PORSCHE - POV
"Aku tidak takut lagi dengan kecoa dan aku ingin kau berpura-pura menjadi tunanganku..."
Shiaaa! Kebohongan macam apa itu?!!
Kinn bukan hanya takut pada kecoa, tapi dia benar-bebar sangat trauma pada binatang itu. Saking traumanya, ketika dia melihat kecoa, dia akan berlari sambil berteriak dengan kencang. Itu karena sebuah kejadian saat kita masih muda ketika kita pergi ke ruang penyimpanan di Istana Kerajaan, ada kecoa terbang ke arah kita karena kita mengganggu kehidupan damai mereka.
Pangeran Kinn, sebagai pemimpin "pasukan penyerbu ruang penyimpanan" adalah orang pertama yang diserang oleh kecoa terbang. Hal itu memberinya mimpi buruk yang serius karena setidaknya ada tiga kecoa mendarat tepat di wajahnya dan bahkan satu kecoa beradu pandang dengannya.
Minggu itu, Pangeran Kinn mengalami demam dan mimpi buruk hampir setiap malam. Saat kami melihatnya lagi, selalu ada obat anti serangga dan pemukul serangga di dekatnya.
Kinn mempunyai fobia serius terhadap kecoa. Sampai-sampai dokter memberi tahu Keluarga Kerajaan bahwa itu akan menjadi trauma seumur hidup bagi Pangeran Kinn.
Sekarang dia mengatakan bahwa dia tidak takut lagi pada kecoa? Omong kosong!
Tapi kebohongan yang lain lebih tidak masuk akal!
Dia ingin aku menjadi tunangannya? Tunangan?! Omong kosong apa yang dia bicarakan?!
Aku memperhatikan keduanya. Mereka berdua menatapku. Terlihat penuh harap dan gugup pada saat bersamaan.
Aku tertawa, "Kalian berdua serius? Tunangan? Kinn?"
"Porsche," Kinn bersandar di meja.
Aku mengangkat telapak tangan untuk menghentikannya, "Kau tahu? Aku berubah pikiran. Ayo makan dulu. Apa menunya Pete?" Aku menoleh ke temanku yang duduk di antara kami.
Pete memahami hal itu, membaca menu, "Ide bagus! Kita memiliki Vietnamese Spring Rolls sebagai hidangan pembuka. Rib Eye Steak untuk hidangan utama dan Mango Sorbet untuk hidangan penutup. Kedengarannya enak?" Pete melihat teman-temannya.
"Bagus," Kinn tersenyum kecil.
"Bagus sekali," aku menyindir sambil mengambil segelas air untuk diminum. Tenggorokanku terasa kering setelah mendengar kebohongan itu.
Keheningan menyelimuti antara aku dan Kinn saat Pete mengarahkan makan malam kami untuk disajikan.
Saat makanan pembuka disajikan, kami makan dalam diam. Aku terkejut karena aku masih ingat cara makan dengan tata krama. Aku kira makan dengan gaya itu seperti belajar bersepeda, begitu kau mempelajarinya, kau tidak akan lupa.
Setelah hidangan pembuka, kami menunggu sebentar hingga hidangan utama disajikan. Kinn dan aku masih diam sementara Pete mencoba beberapa kali untuk memulai percakapan tetapi ketika tidak ada yang meresponnya, dia menyerah.
Bertunangan... saat yang tepat bagiku untuk memikirkan kata itu.
Hidangan utama, seperti hidangan pembuka, dinikmati dalam diam. Rasanya enak. Dimasak dengan sempurna dan dagingnya meleleh di mulutku. Aku akan lebih menikmatinya jika bukan karena pikiranku yang berputar-putar di tempat lain saat makan.
Berpura-pura sebagai tunangan Kinn? Yang benar saja?!
Saat makana penutup disajikan. Aku tidak tahan lagi.
"Tunangan?! Sungguh?!" Seruku setelah pelayan keluar dari ruangan.
Kinn menghela nafas, "Akhirnya. Kupikir kau butuh waktu seharian untuk memutuskannya. Seperti saat aku menanyakan jenis kue apa yang ingin kau sajikan di ulang tahunku yang ke-8."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In The Kingdom - KinnPorsche
RomanceKinn Theerapanyakul adalah seorang pangeran modern di Thailand. Pewaris tahta dan bujangan paling memenuhi syarat di negeri ini. Tapi dia tidak ingin menyerahkan wanita yang dicintainya dalam bencana yang membingungkan, kehidupan seperti sirkus dan...
