Bab 25

631 53 0
                                        

PORSCHE - POV

Permainan softball dengan anak-anak hanyalah permulaan. Sejak itu, Kinn dan aku selalu menjadi berita di TV dan surat kabar.

Judul-judul berita itu gila.

"Putra Mahkota dan Permaisurinya."
Sepertinya itu adalah kesepakatan yang sudah selesai. Seperti Kinn dan aku sudah menikah.

"Chemistry mereka tidak dapat dipungkiri. Putra Mahkota Kinn dan tunangannya sedang menggemparkan seluruh negeri dengan momen-momen manis dan menyenangkan mereka. Dari bermain softball dengan anak-anak hingga menghadiri pesta amal. Dari mengunjungi jaringan hotel mereka atau sekadar minum teh di luar kafe. Keduanya terlihat saling berpandangan. Tersenyum dan tertawa melihat kelakuan satu sama lain. Dari mencuri kue hingga saling menendang kursi dan kaki. Putra Mahkota Kinn terlihat jatuh cinta pada teman masa kecilnya dan sepertinya sang tunangan juga merasakan hal yang sama."

Itu contoh penilaian positif. Merinding menimbulkan rasa manis.

Penilaian negatifnya cukup brutal. Membuat gigi bergemelatuk.

"Putra Mahkota dan tunangannya terlihat berpegangan tangan di luar hotel milik Keluarga Kerajaan. Apa mereka menghabiskan malam bersama? Siapa yang percaya bahwa Pangeran gagah itu tiba-tiba menjadi gay untuk teman lamanya? Permaisuri ini datang entah dari mana, bahkan tidak ada yang yakin apakah dia nyata. Apa dia manusia? Atau seseorang yang diciptakan Keluarga Kerajaan untuk menipu orang-orang dengan berpikir bahwa Pangeran akan memiliki Permaisuri. Menikah dengan rakyat biasa alih-alih seorang Bangsawan kaya. Apa Keluarga Kerajaan memanfaatkan fakta bahwa orang-orang menganggap hubungan keluarga kerajaan-rakyat itu romantis? Dan apa mereka tidak khawatir melihat Pangeran menggandeng tangan seorang pria? Bagaimana dengan ahli waris? Seorang pria tidak bisa melahirkan Putra Mahkota berikutnya atau seorang Putri, kan? Kami tidak tahu, tapi yang bisa kami katakan hanyalah...pertunjukan ini tidak membuat kami terkesan. Apa yang sedang dilakukan Putra Mahkota? Apa dia tahu bahwa pertunangan yang penuh kebohongan ini bisa membuat dia kehilangan mahkotanya?"

"Apa itu bisa membuatmu kehilangan mahkotamu?" Aku bertanya pada Kinn saat kami berdiri di depan bar makanan ringan bioskop. Film petualangan pahlawan super baru telah dirilis dan Putra Mahkota tidak akan melewatkannya.

"Tidak," jawab Kinn singkat.

"Kau mau soda atau lemon tea?"

"Lemon tea, terima kasih."

Aku mengerutkan kening, "Keadaan apa yang bisa membuatmu kehilangan mahkotamu?"

"Jika aku melakukan kejahatan yang tidak dapat diampuni. Seperti menjual informasi militer ke negara lain atau membunuh anggota Keluarga Kerajaan." Kinn tersenyum pada orang yang menjaga bar makanan.

"Satu lemon tea, satu soda, dan satu popcorn ukuran besar..."

"Ekstra besar..." aku menyela. Kinn melihat ke arahku.

"Aku suka popcorn," kataku.

Dia menghela nafas dan melihat kembali ke penjaga bar makanan.

"Dan popcorn ekstra besar." ucap Kinn.

Aku mendekat dan berbisik ke telinganya, "Dengan banyak keju,"

"Dengan banyak keju," ulang Kinn pada penjaga bar makanan.

"Ada yang lain?"

Aku mengangguk, "Sekantong keripik kentang, dua batang coklat. Buat lemon teaku ukuran besar. Apa kalian punya gummy bear?" Aku bertanya pada penjaga bar makanan yang menatapku dengan gelisah.

Kinn menarikku untuk menempatkanku di belakangnya.

"Hanya soda, popcorn ekstra besar, dan lemon tea ukuran besar. Tidak ada yang lain."

Love In The Kingdom - KinnPorscheCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang