KINN - POV
Dua hari kemudian, aku masih menghindari Porsche. Aku merasa sedikit lebih tenang sekarang tapi aku tidak mau mengambil risiko bertemu dengannya lalu marah lagi.
Aku bertanya-tanya kenapa dia terlalu mempengaruhiku dan emosiku.
Dia baik-baik saja. Dia hidup. Kenapa aku masih marah?
Aku tidak tahu. Yang aku tahu hanyalah aku benci dia yang ceroboh dan hampir mati di depanku. Yang aku tahu, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada Porsche.
Atau memaafkan dia jika dia dengan sengaja atau bahkan tidak sengaja membahayakan dirinya sendiri.
Yang aku tahu adalah aku harus melindunginya.
Mungkin karena dia adalah temanku dan aku masih harus membayar kesalahanku padanya. Atau mungkin karena dia salah satu rakyatku. Aku tahu jika aku memintanya untuk tinggal dan melayaniku ketika aku menjadi Raja, dia akan menjadi seperti Pete, orang kepercayaanku.
Atau mungkin.. Perasaanku pada..
Entahlah..
Lebih baik berkonsentrasi pada saat ini. Bukan malah pada emosi lain yang terlalu membingungkan hingga tidak masuk akal.
Apa yang terjadi sekarang?
Kami sedang berada di Universitas untuk acara orasi. Kami akan berbicara dengan para mahasiswa, semua mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat dua, tentang tujuan dan aspirasi mereka dalam hidup. Kata-kata yang begitu besar...tujuan dan aspirasi.
Hanya Porsche dan aku yang hadir dalam acara ini untuk mewakili Keluarga Kerajaan. Sebagai masa depan Kerajaan di negara ini, kami berbagi mimpi yang sama dengan para pemuda yang akan mendengarkan dan berinteraksi dengan kami.
Aku berbicara lebih dulu. Berbicara tentang bekerja keras untuk mencapai tujuanmu. Memiliki rencana dan mengikutinya. Jangan pernah membiarkan dirimu terganggu untuk mencapai tujuanmu. Menjadi aktif dalam membentuk hidupmu.
"Menjadi Putra Mahkota adalah sesuatu yang tidak bisa kuhindari. Namun meratapi nasib dan tidak bersyukur atas hal tersebut bukanlah sesuatu yang diajarkan padaku. Aku mengambil apa yang ditawarkan kehidupan padaku dan menjadikannya sesuatu yang baik. Cukup mudah untuk dikatakan karena aku tinggal di sebuah rumah besar, dikelilingi oleh pelayan dan dilayani dengan pilihan terbaik dalam hal pendidikanku. Namun gelar itu datang dengan tanggung jawab dan aku tidak pernah mengabaikan tanggung jawabku. Aku melakukan yang terbaik, memberikan yang terbaik, berharap yang terbaik dan bekerja keras. Itu adalah sesuatu yang harus kita semua lakukan selagi kita masih muda. Bekerja keras untuk mencapai tujuan kita dan berguna bagi negara dan komunitas kita."
Semua orang bertepuk tangan ketika pidatoku selesai. Porsche berdiri dan tersenyum padaku tapi aku mengabaikannya. Aku duduk di kursiku dan melihat dia naik ke podium dan menekan mikrofon untuk memastikan mikrofon berfungsi.
"Masih nyala kan? Seharusnya aku bicara dulu. Bagaimana kalau kalian semua pergi karena sudah mendengarkan pidato dari pria yang kalian tunggu-tunggu untuk mengambil foto dan video? Jangan pergi dulu! Dengarkan apa yang ingin aku katakan juga! Tolong..."
Dia membuat semua orang tertawa.
"Jadi. Bekerja keras ya. Putra Mahkota benar. Kita semua harus bekerja keras untuk mencapai tujuan dan cita-cita itu. Tapi jangan lupa, saat kau mendapatkan tujuanmu, kau juga harus hidup. Kau masih muda, lakukanlah sesuatu yang bisa membuatmu tersenyum. Aku tidak mengatakan bahwa hidup hanya sekali sehingga jangan sia-siakan begitu saja. Yang aku maksud adalah kau harus mengalami hidup. Pergi keluar bersama teman-temanmu, bermain video game, mencicipi alkohol tetapi jangan berlebihan karena kau akan ketinggalan ujian besok. Jatuh cinta. Mempermalukan diri sendiri. Mengalami patah hati. Makan makanan instan. Menyanyikan lagu favoritmu sambil menari telanjang saat semua tirai jendela dibuka dan kau mengunci pintu. Punya hewan peliharaan. Mencium seseorang. Mencuri mangga tetangga. Membeli gadget impianmu. Menaiki bianglala di pasar malam. Masuk ke rumah hantu. Memancing di kolam ikan. Berjemur di pantai. Menunggu matahari terbit. Hiduplah. Kau masih muda dan berhak mempunyai hobi sambil bekerja keras. Carilah pengalaman hidup."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In The Kingdom - KinnPorsche
RomanceKinn Theerapanyakul adalah seorang pangeran modern di Thailand. Pewaris tahta dan bujangan paling memenuhi syarat di negeri ini. Tapi dia tidak ingin menyerahkan wanita yang dicintainya dalam bencana yang membingungkan, kehidupan seperti sirkus dan...
