma.. ayah pingsan tolong .. ” Mohon Lengkara.
Di sebrang sana Andin menaikkan alisnya, buat apa ia menolong Lengkara? Buang - buang waktu.
Saya sibuk!
Panggilan di putuskan dengan cara sepihak, dan Lengkara tak putus asa ia mencoba untuk menelpon sahabatnya. ia tersadar kalau nomer nya diblokir oleh Zahra.
Lengkara bingung, harus kemana lagi ia meminta bantuan?
Jalan satu-satunya Lengkara keluar rumah untuk mencari taxi, setelah dapat Lengkara membopong Ayah untuk di bawa ke rumah sakit menggunakan taxi.
Lengkara memangku kepala ayahnya, kemudian ia menepuk pipi ayahnya dengan pelan. “ Yah, bangun ... Lengkara gamau ayah kenapa - kenapa ... ” Pinta Lengkara, tangisannya sudah tak terbendung.
Hancur hati Lengkara, kenapa mamanya tak mau untuk menolong? begitu keji kah dia sampai mamanya tidak mau menolong.
Lengkara menangis, ia menoleh ke luar jendela mobil menatap langit yang seolah - olah melihatnya dengan sorot kesedihan yang mendalam.
Mereka sudah sampai di Rumah sakit pelita Hijau, rumah sakit yang terdapat di daerah Jakarta. Lengkara buru - buru membawa Ayahnya.
“ Suster tolong ayah saya... ” Panggil Lengkara.
“ Tunggu di sini dulu ya dek, ayahnya akan saya bawa ke ruang ICU ” Jawab suster sambil mendorong brankar.
[ Maaf ya, kalau di sini author gajelas pas bagian RS nya, maklum lah kurang pengetahuan 😭 ]
Lengkara menunggu kurang lebih satu jam lamanya, dan seorang dokter dan suster keluar dari ruang ICU.
“ Atas nama keluarga Pasien? ”
“ Saya sus, sus ayah saya gapapa kan?sus tolong selamatkan ayah saya ... ” tangis Lengkara.
Suster mengangguk, “ Iya, dek silahkan bicara dengan dokter untuk mengetahui penyakit ayah anda. ” Lengkara mengangguk.
“ Sok bagaimana keadaan ayah saya? ” tanya Lengkara.
Dokter menghela nafas, ia kasian kepada kerabat pasien ini, usia nya masih terlalu mudah untuk mengetahui penyakit ayahnya.
“ Orang tua mu lengkap? ” Tanya dokter, dan Lengkara mengangguk.
Dokter pun Tersenyum, “ Tetapi, peran Mama saya yang tidak ada dok. Saya hanya tinggal bersama Ayahnya. Dok saya mohon selamat kan ayah saya, saya rela mempertaruhkan nyawa saya demi Ayah saya dok. ”
Dokter itu mengangguk sedih, “ Saya tahu kamu kuat, dan dari sorot mata kamu saya tau kalau kamu sangat menyayangi ayahmu. Ayah kamu menderita penyakit... ” Dokter itu menjeda ucapannya.
“ Penyakit jantung. ”
Runtuh sudah pertahanan Lengkara selama ini, bahu nya merosot bahkan kaki nya sudah tak kuat untuk berdiri.
“ Jantung ayah kamu sudah rusak, ayah kamu bisa sembuh namun hanya 97% saja dengan cara mendonorkan jantung untuk beliau. Namun sekarang pendonor jantung sangat langkah Nak. ” Ucap dokter.
Bagikan di hantam bom dan ribuan anak panah, hari Lengkara sakit, sakit sekali. Jadi ayahnya selama ini menyembunyikan penyakit ini darinya? Sungguh ia merasa sebagai anak tak berguna.
“ Dok, saya mau menjadi pendonor jantung. ”
— TBC
Eitss, penasaran gak?
Rumit sekali hidupmu Lengkara 😭😭.
Sedih banget tauu nulis part ini, semoga di sini tidak ada yang jadi ubi ya 😭🤔😉
Follow ig : @/fr.amorr
[ IG KU DI BIO YA GAYS, KALAU ADA YANG PENTING DM AKU DI INSTAGRAM @/FR.AMORR karena aku ga buka DM wattpad. ]
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang untuk Ayah [ END ]
Acakcerita per 1️⃣ [ FOLLOW DULU BESTIE ] " Ayah Lengkara akan menjadi bintang untuk Ayah. " Seorang anak perempuan pasti cinta pertamanya itu adalah seorang " Ayah ". Cinta pertama Lengkara itu seorang Ayah. Lengkara hanya hidup bersama ayahnya, hid...
![Bintang untuk Ayah [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/328655995-64-k464636.jpg)