PORSCHE - POV
Pangeran Kinn diam saat kami hendak pulang. Sesampainya kami di Istana, dia meninggalkanku bersama keluarganya untuk berjalan ke Paviliun.
Aku memperhatikan punggungnya saat dia pergi. Ratu berdiri di sampingku.
"Apa kau baik-baik saja, Porsche?" Ratu bertanya padaku.
Aku mengangguk dan tersenyum kecil, "Iya, Yang Mulia. Tolong istirahatlah yang cukup," Aku rasa kita semua perlu istirahat setelah keributan di teater itu sebelum kita pulang.
"Kau juga," Ratu tersenyum padaku. Putri Namtan memelukku sebelum mengikuti ibunya. Raja, dia menepuk pundakku sebelum pergi juga.
Aku menghela nafas dan melepaskan dasi kupu-kupu dileherku sebelum menaiki tangga besar yang akan membawaku ke lantai dua. Aku berbelok ke kanan, ruangan yang aku tempati saat ini berada di sayap kanan Istana.
Aku masih belum mempunyai pelayan, karena aku menolak tawaran Raja untuk memberiku pelayan. Aku bilang aku bisa berpakaian sendiri. Pelayan Raja mengajariku cara mengikat, menjepit, dan mengancingkan pakaianku dengan benar.
Pakaian itu, Kinn memberikannya padaku.
"Jika kau berperan sebagai Permaisuriku, maka kau juga harus berpakaian sesuai peran itu." Ucap Kinn.
"Tapi aku tidak mampu membelinya..." Aku menunjuk kemeja, celana, dan barang-barang mahal lainnya yang dibelikannya untukku.
"Anggap saja itu investasiku. Itu bagian dari tugasmu untuk mengenakan pakaian bagus," ucapnya jelas-jelas mengejek lemari pakaianku yang berisi jeans dan kemeja.
Sekarang aku memiliki berbagai macam baju dan pakaian, belum lagi aksesoris. Aku menolaknya ketika Kinn ingin memberiku jam tangan dan perhiasan. Aku memutuskan untuk meminjamnya ke penata gaya Keluarga Kerajaan.
Aku menghela nafas. Kehidupan Bangsawan yang aku jalani ini. Apa artinya menjadi bagian dari Keluarga Kerajaan.
Aku tidak bisa bertindak gegabah. Aku harus berpakaian baik sepanjang waktu. Memperhatikan kata-kataku dengan baik. Bersikap hormat tetapi juga memerintahkan rasa hormat orang lain. Selalu berpikir bahwa orang-orang memperhatikan dan mendengarkanmu. Kau seorang model, kesalahan bisa berakibat fatal.
Orang-orang akan mengerumunimu. Mereka harus membantumu dan kau harus menerima bantuan mereka karena... Kau adalah Bangsawan dan itu berarti kau harus dilayani tetapi pada saat yang sama harus mandiri.
Ini adalah kehidupan yang membingungkan, melelahkan, dan menakutkan. Selalu diawasi. Kau tidak tahu siapa yang harus dipercaya.
Pantas saja Kinn tidak ingin kekasihnya mengalami kehidupan seperti ini. Hidup ini bukan untuk mereka yang lemah hati. Hidup ini berarti kau harus berpikir cepat dan menoleransi banyak hal.
Bahkan aku ragu apakah aku bisa selamat dari ini.
Aku pergi ke kamar mandi di kamarku. Ini kamar mandi mewah. Dengan pancuran besar dan bak mandi besar yang cukup untuk menampung lima orang di dalamnya. Semua yang mungkin kau perlukan ada di sana. Dari handuk, minyak aromatik, hingga perlengkapan mandi.
Jika aku mengizinkannya, aku juga bisa meminta seseorang di sini untuk membantuku mandi. Tapi..
TIDAK! Tidak akan.
Aku memercikkan air ke wajahku dan melihat ke cermin. Aku ingin tahu apakah aku bisa keluar dari sini tiga bulan dari sekarang dan tetap menjadi Porsche yang sama. Agak kacau, ya, tapi normal dan umum.
Menjadi Bangasawan berarti kau menonjol di tengah orang banyak.
"Semangat Porsche!" Aku tersenyum mengejek diriku sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In The Kingdom - KinnPorsche
RomanceKinn Theerapanyakul adalah seorang pangeran modern di Thailand. Pewaris tahta dan bujangan paling memenuhi syarat di negeri ini. Tapi dia tidak ingin menyerahkan wanita yang dicintainya dalam bencana yang membingungkan, kehidupan seperti sirkus dan...
